<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perusahaan Archives | Danafina.com</title>
	<atom:link href="https://www.danafina.com/tag/perusahaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.danafina.com/tag/perusahaan/</link>
	<description>Tempatnya Pinjaman Dana</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2023 11:04:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2018/08/jb-150x150.png</url>
	<title>perusahaan Archives | Danafina.com</title>
	<link>https://www.danafina.com/tag/perusahaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Loyalitas adalah : Pengertian, Faktor, Cara, dan Contoh</title>
		<link>https://www.danafina.com/loyalitas-adalah/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/loyalitas-adalah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2023 11:04:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[loyalitas]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6708</guid>

					<description><![CDATA[<p>Loyalitas adalah hal penting yang berkontribusi pada keberlangsungan dan kesuksesan suatu perusahaan atau individu. Perusahaan harus terus berusaha untuk membangun dan mempertahankan loyalitas pelanggan, sementara individu termasuk Anda harus mempertahankan loyalitas pada orang yang penting bagi mereka. Pengertian Loyalitas Loyalitas adalah suatu konsep yang menggambarkan tingkat kesetiaan dan komitmen seseorang terhadap suatu individu, kelompok, organisasi, &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/loyalitas-adalah/">Loyalitas adalah : Pengertian, Faktor, Cara, dan Contoh</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" fetchpriority="high" class="size-full wp-image-6710 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/02/loyalitas-adalah.png" alt="loyalitas adalah" width="600" height="400" /></p>
<p>Loyalitas adalah hal penting yang berkontribusi pada keberlangsungan dan kesuksesan suatu perusahaan atau individu. Perusahaan harus terus berusaha untuk membangun dan mempertahankan loyalitas pelanggan, sementara individu termasuk Anda harus mempertahankan loyalitas pada orang yang penting bagi mereka.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Pengertian Loyalitas</span> </strong></h2>
<p>Loyalitas adalah suatu konsep yang menggambarkan tingkat kesetiaan dan komitmen seseorang terhadap suatu individu, kelompok, organisasi, negara, atau produk melalui hubungan yang kuat dan positif. Ini dapat diartikan sebagai suatu bentuk dukungan dan dedikasi yang konsisten dan berkelanjutan terhadap sesuatu yang penting bagi seseorang.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/cara-interview-yang-baik-agar-diterima/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cara Interview yang Baik Agar Diterima di Perusahaan Impian</span></a></span></strong></p>
<p>Dalam bisnis, loyalitas pelanggan sangat penting karena membantu perusahaan mempertahankan pelanggan dan meningkatkan keuntungan. Sedangkan dari segi politik, loyalitas terhadap negara dan ideologi sangat penting untuk mempertahankan stabilitas dan membangun kepercayaan dalam masyarakat.</p>
<p>Berikut adalah beberapa pengertian loyalitas yang dikemukakan para ahli, yakni :</p>
<ol>
<li><strong>Max Weber</strong>: menyatakan bahwa loyalitas merupakan bentuk komitmen moral dan rasional terhadap suatu kelompok atau organisasi.</li>
<li><strong>Jean-Paul Sartre</strong>: menganggap loyalitas sebagai bentuk pengikatan terhadap suatu nilai atau kelompok tertentu yang mewakili identitas dan keyakinan seseorang.</li>
<li><strong>Simon Sinek</strong>: menganggap loyalitas sebagai komitmen dan rasa terikat terhadap suatu visi atau misi tertentu.</li>
<li><strong>Richard M. Ryan and Edward L. Deci</strong>: menyatakan bahwa loyalitas adalah bentuk komitmen terhadap suatu kelompok atau organisasi yang didasarkan pada perasaan dan keyakinan yang kuat terhadap nilai-nilai dan tujuan yang sama.</li>
</ol>
<h2><strong>Faktor yang Membentuk Loyalitas</strong></h2>
<p>Ada beberapa faktor yang membentuk loyalitas konsumen, diantaranya:</p>
<ol>
<li><strong>Kualitas produk atau layanan</strong> &#8211; Konsumen akan sangat loyal jika mereka merasa puas dengan kualitas produk atau layanan yang diterima.</li>
<li><strong>H</strong><strong>arga yang kompetitif dan terjangkau</strong> &#8211; Membuat pelanggan merasa puas dan melakukan<em> repeat order</em> terus menerus.</li>
<li><strong>Kemudahan akses</strong> &#8211; Kemudahan dalam mengakses produk atau layanan, seperti lokasi toko atau website yang tampilannya <em>user friendly</em>, bisa mempengaruhi loyalitas konsumen.</li>
<li><strong>Ikatan emosional &#8211;</strong> Ikatan emosional yang tumbuh antara pelanggan dan <em>brand</em> akan membuat pelanggan setia dan ingin terus membeli produk dari toko Anda secara terus menerus.</li>
</ol>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara Membentuk Loyalitas</strong></span></h2>
<p>Untuk membentuk loyalitas, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:</p>
<ul>
<li>Memberikan layanan dan produk berkualitas sesuai dengan harapan pelanggan.</li>
<li>Mendengarkan, memahami kebutuhan pelanggan dan berusaha menyediakan solusi yang tepat.</li>
<li>Menciptakan hubungan baik secara personal dengan pelanggan melalui interaksi yang positif sehingga terbentuklah kepercayaan satu sama lain.</li>
<li>Memberikan nilai tambah dan pengalaman yang memuaskan bagi pelanggan.</li>
<li>Menghargai dan menghormati pelanggan.</li>
<li>Memberikan kejutan berupa hadiah kepada pelanggan setia agar loyalitas pelanggan tetap terjaga sehingga pelanggan selalu menggunakan produk atau jasa Anda.</li>
<li>Memastikan konsistensi dalam memberikan layanan dan produk berkualitas.</li>
<li>Terus berinovasi dari segi layanan dan produk untuk memenuhi tuntutan pasar dan mempertahankan kepuasan pelanggan.</li>
</ul>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Contoh-Contoh Loyalitas</span> </strong></h2>
<p>Berikut adalah beberapa contoh loyalitas dalam berbagai aspek kehidupan:</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Keluarga</strong></span></h3>
<p>Loyalitas dalam keluarga biasanya ditunjukkan melalui kesetiaan, pengorbanan, dan komitmen untuk membantu serta membela satu sama lain. Orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap keluarganya biasanya selalu siap untuk memberikan dukungan dalam situasi apapun.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Organisasi</strong></span></h3>
<p>Loyalitas dalam organisasi ditunjukkan dengan kesetiaan, dedikasi, bahkan berkomitmen untuk melakukan tugas dan memenuhi tanggung jawab sebaik mungkin. Orang dengan loyalitas tinggi terhadap organisasi biasanya menunjukkan kerja keras dan keterlibatan yang tinggi dalam aktivitas organisasi.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Negara</strong></span></h3>
<p>Loyalitas dalam negara ditunjukkan dengan kesetiaan serta komitmen tinggi untuk mematuhi hukum dan kebijakan negara. Orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap negara biasanya memiliki sikap patriotik dan sangat memperhatikan nilai-nilai nasional.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Pekerjaan</strong></span></h3>
<p>Loyalitas dalam pekerjaan ditunjukkan dengan dedikasi, komitmen, dan kesetiaan terhadap pekerjaan dan perusahaan. Orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap pekerjaan biasanya memiliki sikap pekerja keras dan inisiatifnya tinggi untuk membantu perusahaan berkembang.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Tim</strong></span></h3>
<p>Loyalitas dalam tim ditunjukkan dengan kesetiaan, kerjasama, dan komitmen. Orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap tim biasanya selalu siap untuk membantu dan bekerja sama dengan rekan kerja  untuk mencapai hasil yang baik.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Partai </strong><strong>P</strong><strong>olitik</strong></span></h3>
<p>Loyalitas dalam partai politik ditunjukkan dengan kesetiaan dan komitmen untuk memperjuangkan visi, misi, dan program partai. Orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap partai politik biasanya aktif dalam aktivitas partai dan memiliki sikap pro-partai.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Klub olahraga</strong></span></h3>
<p>Loyalitas dalam klub olahraga ditunjukkan dengan kesetiaan dan komitmen untuk membela dan mendukung klubnya. Orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap klub olahraga biasanya memiliki sikap fanatik.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Agama</strong></span></h3>
<p>Loyalitas dalam agama ditunjukkan dengan kesetiaan dan komitmen untuk memahami, mempraktikkan, dan memperjuangkan ajaran agama. Orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap agama biasanya memiliki sikap religius dan sangat memperhatikan nilai-nilai agama.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Kota/daerah asal</strong></span></h3>
<p>Loyalitas dalam kota/daerah asal ditunjukkan dengan kesetiaan dan komitmen untuk memperjuangkan dan mempromosikan potensi dan keunggulan kota/daerah asal. Orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap kota/daerah asal biasanya sangat memperhatikan segala potensi dan keunggulan dari kota/daerah asalnya misal daerah pariwisata.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Kawan/teman</strong></span></h3>
<p>Loyalitas dalam kawan/teman ditunjukkan dengan kesetiaan, pengorbanan, dan komitmen untuk membantu dan membela kawan/teman. Orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap kawan/teman memiliki sikap solidaritas tinggi.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Jangan Lupa Loyalitas Terhadap Diri Sendiri</strong></span></h2>
<p>Bagaimana caranya? Mudah silahkan ikut cara di bawah ini.</p>
<ul>
<li>Identifikasi apa yang ingin Anda capai dan fokuskan pada hal-hal penting bagi Anda.</li>
<li>Fokus pada diri sendiri dan perkembangan Anda, bukan pada orang lain.</li>
<li>Teruslah memotivasi diri sendiri dan ucapkan afirmasi positif setiap pagi hari.</li>
<li>Jangan mengkritik diri sendiri terlalu berlebihan karena tidak ada manusia yang sempurna begitupun juga Anda serta segeralah atasi pikiran negatif.</li>
<li>Kerjakan hal-hal yang Anda yakini dan berikan diri Anda kesempatan untuk berkembang dan berhasil. Lebih baik mencoba tapi gagal daripada belum mencoba sama sekali namun sudah berpikir kegagalan, sepakat?</li>
<li>Terima kenyataan apabila Anda melakukan kesalahan dan gunakan pengalaman tersebut sebagai pelajaran.</li>
<li>Jangan terlalu fokus pada hasil akhir dan nikmati setiap langkah dalam perjalanan menuju kesuksesan.</li>
<li>Berikan diri Anda waktu untuk berolahraga, tidur dan memperhatikan kesehatan secara keseluruhan.</li>
<li>Terus belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas baru dan pengalaman.</li>
<li>Hindarilah lingkungan yang lebih sering membicarakan hal negatif atau mengeluh setiap harinya, lebih baik Anda mengganti <em>circle</em>.</li>
<li>Jangan berubah hanya untuk memuaskan orang lain sampai-sampai harus mengorbankan prinsip dan keyakinan Anda. Percayalah jika Anda terus mempertahankan rasa tidak enakan terhadap orang lain, maka suatu hari orang tersebut akan terus memanfaatkan Anda.</li>
<li>Menerima kelebihan diri sendiri adalah hal biasalah yang lebih luar biasanya lagi adalah Anda bisa menerim kelebihan dan kekurangan diri sekaligus dan terus berkembang ke arah yang lebih baik lagi.</li>
</ul>
<p>Bagaimana? Semoga artikel ini bisa membantu Anda untuk lebih memahami lagi mengenai loyalitas. Sekian!</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/loyalitas-adalah/">Loyalitas adalah : Pengertian, Faktor, Cara, dan Contoh</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/loyalitas-adalah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Brainstorming adalah : Definisi Hingga Kunci Sukses Brainstorming</title>
		<link>https://www.danafina.com/brainstorming-adalah/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/brainstorming-adalah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2023 04:33:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Brainstorming adalah aktivitas yang tidak boleh Anda lewatkan ketika ingin mendapatkan ide terbaru dari anggota tim demi kelangsungan bisnis. Diharapkan dengan adanya brainstorming ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk mendapatkan ide luar biasa, mengenai penjelasan selengkapnya yuk simak sampai akhir! Definisi Brainstorming Brainstorming adalah suatu metode kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah atau menciptakan ide &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/brainstorming-adalah/">Brainstorming adalah : Definisi Hingga Kunci Sukses Brainstorming</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-6705 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/02/brainstorming-adalah.png" alt="brainstorming adalah" width="600" height="400" /></p>
<p><em>Brainstorming</em> adalah aktivitas yang tidak boleh Anda lewatkan ketika ingin mendapatkan ide terbaru dari anggota tim demi kelangsungan bisnis. Diharapkan dengan adanya <em>brainstorming</em> ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk mendapatkan ide luar biasa, mengenai penjelasan selengkapnya yuk simak sampai akhir!</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Definisi </strong><strong><em>Brainstorming</em></strong></span></h2>
<p><em>Brainstorming</em> adalah suatu metode kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah atau menciptakan ide baru, yang pertama kali dikenalkan oleh <em>Alex Faickney Osborn</em> seorang ahli iklan Amerika Serikat pada tahun 1939. Menurut <em>Osborn</em>, brainstorming adalah proses &#8220;membiarkan ide-ide bebas mengalir tanpa hambatan&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/cara-menarik-perhatian-audiens-saat-presentasi/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cara Menarik Perhatian Audiens Saat Presentasi</span></a></strong></p>
<p>Dalam <em>brainstorming</em>, anggota kelompok dapat membagi dan memperluas pandangan mereka melalui diskusi terbuka dan bebas. Para ahli mempercayai bahwa <em>brainstorming</em> memfasilitasi interaksi antar individu yang mengarah pada solusi yang inovatif dan berpikir kreatif.</p>
<p>Terdapat pengertian lain mengenai <em>brainstorming</em> dari para tokoh, antara lain :</p>
<ol>
<li><strong>Alex Faickney Osborn</strong>: &#8220;Metode untuk memunculkan banyak ide luar biasa dalam jumlah besar dalam waktu cepat dengan memfasilitasi kreativitas dan spontanitas individu&#8221;.</li>
<li><strong>Edward de Bono</strong>: &#8220;<em>Brainstorming</em> merupakan cara menghasilkan ide serta solusi baru untuk memecahkan masalah melalui kerja sama dan interaksi antar anggota tim&#8221;.</li>
<li><strong>Paul Horn</strong>: &#8220;Suatu proses kolaboratif untuk mengumpulkan dan mengevaluasi ide-ide berbeda untuk mencapai solusi masalah yang lebih baik&#8221;.</li>
<li><strong>Sid Parnes</strong>: &#8220;Suatu metode untuk memunculkan dan mengevaluasi ide-ide kreatif dengan memanfaatkan interaksi tim&#8221;.</li>
</ol>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Tujuan</span> </strong></h2>
<p>Berikut adalah beberapa tujuan dari <em>brainstorming</em>, antara lain:</p>
<ol>
<li>Menghasilkan ide-ide baru dan inovatif yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.</li>
<li>Meningkatkan kreativitas dan daya cipta para peserta dengan memberikan ruang untuk berbagi dan membangun ide-ide mereka.</li>
<li>Meningkatkan kerja sama tim dalam mengatasi masalah atau mencapai tujuan tertentu.</li>
<li>Memperluas perspektif dan memperkenalkan ide-ide baru dan berbeda.</li>
<li>Meningkatkan komunikasi dan mengurangi hambatan komunikasi antar anggota tim.</li>
<li>Meningkatkan moral dan motivasi anggota tim karena mereka merasa diakui dan dilibatkan dalam proses pemecahan masalah atau pencapaian tujuan.</li>
<li>Membantu mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memperoleh banyak ide dan alternatif solusi untuk dibahas dan dipilih.</li>
<li>Memecahkan masalah dan mencari solusi untuk masalah yang dihadapi.</li>
<li>Membantu membangun kapasitas, memperkaya wawasan dan pemahaman para anggota tim terhadap isu atau masalah yang dibahas.</li>
</ol>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Langkah-Langkah</span> </strong></h2>
<p>Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan <em>brainstorming</em>:</p>
<ol>
<li>Tentukan tujuan dari <em>brainstorming</em> dan apa yang ingin dicapai.</li>
<li>Menggabungkan beberapa anggota tim yang memiliki pandangan berbeda.</li>
<li>Buat suasana yang kondusif dan tidak membatasi untuk menumbuhkan ide-ide baru.</li>
<li>Berikan kesempatan kepada setiap anggota tim untuk berbicara dan membagikan ide-ide mereka. Jangan menilai atau membatasi ide sebelum diterima.</li>
<li>Catat semua ide yang dibagikan dan pastikan semua anggota tim dapat melihat dan memahami ide-ide tersebut.</li>
<li>Analisis ide-ide tersebut serta tentukan mana yang dapat digunakan dan mana yang perlu dikembangkan lebih lanjut.</li>
<li>Berikan pertimbangan obyektif dan bijaksana pada setiap ide dan pastikan bahwa setiap anggota tim memahami alasan dari pemilihan ide.</li>
<li>Ambillah tindakan dan rencanakan bagaimana mempraktekkan ide-ide terpilih tersebut..</li>
</ol>
<p>Langkah-langkah di atas akan membantu memastikan bahwa <em>brainstorming</em> efektif dan memberikan hasil memuaskan.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Metode </strong></span></h2>
<p>Berikut adalah beberapa metode yang sering digunakan dalam <em>brainstorming</em>:</p>
<ol>
<li><strong><em>Free Writing</em></strong>: Memberikan waktu terbatas untuk setiap anggota tim untuk menuliskan ide-ide mereka tanpa batasan atau memikirkan hal-hal negatif.</li>
<li><strong><em>Round Robin</em></strong>: Setiap anggota tim membagikan satu ide pada setiap giliran, membuat proses berjalan dengan cepat dan memastikan bahwa setiap anggota tim berkesempatan untuk berbicara.</li>
<li><strong><em>Starbursting</em></strong>: Mencari jawaban untuk pertanyaan &#8220;mengapa&#8221; untuk menemukan ide-ide baru.</li>
<li><strong><em>SCAMPER</em></strong>: Memodifikasi atau menggabungkan produk atau proses yang ada untuk menemukan ide-ide baru.</li>
<li><strong><em>Reverse Brainstorming</em></strong>: Memikirkan bagaimana masalah dapat dipecahkan dengan mengubah sudut pandang dari solusi tradisional (cara yang sering digunakan dan dikenal untuk mengatasi masalah tertentu).</li>
<li><strong><em>Mind Mapping</em></strong>: Menggambar diagram untuk memvisualisasikan hubungan antara ide-ide dan menemukan solusi baru.</li>
<li><strong><em>Brainwriting</em></strong>: Anggota tim menuliskan ide mereka pada kertas, kemudian memindahkan kertas tersebut ke anggota lain, dan melanjutkan proses menulis.</li>
</ol>
<p>Metode yang digunakan tergantung tujuan dari <em>brainstorming</em> dan preferensi tim, namun penting untuk memastikan bahwa metode yang dipilih membantu menumbuhkan ide-ide baru dan kreatif.Top of Form</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Kekurangan dan Kelebihan Melakukan <em>Brainstorming</em></strong></span></h2>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Kelebihan</strong></span></p>
<ol>
<li>Meningkatkan kreativitas dan inovasi: membantu memunculkan ide-ide baru dan menghasilkan solusi yang inovatif.</li>
<li>Mendorong partisipasi aktif: membantu memastikan bahwa setiap anggota tim terlibat.</li>
<li>Memperluas pandangan: memungkinkan anggota tim untuk berpikir di luar kotak dan menemukan solusi yang tidak biasa.</li>
<li>Meningkatkan kerja sama tim: mempererat hubungan antar anggota tim.</li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Kekurangan</strong></span></p>
<ol>
<li>Kemungkinan tidak ada solusi yang memuaskan: tidak selalu menghasilkan solusi yang sesuai harapan.</li>
<li>Ada kemungkinan satu atau beberapa individu akan mengambil alih sesi dan membatasi partisipan mengemukakan ide.</li>
<li>Kurangnya fokus: terlalu berorientasi pada ide-ide yang tidak realistis dan tidak memiliki solusi yang jelas.</li>
<li>Waktu yang terbuang: Memakan waktu yang banyak dan tidak selalu menghasilkan solusi memuaskan.</li>
</ol>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Prinsip-Prinsip</span> </strong></h2>
<p>Prinsip-prinsip <em>Brainstorming</em> antara lain:</p>
<ol>
<li>Mengumpulkan sebanyak mungkin ide, tidak peduli seberapa buruk atau aneh ide tersebut.</li>
<li>Semua anggota tim harus menahan diri untuk tidak menilai atau mengejek ide-ide yang diberikan oleh anggota lain.</li>
<li>Pada tahap awal, Anda sebagai pemimpin <em>brainstorming</em> harus berfokus untuk mengumpulkan ide, bukan menilai ide tersebut.</li>
<li>Semua ide harus diterima dan dicatat, meskipun terdengar tidak mungkin atau tidak masuk akal.</li>
<li>Setiap anggota harus bebas untuk berekspresi dan memberikan ide-ide mereka.</li>
<li>Masing-masing anggota harus saling bekerja sama dan menindaklanjuti ide-ide yang diberikan anggota lain.</li>
<li>Semua anggota tim harus menghormati satu sama lain dan memberikan kesempatan untuk setiap orang berbicara.</li>
<li>Bangun suasana yang positif dan menyenangkan agar anggota tim bisa berpikir dengan lebih bebas.</li>
<li>Anggota harus terbuka terhadap solusi-solusi baru dan tidak terlalu terpaku pada solusi-solusi yang sudah ada.</li>
<li>Fokus dari brainstorming adalah untuk mencari solusi atas masalah, bukan untuk menyalahkan atau menilai individu tertentu.</li>
</ol>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Kunci Sukses Berjalannya <em>Brainstorming</em></strong></span></h2>
<ol>
<li>Sebelum memulai sesi, pastikan bahwa semua anggota kelompok memahami tujuan dan masalah.</li>
<li>Pemimpin yang baik dapat membantu memfasilitasi sesi dan memastikan bahwa prinsip-prinsip <em>brainstorming</em></li>
<li>Pilih anggota yang memiliki latar belakang dan <em>skill</em> yang beragam, sehingga dapat memberikan ide-ide yang beragam.</li>
<li>Suasana yang santai dan bebas.</li>
<li>Memastikan semua ide tercatat dengan baik sehingga tidak ada yang hilang atau terlupakan.</li>
<li>Pastikan durasi sesi sesuai dan tidak terlalu lama atau terlalu pendek.</li>
<li>Setelah sesi selesai, pastikan untuk mengevaluasi hasil dan memutuskan tindak lanjut yang sesuai.</li>
</ol>
<p>Semoga seluruh informasi di atas bisa menjawab pertanyaan Anda terkait dengan <em>brainstorming</em>. Begitupun jika Anda memiliki pertanyaan atau bingung bagaimana cara mendapatkan uang pinjaman cepat karena ada kebutuhan mendesak silahkan hubungi CS Danafina melalui Chat Whatsapp (No call) atau download aplikasinya <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.appsmakerstore.appDanafina" target="_blank" rel="noopener">disini</a>.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/brainstorming-adalah/">Brainstorming adalah : Definisi Hingga Kunci Sukses Brainstorming</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/brainstorming-adalah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Interview yang Baik Agar Diterima di Perusahaan Impian</title>
		<link>https://www.danafina.com/cara-interview-yang-baik-agar-diterima/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/cara-interview-yang-baik-agar-diterima/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2023 14:29:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[interview]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6698</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahukah anda, bagaimana cara interview yang baik agar diterima? Bagi anda yang baru lulus sekolah atau kuliah, pasti akan memikirkan langkah berikutnya, apakah akan melanjutkan kuliah ke jenjang lang lebih tinggi atau akan langsung bekerja. Bagi yang akan melanjutkan kuliah lagi tentu saja akan berhadapan dengan urusan akademis. Namun bagi yang akan bergelut di dunia &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-interview-yang-baik-agar-diterima/">Cara Interview yang Baik Agar Diterima di Perusahaan Impian</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-6699 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/01/Cara-Interview-yang-Baik-Agar-Diterima-.png" alt="Cara Interview yang Baik Agar Diterima" width="600" height="400" /></p>
<p>Tahukah anda, bagaimana cara interview yang baik agar diterima? Bagi anda yang baru lulus sekolah atau kuliah, pasti akan memikirkan langkah berikutnya, apakah akan melanjutkan kuliah ke jenjang lang lebih tinggi atau akan langsung bekerja. Bagi yang akan melanjutkan kuliah lagi tentu saja akan berhadapan dengan urusan akademis.</p>
<p>Namun bagi yang akan bergelut di dunia kerja, maka anda akan berhadapan dengan segala beban pekerjaan yang berhubungan dengan kewajiban yang harus dilakukan tentunya.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/cara-menarik-perhatian-audiens-saat-presentasi/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cara Menarik Perhatian Audiens Saat Presentasi</span></a></strong></span></p>
<p>Bekerja adalah istilah yang diperuntukkan bagi orang-orang yang akan bergabung ke dalam suatu perusahaan atau instansi pemerintah yang mencakup segala macam aturan di dalamnya. Akan tetapi, tentunya anda akan mendapatkan hak-hak hasil dari kerja keras tersebut setelah melakukan kewajiban.</p>
<p>Apabila ingin masuk ke dunia kerja, maka langkah pertamanya adalah melamar pekerjaan terlebih dahulu, melakukan serangkaian <em>test</em>, dan terakhir yaitu <em>interview</em> langsung dengan bagian yang berwenang di perusahaan atau instansi terkait.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Faktor Penyebab</span> </strong></h2>
<p>Bagi Sebagian orang melakukan <em>interview</em> adalah tantangan tersendiri yang mau tidak mau harus dilaksanakan agar bisa segera bergabung untuk bekerja. Namun tahukah anda jika <em>interview</em> adalah salah satu faktor kegagalan yang harus dihindari ketika melamar pekerjaan?</p>
<p>Bagi anda yang memiliki nilai akademis bagus tentunya tidak akan kesulitan melakukan <em>test</em> tertulis, bahkan <em>test</em> psikotes pun bisa di isi dengan sangat baik. Tapi ada saja ketika nilai <em>test</em> tersebut bagus, tapi justru ketika <em>interview</em> nilainya jeblok? Apa yang menjadi penyebabnya?</p>
<p>Faktor penyebabnya cukup banyak, di antaranya :</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1. Kurang Memahami <em>Job Description</em> Yang Akan di Lamar</strong></span></h3>
<p>Yang menginterview anda pastinya akan menanyakan <em>job description</em> tentang pekerjaan yang Anda lamar. Oleh karena itu, pahami <em>job description</em> dari pekerjaan yang akan dilamar tersebut setidaknya secara garis besarnya saja.</p>
<p>Secara detil memang bagus, namun untuk urusan <em>interview</em> mengutarakan garis besarnya pun sudah lebih dari cukup. Hal ini mengindikasikan bahwa anda siap bergabung dengan perusahaan atau instansi yang dilamar.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2. Merasa Diri Kurang Baik Sehingga Tidak Percaya Diri</strong></span></h3>
<p>Percaya diri adalah kunci utama bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan kepada anda. Ingat bahwa anda melamar pekerjaan tersebut karena merasa cocok dengan kualifikasi yang dibutuhkan sehingga tidak ada istilah merasa tidak mampu. Apalagi memperlihatkan kesan ketidakmampuan tersebut di hadapan yang menginterview.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3. Gugup Yang Berlebihan</strong></span></h3>
<p>Gugup pasti ada, namun jangan sampai berlebihan karena jika berlebihan dipastikan pikiran anda akan terganggu dan tidak fokus ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada anda. Sayang sekali jika nilai tes tertulis dan tes psikotes bagus namun kurang bagus pada saat interview bukan?</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara <em>Interview</em> yang Baik Agar Diterima</strong></span></h2>
<p>Karena tujuan utama adalah bisa diterima pada pekerjaan yang anda lamar, maka anda harus melakukan beberapa cara di bawah ini sehingga potensi lolos bisa lebih besar melalui interview. Begini cara <em>interview</em> yang baik agar diterima :</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1. Gunakan Pakaian Yang Baik</strong></span></h3>
<p>Kesan pertama harus menunjukkan bahwa anda adalah orang yang serius ingin bergabung dengan perusahaan atau instansi. Yang paling menonjol pertama kali adalah penampilan, penampilan selain rambut yang rapi, juga menggunakan pakaian yang baik dan rapi sesuai dengan budaya perusahaan.</p>
<p>Biasanya ketika melakukan <em>interview</em> adalah menggunakan pakaian yang sopan dan rapi, anda bisa menggunakan kemeja, celana kain, dan sepatu pantopel.</p>
<p>Usahakan jangan menggunakan kaos, celana jeans, dan menggunakan sepatu sport yang tidak cocok digunakan pada saat <em>interview</em>. Jangan salah, bahwa pada penampilan pun akan menjadi penilaian.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2. Bersikap Tenang</strong></span></h3>
<p>Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya jika anda tidak tenang bahkan gugup secara berlebihan akan menyebabkan pikiran kalut dan tidak fokus. Oleh karena itu, agar selalu bersikap tenang dan santai sehingga dapat menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan.</p>
<p>Bagi yang belum terbiasa, cobalah untuk berlatih di rumah seperti di depan kaca atau mungkin di depan keluarga. Hal ini bertujuan untuk membiasakan diri bagi anda yang akan melakukan interview di perusahaan atau instansi yang di lamar.</p>
<p>Sisi baik bersikap tenang tentunya akan menambah nilai plus dan kesan yang positif sehingga peluang diterima akan jauh lebih besar.</p>
<p>Ingat, bukan hanya anda saja yang melamar pada pekerjaan tersebut, melainkan banyak orang yang sama-sama melamar di posisi yang sama. Oleh karena itu, mutlak dilakukan bersikap tenang ketika sedang melaksanakan <em>interview</em>.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3. <em>Job Descritption</em> Dan Profil Perusahaan Wajib Diketahui</strong></span></h3>
<p><em>Job description</em> harus anda ketahui dengan baik, begitupula profil perusahaan harus anda kuasai. Jangan sampai tidak tahu apa-apa mengenai kedua hal tersebut.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman dari sekian banyak orang yang melamar pekerjaan di suatu perusahaan atau instansi, pertanyaan wajib yang harus dijawab oleh pelamar yaitu mengenai <em>job description</em> dan profil perusahaan.</p>
<p>Setidaknya anda bisa menjawab secara garis besarnya saja daripada tidak bisa menjawab sama sekali karena akan mengurangi minat perusahaan terhadap anda yang tidak ingin mencari tahu akan hal tersebut yang sifatnya harus diketahui.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4. Datang Tepat waktu</strong></span></h3>
<p>Usahakan datang sesuai yang di informasikan pada saat akan melaksanakan sesi <em>interview</em>. Kalau bisa anda harus datang paling minimal 15 menit sebelum dimulainya acara. Tujuan datang lebih awal yaitu untuk menunjukkan bahwa anda berusaha berkomitmen dengan jadwal yang sudah ditentukan.</p>
<p>Sebaliknya, jika anda datang melebihi waktu yang telah ditentukan, maka hal ini akan mengindikasikan bahwa anda tidak serius mengikuti sesi interview. Atau lebih parahnya lagi tidak akan diterima hanya karena datang tidak tepat waktu entah apapun alasannya.</p>
<p>Sebenarnya jika anda tidak bisa hadir karena alasan yang mendesak bisa di re-schedule. Artinya anda bisa meminta penjadwalan ulang dengan cara memundurkan waktu kesepakatan atau memundurkan hari yang telah disepakati sebelumnya. Intinya adalah harus ada komunikasi antara anda sebagai pelamar dengan yang akan menginterview anda.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>5. Yakinkan Dengan Menunjukkan Nilai Jual Diri Yang Berkualitas</strong></span></h3>
<p>Secara umum pasti akan ada pertanyaan yang menanyakan kepada anda tentang keahlian dan kemampuan diri sehingga layak bergabung dengan perusahaan atau instansi tersebut. Nah, untuk jawaban ini harus dengan memperjelas nilai jual yang anda miliki.</p>
<p>Jawab dengan sebaik-baiknya namun tidak berlebihan memuji diri sendiri karena akan dinilai kurang baik di mata penilai.</p>
<p>Sebagai contoh jika anda melamar sebagai seorang <em>sales</em>, maka tunjukkan bahwa anda memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan menunjukkan sifat seperti itu agar penilai merasa yakin dengan kemampuan anda dan memiliki peluang besar untuk lolos interview.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>6. Gunakan Bahasa Tubuh Sewajarnya</strong></span></h3>
<p>Bahasa tubuh seperti mimic muka, Gerakan tangan, atau bahkan gerakkan badan bisa membantu anda dalam meyakinkan penilai bahwa anda adalah orang yang cocok bergabung dengan perusahaan atau instansi tersebut.</p>
<p>Namun yang perlu anda perhatikan mengenai Bahasa tubuh ini tidak menunjukkan sikap yang berlebihan. Lakukanlah dengan sewajarnya sesuai dengan pertanyaan yang dilontarkan kepada anda.</p>
<p>Itulah cara interview yang baik agar diterima di tempat kerja yang baru. Dengan melakukan tahapan-tahapan di atas, peluang untuk lolos tes interview menjadi lebih besar. Semangat dan selamat mencoba!</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-interview-yang-baik-agar-diterima/">Cara Interview yang Baik Agar Diterima di Perusahaan Impian</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/cara-interview-yang-baik-agar-diterima/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fungsi Keuangan Dalam Perusahaan Demi Bisnis Lebih Baik</title>
		<link>https://www.danafina.com/fungsi-keuangan-dalam-perusahaan/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/fungsi-keuangan-dalam-perusahaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2023 01:53:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[modal bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6629</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fungsi Keuangan Dalam Perusahaan. Setiap aktivitas perusahaan pastinya tidak terlepas dari fungsi utama manajemen keuangan. Karena dengan manajemen keuangan yang baik, membuat proses alokasi dana menjadi lebih mudah. Sehingga proses produksi bisa berjalan lancar sesuai harapan. Inilah pentingnya fungsi keuangan dalam perusahaan. Baca Juga : Perbedaan B2B dan B2C yang Harus Diketahui Pemula! Manajeman keuangan &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/fungsi-keuangan-dalam-perusahaan/">Fungsi Keuangan Dalam Perusahaan Demi Bisnis Lebih Baik</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6630 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/01/fungsi-keuangan-dalam-perusahaan.png" alt="fungsi keuangan dalam perusahaan" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Fungsi Keuangan Dalam Perusahaan</span>.</strong> Setiap aktivitas perusahaan pastinya tidak terlepas dari fungsi utama manajemen keuangan. Karena dengan manajemen keuangan yang baik, membuat proses alokasi dana menjadi lebih mudah. Sehingga proses produksi bisa berjalan lancar sesuai harapan. Inilah pentingnya fungsi keuangan dalam perusahaan<strong>.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/perbedaan-b2b-dan-b2c/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Perbedaan B2B dan B2C yang Harus Diketahui Pemula!</span></a></strong></span></p>
<p>Manajeman keuangan bukan hanya tugas dari divisi keuangan, melainkan tugas pimpinan perusahaan sebagai penanggungjawab utama dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan investasi maupun untuk pembiayaan perusahaan yang bersangkutan.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Faktor Penting Manajemen Keuangan Perusahaan</strong></span></h2>
<p>Ada beberapa hal yang wajib anda ketahui dalam pengelolaan keuangan perusahaan sehingga fungsi keuangan bisa diterapkan dengan benar. Berikut penjelasannya :</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1. Investasi</strong></span></h3>
<p>Keuangan perusahaan yang harus di perhatikan pertama yaitu mengalokasikan modal dengan sangat baik, cerdas, dan berorientasi untuk jangka panjang. Istilah lainnya yaitu <em>capital budgeting</em> dalam rangka mengalokasikan modal  untuk jangka panjang, sehingga bisa mendapatkan imbal hasil yang jauh lebih baik di masa yang akan datang.</p>
<p>Ada 2 aspek keputusan investasi dalam perusahaan yang perlu anda ketahui, yaitu :</p>
<ul>
<li>Evaluasi investasi yang berhubungan dengan profitabilitas, dan.</li>
<li>Perbandingan pemotongan yang berhubungan dengan investasi baru dengan investasi yang sudah berjalan.</li>
</ul>
<p>Investasi bisa diibaratkan seperti pedang bermata dua, artinya perusahaan tidak akan tahu hasilnya di masa yang akan datang apakah akan berjalan dengan baik atau justru mengalami kendala. Oleh karena itu, karena sifat investasi adalah ketidakpastian maka akan muncul yang namanya risiko.</p>
<p>Faktor risiko sangat penting dalam menjalankan roda bisnis perusahaan yang berhubungan dengan investasi, oleh karena itu sangat penting dilakukan dalam menghitung hasil yang diinginkan dari investasi yang sifatnya prospektif di masa yang akan datang.</p>
<p>Perlu anda pahami bahwa keputusan berinvestasi bukan hanya melibatkan modal yang tersedia untuk di alokasikan pada aset jangka panjang, melainkan juga keputusan lainnya untuk menambah dana investasi yang di ambil berdasarkan hasil penjualan aset yang kurang digunakan namun masih memiliki nilai.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2. Ketepatan mengambil keputusan</strong></span></h3>
<p>Manajeman keuangan bukan hanya soal investasi, melainkan juga soal mengambil keputusan yang tepat yang dilakukan oleh pemangku kebijakan terutama dalam hal mengelola keuangan. Sangat penting membuat keputusan yang baik agar bisnis yang dijalankan bisa tumbuh dan berkembang sesuai yang diinginkan.</p>
<p>Selain itu, untuk dana yang didapat juga harus mendapatkan keputusan yang baik melalui berbagai cara. Dengan begitu, maka ada campuran modal ekuitas dan utang yang perlu diperhatikan dengan benar sebagai struktur utama modal perusahaan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3. Kebijakan dividen</strong></span></h3>
<p>Tujuan berdirinya perusahaan adalah untuk mendapatkan keuntungan dan pengembalian yang positif dari hasil keuntungan. Selanjutnya dalam hal profitabilitas harus bisa memutuskan persentase keuntungan kepada para pemegang saham dan sektor lainnya dan sisanya bisa dipertahankan untuk hal lainnya dalam roda bisnis perusahaan.</p>
<p>Kunci dari pengambilan keputusan kebijakan dividen adalah manajer keuangan harus bisa memaksimalkan nilai pasar perusahaan sehingga rasio pembayaran dividen bisa dihitung dengan mudah.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4. Keputusan likuiditas</strong></span></h3>
<p>Penting sekali menjaga posisi likuiditas perusahaan untuk mengantisipasi kebangkrutan karena likuiditas merupakan bagian penting keuangan perusahaan  agar tetap sehat. Oleh karena itu, profitabilitas, risiko, dan likuiditas semuanya saling berkaitan satu sama lain sehingga aset menjadi lancar. Aset lancar harus dinilai dengan tepat dan pada jangka waktu tertentu harus dibuang ketika sudah tidak memiliki nilai dan tidak menguntungkan.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Fungsi Keuangan Dalam Perusahaan</strong></span></h2>
<p>Fungsi keuangan dalam perusahaan memiliki tujuan utama yaitu bisa memaksimalkan keuangan agar mendapatkan profitabilitas yang sangat baik dan menjadi perusahaan yang sehat dan berkembang. Untuk lebih jelasnya, berikut fungsi keuangan dalam perusahaan :</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1. Menjaga cash flow perusahaan</strong></span></h3>
<p>Cash flow adalah arus kas, perusahaan yang sehat adalah cash flow yang baik ketika saat melakukan pembiayaan terhadap berbagai macam kebutuhan operasional. Mulai dari investasi, pemeliharaan, pembelian bahan baku, hinnga pembayaran gaji ke karyawan yang terlibat di dalamnya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2. Memaksimalkan keuntungan</strong></span></h3>
<p>Perusahaan yang baik dikelola oleh orang-orang yang saling bersinergi satu sama lain di dalam perusahaan sehingga bisa memaksimalkan keuntungan dan mendapatkan laba yang diinginkan.</p>
<p>Hal yang paling berperan terkait keuangan adalah bagian keuangan dan keputusan pemangku jabatan puncak agar hasil keuntungan bisa dikembangan dalam bentuk investasi jangka Panjang. Inilah alasan kenapa anda harus mengambil keputusan dengan baik sebagai langkah tepat dalam mengelola keuntungan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3. Persiapan struktur modal</strong></span></h3>
<p>Setiap perusahaan tentu saja memerlukan modal yang cukup besar dalam mengembangkan usahanya. Dengan demikian, seorang manajer keuangan atau bagian keuangan harus bisa memutuskan Tindakan dalam jangka Panjang.</p>
<p>Terutama tingkat rasio antara pembiayaan perusahaan dengan pinjaman keuangan agar bisa seimbang. jika hal ini dimaksimalkan, bukan tidak mungkin perusahaan akan berkembang dengan pesat.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4. Memanfaatkan keuangan dengan sebaik-baiknya</strong></span></h3>
<p>Fungsi lainnya adalah adanya peluang yang menjanjikan untuk mengembangkan perusahaan ke arah yang lebih baik.</p>
<p>Oleh karena itu maka seorang manajer keuangan harus bisa mewujudkannya dengan cara memanfaatkan keuangan secara maksimal agar menghindari tingkat kerugian yang tidak semestinya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>5. Pembagian dividen dengan benar</strong></span></h3>
<p>penting bagi seorang manajer keuangan dan atau bagian keuangan bisa membagikan dividen kepada para pemegang saham, dengan begitu manajer keuangan perlu memaksimalkan kekayaan perusahaan sehingga bisa meningkatkan nilai tambah perusahaan terutama bagi perusahaan yang sudah masuk ke dalam pasar saham.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>6. Peningkatan efisiensi</strong></span></h3>
<p>Memiliki laba bukan berarti bisa dengan mudah mengeluarkan uang untuk investasi, justru hal ini akan menjadi boomerang tersendiri bagi perusahaan yang menerapkan hal ini.</p>
<p>Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa berinvestasi memerlukan perhitungan yang tepat agar terhindar dari kerugian.</p>
<p>Oleh karena itu, lebih utama agar memaksimalkan aset yang ada dan berusaha melakukan berbagai macam hal untuk tindakan yang efektif dan efisien sehingga semua departemen atau bagian-bagian dalam perusahaan bisa bekerja dengan sebaik-baiknya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>7. Perusahaan yang berkelanjutan</strong></span></h3>
<p>Fungsi keuangan selanjutnya adalah bisa mengontrol pemasukan dan pengeluaran agar stabil dan tidak dianggap perusahaan yang tidak sehat karena cash flow yang tidak sehat.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/pinjaman-pasti-cair/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Pinjaman Pasti Cair Pengajuannya Online, Proses 2 Jam Saja!</span></a></strong></span></p>
<p>Dengan demikian, kinerja seorang manajer keuangan dan pemangku jabatan penting yang berhubungan dengan keuangan, sangat menentukan pada keberlanjutan perusahaan. Oleh karena itu, setiap keputusan yang diambil harus benar-benar dalam pertimbangan semua pihak.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>8. Meminimalisir resiko operasional</strong></span></h3>
<p>Manajer keuangan harus mampu dalam meminimalisir resiko operasional selama roda perusahaan berjalan, Dengan memperhatikan resiko ini, bukan tidak mungkin perusahaan bisa tumbuh dan berkembang, bahkan bisa meminimalisir kerugian dengan baik.</p>
<p>Melakukan manajemen keuangan adalah hal terpenting yang harus dilakukan oleh perusahaan. Karena salah satu fungsi keuangan dalam perusahaan adalah dapat menentukan apakah perusahaan anda untung ataukah merugi.</p>
<p>Maka dari itu, lakukan pengelolaan atau manajemen keuangan perusahaan agar perusahaan dapat berkembang dengan baik. Perusahaan yang maju, dapat dilihat dari pengelolaan keuangan yang dilakukan sudah berjalan baik.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/fungsi-keuangan-dalam-perusahaan/">Fungsi Keuangan Dalam Perusahaan Demi Bisnis Lebih Baik</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/fungsi-keuangan-dalam-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Meminta Kenaikan Gaji Sesuai Etika dan Anti Penolakan</title>
		<link>https://www.danafina.com/tips-meminta-kenaikan-gaji/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/tips-meminta-kenaikan-gaji/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2022 04:57:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[salary]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6596</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tips Meminta Kenaikan Gaji. Pernahkah Anda merasa tanggung jawab yang di emban tidak sepadan dengan gaji yang diterima setiap bulan? Oke wajar kalau posisinya Anda adalah seorang lulusan baru yang sama sekali belum ada pengalaman di dunia kerja. Loh kenapa begitu? Ketika Anda sudah mempunyai pengalaman, Anda bisa mengajukan kenaikan gaji apabila di perpanjang di &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/tips-meminta-kenaikan-gaji/">Tips Meminta Kenaikan Gaji Sesuai Etika dan Anti Penolakan</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6600 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/12/Tips-Meminta-Kenaikan-Gaji.png" alt="Tips Meminta Kenaikan Gaji" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Tips Meminta Kenaikan Gaji</span>. </strong>Pernahkah Anda merasa tanggung jawab yang di emban tidak sepadan dengan gaji yang diterima setiap bulan? Oke wajar kalau posisinya Anda adalah seorang lulusan baru yang sama sekali belum ada pengalaman di dunia kerja.</p>
<p>Loh kenapa begitu? Ketika Anda sudah mempunyai pengalaman, Anda bisa mengajukan kenaikan gaji apabila di perpanjang di perusahaan tersebut dan memiliki performa kerja yang bagus.</p>
<p>Bagaimana setuju?</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/cara-mendapatkan-pekerjaan-remote/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cara Mendapatkan Pekerjaan Remote Secara Mudah</span></a></strong></span></p>
<p>Namun jika posisinya Anda sudah bekerja di perusahaan tersebut kurang lebih 3 tahun tapi gaji segitu-gitu saja? Bukannya gaji naik justru malah beban kerja yang bertambah alhasil munculah <em>burnout</em>.</p>
<p>Mungkin sebenarnya Anda ingin sekali meminta atasan untuk menaikkan gaji hanya bingung bagaimana harus mengatakannya. Jika iya, berikut ini akan Kami bocorkan tips meminta kenaikan gaji sesuai etika dan anti penolakan simak baik-baik ya.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Alasan Meminta Naik Gaji</strong></span></h2>
<p>Sebelum Anda menyimak tips meminta kenaikan gaji ke atasan, kira-kira apa alasan Anda meminta kenaikan gaji? Jika mendapatkan pertanyaan demikian, apa jawaban Anda?</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, yuk simak 10 alasan meminta kenaikan gaji yang tepat nan elegan :</p>
<ol>
<li>Anda telah bekerja dengan baik dan telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan.</li>
<li>Anda telah mengambil tanggung jawab tambahan di tempat kerja Anda.</li>
<li>Anda telah menunjukkan inisiatif dan kemampuan untuk belajar dan berkembang di tempat kerja.</li>
<li>Anda telah mencapai tujuan dan target yang ditetapkan.</li>
<li>Anda telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap perusahaan dan telah menjadi anggota yang aktif dalam tim kerja.</li>
<li>Anda telah mengambil inisiatif untuk mempelajari dan mengembangkan kemampuan baru yang berguna bagi perusahaan.</li>
<li>Anda telah memperoleh pengalaman tambahan di luar tempat kerja yang bermanfaat bagi perusahaan Anda.</li>
<li>Anda merasa bahwa gaji yang Anda terima saat ini tidak sesuai dengan tingkat pengalaman dan kemampuan.</li>
<li>Ada perubahan signifikan dalam keadaan pasar yang membuat gaji Anda tidak kompetitif lagi.</li>
<li>Anda merasa bahwa Anda telah bekerja keras dan memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan, dan merasa bahwa kenaikan gaji adalah tanda penghargaan yang layak untuk itu.</li>
</ol>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Tips Meminta Kenaikan Gaji Sesuai Etika dan Anti Penolakan</span> </strong></h2>
<p>Berikut 7 tips meminta kenaikan gaji yang dapat Anda terapkan langsung, ingat harus secara sopan ya..</p>
<ol>
<li><strong><span style="color: #000000;">Riset Standar Gaji di Perusahaan</span> </strong></li>
</ol>
<p>Pertama adalah lakukan riset gaji di perusahaan agar tehindar dari tindakan ceroboh seperti mengajukan nominal gaji yang tidak masuk akal.</p>
<p>Cara yang tepat untuk mencari tahunya yaitu dengan bertanya pada rekan kerja yang jabatannya setara dengan Anda atau kalau mau Anda tanyakan kepada teman (lain perusahaan).</p>
<p>Jika merasa malu dan sungkan manfaatkan beberapa situs seperti indeed, glassdor, linkedin, Qerja.com serta karir.com.</p>
<ol start="2">
<li><strong><span style="color: #000000;">Kuatkan Mental dan Tampil Percaya Diri</span> </strong></li>
</ol>
<p>Sebelum Anda memutuskan untuk meminta kenaikan gaji kuatkan mental dan tampil percaya diri. Mengapa? Sebab secara tidak langsung berpengaruh terhadap pandangan atasan atas performa kinerja Anda.</p>
<p>Coba bayangkan ketika Anda meminta waktu atasan dengan malu-malu bahkan minder tentu atasan akan menilai Anda negatif tapi kalau sebaliknya? Atasan pun akan menghargai waktu dan niat Anda.</p>
<ol start="3">
<li><strong><span style="color: #000000;">Pilih Waktu yang Tepat</span> </strong></li>
</ol>
<p>Pemilihan waktu juga sangat berpengaruh, satu-satunya waktu yang tepat yaitu ketika <em>workload</em> Anda terasa tinggi dan tidak sebanding dengan <em>salary. </em>Apabila Anda tidak meminta waktu untuk bernegosiasi soal <em>salary</em> ke atasan sesegera mungkin, atasan Anda akan berpikir bahwa Anda masih mampu menghandle pekerjaan dengan gaji yang telah ditetapkan sebelumnya.</p>
<p>Melansir dari situs skillacademy.com sebaiknya pertimbangkan faktor-faktor berikut sebelum Anda meminta kenaikan gaji :</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Kondisi keuangan perusahaan </strong></span></li>
</ul>
<p>Penting untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan Anda saat ini cobalah amati bagian operasional perusahaan. Bila Anda melihat banyak karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan sedang menghemat pengeluaran. Sehingga kurang tepat kalau Anda tiba-tiba meminta kenaikan gaji.</p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #000000;">Kondisi atasan Anda</span> </strong></li>
</ul>
<p>Coba lihat atasan atau manajer Anda apakah kondisi moodnya sedang bagus, <em>stress</em> atau sedang menangani banyak pekerjaan. Bisa menjadi mimpi buruk kalau Anda tiba-tiba menghampiri beliau untuk meminta kenaikan gaji jika kondisinya sangat kurang baik.</p>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Persiapkan Daftar Pencapaian Anda</span> </strong></li>
</ol>
<p>Saatnya menunjukkan kesombongan Anda di depan atasan. Tunggu dulu sombong disini maksudnya dalam artian positif, sebaiknya Anda siapkan daftar pencapaian selama Anda bekerja sehingga layak untuk naik gaji selain itu jika memang pekerjaan yang dikerjakan sangat <em>overload</em> sampaikan ke atasan.</p>
<p>Jangan mengada-ngada apalagi sampai mendongakkan kepala (seperti orang sombong atau angkuh), katakan juga hal-hal yang Anda suka dari perusahaan, oh iya ada lagi yang hampir saja terlupakan sampaikan keinginan Anda di masa depan (berkaitan dengan karir / pekerjaan) sekiranya dapat memberikan nilai lebih pada perusahaan.</p>
<ol start="5">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Sampaikan Alasan yang Masuk Akal </strong></span></li>
</ol>
<p>Paparkan alasan yang masuk akal, fokus pada alasan mengapa Anda pantas naik gaji bukan mengapa Anda membutuhkannya.</p>
<p>Menurut Beth Monaghan CEO dari inkhouse.com mengemukakan “sudah terlalu sering orang berpendapat bahwa kenaikan gaji itu karena mereka membutuhkannya. Tetapi seorang pemberi kerja (perusahaan) ingin memberikan kenaikan gaji kepada karyawannya karena berdasarkan kinerja yang Anda lakukan”</p>
<p>Sempat tadi kami bahas juga sebelumnya mengenai 10 alasan meminta kenaikan gaji yang tepat nan elegan. Silahkan Anda baca kembali dan terapkan langsung.</p>
<ol start="6">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Diskusikan Secara Langsung Jangan Melalui Email </strong></span></li>
</ol>
<p>Lebih baik sampaikan langsung ke atasan jangan melalui email karena dianggap sangat tidak sopan. Gunakan email itu hanya untuk membuat janji temu sedangkan untuk membahas kenaikan gaji sampaikanlah secara langsung.</p>
<p>Harus di akui memang untuk berbicara secara langsung tidaklah mudah apalagi membahas tentang uang. Namun, Anda harus tahu atasan akan sangat menghargai Anda.</p>
<p>Ini pun juga mempermudah atasan untuk menanyakan alasan serta mendapatkan jawaban langsung dari Anda.</p>
<p>Lebih beretika dan sopan bukan? Perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda ingin di perlakukan, oke setuju? Mari lanjut ke poin terakhir.</p>
<ol start="7">
<li><strong><span style="color: #000000;">Persiapkan Rencana Cadangan</span> </strong></li>
</ol>
<p>Mempersiapkan rencana cadangan jikalau permintaan kenaikan gaji Anda ditolak oleh atasan walaupun sebenarnya Anda sudah bekerja keras dan memenuhi syarat untuk naik gaji.</p>
<p>Anda bisa melakukan kompromi dengan atasan untuk memberikan kompensasi tambahan seperti tambahan cuti / bekerja <em>remote </em>atau memilih untuk berhenti dan mencari pekerjaan di perusahaan lain yang lebih menghargai kerja keras Anda.</p>
<p>Beberapa perusahaan biasanya memberikan <em>counter offer </em>bila Anda diketahui mendapatkan tawaran bekerja di tempat lain.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</span></a></strong></span></p>
<p>Namun, jika tidak Anda bisa melangkah keluar dengan senyum lebar karena sudah mempersiapkan rencana cadangan sebelumnya.</p>
<p>Seseorang yang mempunyai <em>value</em> atau nilai lebih tentu tidak takut untuk keluar dari perusahaan.</p>
<p>Itulah beberapa tips meminta kenaikan gaji sesuai etika dan anti penolakan, Anda pantas dibayar lebih jika sudah memberikan kinerja dan kontribusi terbaik untuk perusahaan.</p>
<p>Oh iya, jangan lupa pilih Danafina sebagai solusi keuangan ketika Anda butuh dana tunai cepat, silahkan download aplikasinya di google playstore atau <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.appsmakerstore.appDanafina" target="_blank" rel="noopener">klik</a>.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/tips-meminta-kenaikan-gaji/">Tips Meminta Kenaikan Gaji Sesuai Etika dan Anti Penolakan</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/tips-meminta-kenaikan-gaji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</title>
		<link>https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2022 05:57:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi pencari kerja]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6592</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Menolak Tawaran Kerja. Jika Anda sudah masuk ke dalam dunia kerja, Anda harus mampu menerima segala konsekuensi yang ada entah mendapatkan gaji yang underpaid, mampu bekerja di bawah tekanan dan masih banyak lagi. Maka dari itu bijaklah dalam membuat sebuah keputusan agar Anda tidak berhenti di tengah jalan sehingga terlihat tidak profesional. Mungkin terdengarnya &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/">Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6594 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/12/Cara-Menolak-Tawaran-Kerja.png" alt="Cara Menolak Tawaran Kerja" width="600" height="400" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menolak Tawaran Kerja</strong></span><strong>. </strong>Jika Anda sudah masuk ke dalam dunia kerja, Anda harus mampu menerima segala konsekuensi yang ada entah mendapatkan gaji yang <em>underpaid</em>, mampu bekerja di bawah tekanan dan masih banyak lagi.</p>
<p>Maka dari itu bijaklah dalam membuat sebuah keputusan agar Anda tidak berhenti di tengah jalan sehingga terlihat tidak profesional.</p>
<p>Mungkin terdengarnya sedikit naif apabila ada seseorang yang menolak tawaran kerja apalagi di jaman seperti sekarang banyak terjadi PHK dimana-mana. Bagaimanapun, Anda tentu memiliki alasan tersendiri biasanya sih tak jauh-jauh dari gaji.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/career-switch/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Career Switch : Definisi, Keuntungan – Kerugian dan Tips Penting!</span></a></strong></span></p>
<p>Mungkin gaji yang ditawarkan tidak sebesar di perusahaan Anda sebelumnya dikarenakan budget kebutuhan bulanan keluarga Anda cukup besar jadi lebih memilih mencari kembali pekerjaan dengan tawaran gaji yang hampir sama di perusahaan Anda terdahulu.</p>
<p>Anda ingin terlihat sopan dan profesional ketika menolak tawaran pekerjaan? Ini sangat penting untuk Anda lakukan agar nama baik Anda sebagai kandidat terjaga. Berikut ini akan Kami bahas mengenai bagaimana cara menolak tawaran kerja secara sopan dan tetap profesional serta alasan seseorang menolak tawaran kerja. Simak penjelasannya sampai akhir!</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Alasan Seseorang Menolak <em>Offering Letter</em></span></strong></h2>
<p>Untuk Anda yang belum tahu apa saja isi dari <em>offering letter</em> biasanya terdiri dari gaji serta kuntungan-keuntungan lain yang akan Anda dapatkan di perusahaan tersebut dan bila Anda merasa kecewa dengan <em>offering letter</em> yang tidak sesuai harapan itu wajar kok.</p>
<p>”Lalu alasan apa ya yang harus saya berikan ke rekruter untuk menolak <em>offering letter</em> tersebut?”</p>
<p>Berikut terdapat 7 alasan yang bisa Anda gunakan untuk menolak <em>offering letter </em>atau tawaran kerja, antara lain :</p>
<ol>
<li><strong><span style="color: #000000;">Anda Mendapatkan Penawaran yang Lebih Baik</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan pertama ini sangat umum dilakukan oleh kandidat ketika menolak <em>offering letter </em>atau tawaran kerja. Hal tersebut sangat mungkin terjadi mengingat Anda tentu tidak hanya melamar di satu perusahaan saja bukan?</p>
<p>Penawaran terbaik tersebut bisa datang dalam berbagai bentuk seperti gaji, jabatan hingga tunjangan atau fasilitas.</p>
<ol start="2">
<li><strong><span style="color: #000000;">Gaji yang Tidak Sesuai Standar</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan kedua adalah gaji yang ditawarkan, jika rentang gaji yang ditawarkan berada di bawah standar untuk posisi yang dilamar sebaiknya Anda tolak, lebih baik lagi kalau Anda sudah melakukan riset gaji sebelumnya untuk posisi yang dilamar.</p>
<ol start="3">
<li><strong><span style="color: #000000;">Tunjangan dan Fasilitas yang Tidak Sesuai</span> </strong></li>
</ol>
<p>Sebagai kompensasi dari pekerjaan Anda selain gaji tentu Anda akan mendapatkan tunjangan dan fasilitas lain. Beberapa tunjangan yang biasa perusahaan tawarkan antara lain asuransi jiwa, asuransi kesehatan, tunjangan pensiun, transportasi dan makan siang.</p>
<p>Kembali lagi kepada kebutuhan Anda sebab tidak semua tunjangan atau fasilitas yang diberikan sesuai dengan apa yang Anda butuhkan. Jika memang tidak sesuai, ini dapat dijadikan alasan untuk menolak <em>offering letter</em> atau tawaran kerja dari perusahaan.</p>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Minimnya Kesempatan untuk Mengembangkan Diri dan Karier</span> </strong></li>
</ol>
<p>Menurut Forbes, sebuah pekerjaan tidak hanya memberimu pendapatan tapi juga kesempatan untuk mengembangkan diri dan karir. Tanyakan kepada rekruter ketika sesi wawancara berlangsung jika jawaban yang diberikan terkesan abu-abu Anda bisa menolaknya.</p>
<ol start="5">
<li><strong><span style="color: #000000;">Budaya Perusahaan yang Tidak Cocok untuk Anda</span> </strong></li>
</ol>
<p>Apa yang dimaksud dengan budaya perusahaan? Budaya perusahaan adalah keyakinan, nilai, kepercayaan dan norma bersama yang menjadi ciri perusahaan.</p>
<p>Jika Anda seorang introvert dan lebih suka bekerja sendiri dibandingkan tim, namun ternyata perusahaan sangat mengutamakan kandidat yang mampu bekerja sama dalam tim.</p>
<p>Ketidakcocokan Anda dengan budaya perusahaan sangatlah berpengaruh terhadap kinerja oleh sebab itu Anda dapat menjadikan ketidakcocokan ini sebagai alasan.</p>
<ol start="6">
<li><strong><span style="color: #000000;">Minimnya Fleksibilitas</span> </strong></li>
</ol>
<p>Jika Anda adalah tipikal orang yang menyukai kebebasan dalam bekerja entah dari segi waktu dan tempat asal pekerjaan yang Anda tangani selesai tepat waktu maka Anda sangat tidak cocok bekerja di kantor yang penuh tekanan dan selalu lembur tiap malam. Anda lebih cocok bekerja remote atau jarak jauh, info lengkap untuk pekerjaan remote silahkan klik <a href="https://www.danafina.com/cara-mendapatkan-pekerjaan-remote/" target="_blank" rel="noopener">disini</a>.</p>
<ol start="7">
<li><strong><span style="color: #000000;">Perusahaan Menunjukkan Sikap yang Negatif</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan terakhir yang bisa Anda gunakan untuk menolak tawaran kerja adalah dengan melihat sikap negatif yang diberikan perusahaan sebelum/sesudah proses wawancara berlangsung. Apakah sejak awal proses wawancara selalu mengalami kemunduran waktu atau rekruter memberikan kesan negatif seperti tidak menghargai Anda sebagai kandidat.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</strong></span></h2>
<ol>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Yakinkan Diri Ketika Menolak Tawaran Kerja</strong></span></li>
</ol>
<p>Cara menolak tawaran kerja yang pertama adalah menyakinkan diri sendiri. Sebelum memutuskan untuk menolak tawaran kerja atau <em>offering letter </em>pertimbangkan secara matang. Setelah Anda benar-benar yakin langsung kirimkan email kepada rekruter jangan biarkan mereka menunggu jawaban Anda terlalu lama.</p>
<ol start="2">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Mengubah Subjek Email</strong></span></li>
</ol>
<p>Balas email penolakan dengan mengubah Subjek email: Declining [Job Title] Offering Letter at [Company Name]. Tujuannya agar penolakan <em>offering letter</em> di proses cepat sehingga perusahaan bisa mencari kandidat lain.</p>
<ol start="3">
<li><strong><span style="color: #000000;">Ucapkan Terima Kasih</span> </strong></li>
</ol>
<p>Jangan lupa ucapkan rasa terima kasih tindakan kecil yang Anda lakukan tersebut sangatlah berharga di mata rekruter. Baik Anda maupun rekruter sama-sama menghabiskan waktu cukup banyak untuk sampai pada tahapan penawaran kerja atau <em>offering letter</em>.</p>
<p>Berikut adalah beberapa contoh ucapakan terima kasih yang bisa Anda coba ketika menolak tawaran pekerjaan:</p>
<ul>
<li>Terima kasih untuk kesempatan yang telah Anda diberikan</li>
<li>Saya ingin berterima kasih pada Anda telah menawarkan saya kesempatan berharga ini</li>
<li>Saya ingin berterima kasih kepada Anda karena telah menawarkan saya di posisi xxx</li>
</ul>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Berikan Alasan Penolakan</span> </strong></li>
</ol>
<p>Tadi sempat dibahas mengenai 7 alasan yang bisa Anda gunakan untuk menolak tawaran pekerjaan. Anda bisa menggunakannya dibandingkan harus membuat alasan yang terlalu terkesan dibuat-buat seperti jarak kantor yang terlalu jauh. Padahal bukankah sebelumnya Anda sudah tahu mengenai lokasi kantor saat datang untuk proses wawancara?</p>
<ol start="5">
<li><strong><span style="color: #000000;">Perhatikan Etika dan Sopan Santun</span> </strong></li>
</ol>
<p>Walaupun Anda memutuskan untuk menolak tawaran kerja bukan berarti Anda berbuat sesuka hati. Anda harus tetap mengedepankan etika dan sopan santun. Gunakan kata-kata sopan dan kirimkan pesan penolakan pada jam kerja.</p>
<ol start="6">
<li><strong><span style="color: #000000;">Sampaikan Keinginan untuk Tetap Berhubungan Baik</span> </strong></li>
</ol>
<p>Tidak perlu merasa malu ataupun takut untuk menyampaikan kepada rekruter agar tetap menjalin hubungan dengan baik karena dunia itu sempit apalagi kalau di bidang atau sektor tertentu. Bingung harus bagaimana? Daripada bingung lebih katakan :</p>
<ul>
<li>Senang berkenalan dengan Anda, saya harap kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan atau masa depan</li>
<li>Sekali lagi, terima kasih untuk waktu dan dukungan Anda, Saya berharap yang terbaik untuk Anda dan perusahaan</li>
</ul>
<p>Dengan menjaga hubungan baik dan profesional justru bisa menambah relasi atau koneksi. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah untuk perkembangan karir Anda.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/aplikasi-pinjaman-online-cepat-cair/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Aplikasi Pinjaman Online Cepat Cair Bunga Rendah</span></a></strong></span></p>
<p>Jalinlah hubungan secara profesional melalui linkedin yang merupakan platform untuk pekerja dan profesional lainnya.</p>
<p>Memang dibutuhkan pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk menolak tawaran kerja, semoga setelah Anda membaca pembahasan mengenai alasan dan cara menolak tawaran kerja diatas Anda tidak merasa bingung lagi harus berbuat apa agar tetap terlihat sopan dan profesional.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/">Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Career Switch : Definisi, Keuntungan &#8211; Kerugian dan Tips Penting!</title>
		<link>https://www.danafina.com/career-switch/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/career-switch/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2022 05:50:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi pencari kerja]]></category>
		<category><![CDATA[career switch]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Career Switch. Mengubah profesi merupakan sebuah pilihan yang diambil oleh seseorang untuk berganti pekerjaan dari satu bidang ke bidang lain yang berbeda. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang yang merasa tidak puas dengan pekerjaannya sekarang atau merasa ingin mencoba sesuatu yang baru. Meskipun terdengar cukup menantang, mengubah profesi juga bisa menjadi pilihan yang menguntungkan bagi &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/career-switch/">Career Switch : Definisi, Keuntungan &#8211; Kerugian dan Tips Penting!</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6590 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/12/career-switch.png" alt="career switch" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Career Switch</span>. </strong>Mengubah profesi merupakan sebuah pilihan yang diambil oleh seseorang untuk berganti pekerjaan dari satu bidang ke bidang lain yang berbeda.</p>
<p>Hal ini biasanya dilakukan oleh orang yang merasa tidak puas dengan pekerjaannya sekarang atau merasa ingin mencoba sesuatu yang baru.</p>
<p>Meskipun terdengar cukup menantang, mengubah profesi juga bisa menjadi pilihan yang menguntungkan bagi sebagian orang.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/cara-mendapatkan-pekerjaan-remote/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cara Mendapatkan Pekerjaan Remote Secara Mudah</span></a></strong></span></p>
<p>Banyak orang yang merasa tidak menemukan kesenangan atau tantangan dalam pekerjaan mereka yang sekarang, sehingga mereka memutuskan untuk mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.</p>
<p>Mengganti karir atau profesi bisa menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang dan membuatnya lebih bahagia.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Apa itu <em>Career Switch</em>?</strong></span></h2>
<p><em>Career switch</em> adalah proses mengubah profesi atau pekerjaan yang Anda jalani saat ini dengan pekerjaan yang baru karena adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang sedang dijalani, perubahan minat atau kebutuhan, atau untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi.</p>
<p>Memutuskan untuk beralih pekerjaan dapat menjadi langkah yang sulit, tetapi juga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengembangkan karier Anda dan mencapai tujuan-tujuan profesional yang lebih besar.</p>
<p>Mengubah profesi juga bisa menjadi cara untuk meningkatkan pendapatan seseorang. Banyak pekerjaan di bidang yang berbeda yang memiliki gaji yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan yang sebelumnya diambil oleh seseorang.</p>
<p>Dengan berganti pekerjaan, seseorang bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi dan meningkatkan kualitas hidupnya.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Keuntungan dan Kerugian <em>Career Switch</em></strong></span></h2>
<p>Secara umum, keputusan untuk berganti pekerjaan harus dilakukan setelah mempertimbangkan baik-baik keuntungan dan kerugiannya.</p>
<p>Jika seseorang yakin bahwa berganti pekerjaan akan membantu mengembangkan karir dan membuatnya lebih Bahagia, maka keputusan tersebut mungkin merupakan pilihan yang tepat.</p>
<p>Namun jika sebaliknya, Anda merasa ragu atau tidak yakin maka sebaiknya untuk mempertimbangkan keputusan tersebut lebih lanjut sebelum mengambil langkah yang definitif.</p>
<p>Apa itu langkah definitif? Langkah definitif adalah tindakan yang diambil untuk mengatasi masalah atau mencapai tujuan dengan cara yang pasti dan efektif.</p>
<p>Ini biasanya merupakan langkah terakhir setelah berbagai opsi lain telah dipertimbangkan dan di uji. Langkah definitif seringkali dianggap sebagai solusi terbaik untuk masalah yang dihadapi, karena memiliki kemungkinan sukses yang lebih tinggi dibandingkan dengan opsi lain yang tersedia.</p>
<p>Jadi ada baiknya sebelum Anda memutuskan untuk berganti profesi ketahui dahulu apa saja keuntungan dan kerugian <em>career switch</em> :</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Keuntungan</strong></span></h2>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Mempelajari Keahlian Baru</strong></span></p>
<p>Mempelajari keahlian baru yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan oleh Anda sebelumnya seperti kemampuan beradaptasi, komunikasi dan manajemen.</p>
<p>Jangan anggap remeh keahlian atau kemampuan tersebut di jaman sekarang, karena Anda dituntut untuk cepat beradaptasi supaya tidak tertinggal dan poin-poin tersebut menjadi nilai lebih di mata rekruter.</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Pengetahuan Menjadi Lebih Luas</span> </strong></p>
<p>Mempelajari keahlian atau kemampuan baru berarti menambah pengetahuan Anda. Luasnya pengetahuan yang Anda miliki dapat membantu meningkatkan karir secara profesional.</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Menambah Relasi Profesional</span> </strong></p>
<p>Mungkin sebelumnya Anda bekerja “dibalik layar” sehingga jarang bertemu dengan klien secara langsung. Sehingga ketika Anda memutuskan untuk berganti pekerjaan atau profesi Anda pun di tuntut untuk mampu berkomunikasi ketika bertemu dengan klien secara langsung. Pada poin pertama seudah sempat di singgung mengenai kemampuan adaptasi dan komunikasi.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Kerugian </strong></span></h2>
<p><strong><span style="color: #000000;">Menambah Kompetitor</span> </strong></p>
<p>Ketika Anda berganti pekerjaan/profesi/karir tentu akan menambah saingan dalam melamar pekerjaan. Walaupun Anda sudah memiliki banyak pengalaman kerja sebelumnya.</p>
<p>Namun karena sekarang melamar di lowongan yang berbeda dengan kemampuan/keahlian baru mungkin lamaran Anda tidak terlalu di prioritaskan rekruter karena belum adanya pengalaman.</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Mengulang Karir Dari Awal</span> </strong></p>
<p>Beradaptasi dari awal dengan lingkungan dan sistem baru merupakan kerugian kedua yang harus Anda ketahui ada kemungkinan Anda memulai dari jabatan lebih rendah dari pekerjaan sebelumnya.</p>
<p>Sebelumnya mungkin Anda berada di posisi Manager, tapi karena sekarang berganti profesi alhasil turun jabatan menjadi staff biasa.</p>
<p>Setiap masalah pasti ada solusinya, Anda bisa gunakan <em>transferable skill, </em>untuk mendapatkannya yang harus Anda lakukan adalah dengan mengikuti magang, menjadi volunteer atau organisasi.</p>
<p><em>Transferable skill </em>sangat penting karena memudahkan Anda untuk beradaptasi dan membuka peluang karir baru,</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Stres Memulai Pekerjaan Baru</strong></span></p>
<p>Mempelajari kemampuan baru dalam waktu singkat dapat membuat Anda stres apalagi kalau yang harus Anda pelajari cukup banyak sehingga membuat Anda kewalahan. Sebelum berganti profesi sebaiknya pastikan kembali apakah fisik dan mental Anda siap?</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Tips Sebelum Anda Melakukan <em>Career Switch</em></strong></span></h2>
<p>Apakah Anda berniat untuk mengubah profesi atau pekerjaan saat ini? Jika iya, simak tips berikut agar tidak salah langkah :</p>
<ol>
<li><strong><span style="color: #000000;">Melakukan Evaluasi Diri</span> </strong></li>
</ol>
<p>Mengubah karir sama saja dengan mengubah pendapatan entah mungkin semakin besar atau sebaliknya. Karena untuk menjadi ahli di suatu bidang baru butuh waktu cukup lama kembali lagi pada diri Anda apakah bisa konsisten menjalaninya.</p>
<p>Pentingnya melakukan evaluasi diri dalam berbagai aspek seperti mengecek kembali kemampuan dan pengalaman yang dimiliki sekarang. Evaluasi diri dapat menentukan apakah Anda harus mengubah karir atau tidak.</p>
<ol start="2">
<li><strong><span style="color: #000000;">Mencari Peluang Kerja</span> </strong></li>
</ol>
<p>Sudah menemukan alasan kuat untuk berganti profesi? Langkah selanjutnya adalah Anda harus mencari informasi mengenai peluang karir demi mempermudah tujuan Anda. Jangan sampai ketika Anda sudah mengubah karir tetapi malah berhenti di tengah jalan.</p>
<p>Masih ingat tentang <em>transferable skill</em>? Sebuah kemampuan yang harus Anda miliki serta kuasai ketika ingin berganti karir/profesi.</p>
<p>Nah berikut adalah beberapa contoh <em>transferable skill </em>yang dapat membantu Anda mencapai karir yang diinginkan antara lain :</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Kerja sama. </strong></span>Kemampuan bekerja sama dengan tim haruslah Anda miliki agar ketika terlibat di dalam sebuah proyek bersama tim lain baik satu divisi atau tidak Anda cepat beradaptasi sehingga terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.</li>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Kepemimpinan</strong></span>. Menurut Flex Job, kepemimpinan tidak hanya digunakan saat menjadi seorang manajer atau atasan saja melainkan dalam tim atau saat menjalani sebuah proyek. Mempunyai sifat kepemimpinan sangat berguna ketika Anda memutuskan untuk berpindah jalur. Minimal Anda harus mampu memimpin diri sendiri. Sepakat?</li>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Kemampuan Memecahkan Masalah. </strong></span>Sekalipun Anda berpindah jalur kemampuan memecahkan dan mengidentifikasi masalah tetap harus dimiliki agar ketika Anda diminta untuk mencarikan solusi entah di dalam tim proyek atau event, solusi yang diberikan benar-benar pas.</li>
<li><strong>Berpikir Kritis. </strong>Perusahaan sangat menyukai pekerja yang mampu berpikir kritis, kemampuan berpikir kritis sangat berguna untuk pekerjaan apapun (content writer, product manager dan marketer).</li>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Kreativitas.</strong></span> Hampir semua perusahaan bersaing untuk menciptakan inovasi terbaru, tujuannya agar masyarakat tidak cepat bosan dan jenuh menggunakan jasa atau produk perusahaan. Maka dari itu Anda harus berpikir kreatif dan menyumbang ide unik demi menarik perhatian target market.</li>
</ul>
<ol start="3">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Susun Rencana dengan Baik </strong></span></li>
</ol>
<p>Ingin karirmu berjalan mulus tanpa kendala? Tulislah tahapan-tahapan yang harus dilalui seperti :</p>
<ul>
<li>Mempersiapkan dokumen lamaran yang dibutuhkan (CV, <em>cover letter</em> dan portofolio)</li>
<li>Mengikuti pelatihan<em> online </em>untuk belajar kemampuan baru</li>
<li>Jangan lupa berdoa dan yakin</li>
</ul>
<p>Bagaimana apakah Anda siap untuk melakukan <em>career switch</em>? Semoga seluruh informasi di atas bermanfaat. Bila ada kerabat atau keluarga Anda yang sedang terdesak butuh pinjaman dana tunai sekarang juga, ajukan saja melalui WA atau download aplikasi Danafina di google playstore.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/career-switch/">Career Switch : Definisi, Keuntungan &#8211; Kerugian dan Tips Penting!</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/career-switch/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Pencari Kerja Terpercaya yang Wajib Anda Download!</title>
		<link>https://www.danafina.com/aplikasi-pencari-kerja-terpercaya/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/aplikasi-pencari-kerja-terpercaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2022 03:09:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi pencari kerja]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6561</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aplikasi Pencari Kerja Terpercaya. Sekarang mencari pekerjaan terasa lebih mudah tanpa harus keluar rumah dan harus membuang banyak uang hanya untuk mencopy banyak dokumen ujung-ujungnya malah dibuang. Mudah disini Kami tekankan lebih ke akses untuk melamar pekerjaan, cukup dengan mengirimkan softcopy saja Anda sudah bisa melamar ke banyak perusahaan. Memang tak menutup kemungkinan masih ada &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/aplikasi-pencari-kerja-terpercaya/">Aplikasi Pencari Kerja Terpercaya yang Wajib Anda Download!</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6563 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/11/Aplikasi-Pencari-Kerja-Terpercaya.png" alt="Aplikasi Pencari Kerja Terpercaya" width="600" height="400" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Aplikasi Pencari Kerja Terpercaya</strong></span><strong>. </strong>Sekarang mencari pekerjaan terasa lebih mudah tanpa harus keluar rumah dan harus membuang banyak uang hanya untuk mencopy banyak dokumen ujung-ujungnya malah dibuang.</p>
<p>Mudah disini Kami tekankan lebih ke akses untuk melamar pekerjaan, cukup dengan mengirimkan <em>softcopy</em> saja Anda sudah bisa melamar ke banyak perusahaan.</p>
<p>Memang tak menutup kemungkinan masih ada pencari kerja yang melamar secara <em>offline</em> bahkan ada perusahaan yang menjanjikan <em>walk interview</em>, tapi ujung-ujungnya nihil!</p>
<p>Anda pernah mengalaminya? Atau jangan-jangan saat ini sedang mengalaminya?</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/aplikasi-pinjaman-dana/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Aplikasi Pinjaman Dana untuk Karyawan dan Profesional</span></a></span></strong></p>
<p>Anda mungkin sudah menyadarinya mana mungkin seorang rekruter mampu melakukan <em>walk interview </em>selama 1 hari sedangkan pencari kerja bisa mencapai ratusan orang.</p>
<p>Jika kondisinya demikian, bukankah sayang waktu dan tenaga Anda?</p>
<p>Jaman kini sudah semakin canggih dan modern sudah banyak sekali aplikasi pencari kerja terpercaya yang dapat Anda <em>download</em>.</p>
<p>Masih bingung? Tenang, artikel kali ini akan membahas beberapa aplikasi pencari kerja terpercaya untuk Anda download, apa saja itu? Simak sampai akhir ya!</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Aplikasi Pencari Kerja Terpercaya</strong></span></h2>
<ol>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Jobstreet</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan jobstreet, aplikasi pencari kerja yang sudah di download oleh lebih dari 10 Juta orang dan pasti akan terus bertambah.</p>
<p>Aplikasi jobstreet ini sangat mudah digunakan dan banyak perusahaan yang mencari karyawan melalui jobstreet.</p>
<p>Sedikit catatan Anda sebelum melamar melalui jobstreet, tetap lakukan pengecekkan terhadap perusahaan yang Anda lamar apalagi kalau perusahaan tersebut terdengar sangat asing.</p>
<p>Sebab tidak menutup kemungkinan ada oknum tak bertanggungjawab yang mencari keuntungan dari pelamar.</p>
<p>Anda juga tidak perlu takut ketinggalan informasi karena si LINA akan selalu memberikan informasi pekerjaan yang <em>up to date</em> setiap saat.</p>
<ol start="2">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Linkedin</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Berikutnya adalah linkedin, pastikan Anda sudah mempunyai akun di linkedin karena para rekruter seringkali mencari kandidat, serta membagikan tips and trick terkait dunia kerja untuk para lulusan baru di akun mereka.</p>
<p>Sebenarnya tidak hanya rekruter saja yang aktif di linkedin para profesional seperti CEO, COO, CFO, Manager, pebisnis pun aktif juga menjalin relasi melalui linkedin.</p>
<p>Di Linkedin juga Anda akan menemukan banyak sekali orang yang berasal dari berbagai mancanegara.</p>
<ol start="3">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Topkarir</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Aplikasi berikutnya adalah <a href="https://www.topkarir.com" target="_blank" rel="noopener">Topkarir</a>, visi misi Topkarir adalah membantu anak muda Indonesia agar dapat memiliki karir yang lebih baik.</p>
<p>Selain menyediakan informasi lengkap terkait karir atau lowongan pekerjaan, aplikasi ini juga menyajikan informasi mengenai magang, beasiswa, pelatihan dan sertifikasi, tes minat bakat serta kewirausahaan.</p>
<p>Jarang sekali ada aplikasi yang menawarkan informasi selengkap itu bahkan aplikasinya pun <em>user friendly</em>. Anda lulusan baru yang sedang mencari pekerjaan? Silahkan Anda coba <em>apply </em>melalui aplikasi top karir.</p>
<ol start="4">
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Kitalulus</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Salah satu keunggulan dari aplikasi Kitalulus yang mungkin belum dimiliki oleh aplikasi pencari kerja lain yaitu fitur kirim lamaran kerja ke nomor Whatsapp rekruter langsung.</p>
<p>Fitur tersebut sangat membantu kandidat atau pelamar kerja mendapatkan <em>feedback</em> langsung. Fitur tersebut juga disediakan guna untuk menghindari perusahaan palsu dan menjaga agar lowongan pekerjaan tetap kredibel.</p>
<ol start="5">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Indeed Job Search</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Selain Jobstreet ada aplikasi pencari kerja lain bernama Indeed yang menyediakan lowongan kerja di berbagai belahan dunia.</p>
<p>Di dalam aplikasi Indeed sudah ada sekitar 60 negara yang menyediakan lowongan kerja dalam 28 bahasa yang berbeda untuk para pencari kerja.</p>
<p>Tidak ingin melamar di perusahaan yang jaraknya jauh dari rumah? Anda bisa mencari lowongan pekerjaan yang terdekat dari lokasimu saat ini menggunakan fitur GPS.</p>
<p>Keunggulan aplikasi Indeed Job Search adalah terdapat informasi mengenai <em>Company Review</em> sehingga Anda bisa melihat seberapa bagus kinerja perusahaan tersebut.</p>
<ol start="6">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Kalibrr</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Tahukah Anda kalau Kalibrr ternyata aplikasi besutan perusahaan Filipina? Banyak perusahaan Indonesia seperti Gojek, Bukalapak dan BCA memanfaatkan aplikasi Kalibrr untuk mencari kandidat atau pelamar.</p>
<p>Anda akan di rekomendasikan ke suatu perusahaan berdasarkan keahlian, minat dan pengalaman.</p>
<p>Selain menjadi tempat mencari kerja Anda juga dapat membuat resume yang bagus dalam hitungan menit. Menarik bukan? Tertarik mencobanya?</p>
<ol start="7">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Karir</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Berawal dari situs karir.com yang merupakan portal pencari kerja pertama di Indonesia yang kini aplikasinya sudah di download lebih dari 5 Juta pencari kerja.</p>
<p>Fitur menarik yang di tawarkan oleh aplikasi Karir antara lain : 1. Tes bahasa inggris, 2. Tes minat, 3. Tes gaya komunikasi.</p>
<p>Fitur-fitur tersebut sangat membantu Anda untuk melihat seberapa <em>qualified </em>diri Anda terhadap suatu pekerjaan serta hasil tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi ke depannya.</p>
<ol start="8">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Glints</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Aplikasi pencari kerja terpercaya terakhir adalah Glints yang berasal dari negara Singapura. Glints juga sangat cocok digunakan oleh lulusan baru yang sedang mencari pekerjaan tetap atau magang.</p>
<p>Pada aplikasi ini tersedia juga fitur konsultasi dan rekomendasi pengembangan karir melalui live – chat untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/manajemen-risiko/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Manajemen Risiko : Definisi, Manfaat, Tujuan, Prinsip &amp; Prosedur</span></a></strong></span></p>
<p>Tidak sampai ada juga layanan pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan Anda.</p>
<p>Alasan mengapa sampai saat ini Anda belum di panggil oleh perusahaan yang di tuju, antara lain :</p>
<ol>
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Perusahaan Sudah Menemukan Kandidat Lain</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Terkadang ada perusahaan yang sebenarnya sudah “menyimpan” kandidat lain yang benar-benar sesuai dengan lowongan pekerjaan bahkan rekruter mengenalnya terlebih dahulu.</p>
<ol start="2">
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Kualifikasi Anda Tidak Sesuai Lowongan Pekerjaan</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Disini Anda harus pintar-pintar membaca lowongan pekerjaan jangan asal melamar. Misalnya, perusahaan A mencari design grafis yang mampu mengoperasionalkan software AI dan PS sedangkan di CV Anda sama sekali tidak ada kemampuan untuk mengoperasionalkan kedua software tersebut. Jika kondisinya tersebut rasanya wajar jika Anda tidak di panggil oleh perusahaan terkait.</p>
<ol start="3">
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Media Sosial yang Anda Miliki Berisi Konten Negatif</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Sebaiknya saat Anda melamar pekerjaan usahakan seluruh media sosial Anda “tanpa noda” alias bersih kadang ada loh rekruter yang iseng mengecek media sosial kandidat.</p>
<p>Di jaman sekarang lebih baik Anda berhati-hati dalam mengunggah konten atau berpikir 2x lagi sebelum membuat status negatif.</p>
<ol start="4">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Anda Terlalu Melebihi Ekspetasi (Overqualified)</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Kalau pada poin pertama kualifikasi Anda tidak sesuai, untuk poin nomor 4 ini justru sebaliknya. Alasan rekruter tidak memanggil Anda khawatir ekspetasi gaji yang ditawarkan perusahaan tidak sesuai sehingga berpengaruh terhadap kinerja Anda di nantinya, sehingga rekruter langsung mengantisipasinya.</p>
<ol start="5">
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Kebutuhan Perusahaan Tiba-Tiba Berubah</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Mungkin Anda bingung maksud poin terakhir ini, Jadi yang awalnya perusahaan A membutuhkan kandidat untuk posisi Content Writer tetapi demi efisiensi dana perusahaan alhasil lowongan tersebut di tutup.</p>
<p>Sekian artikel kali ini mengenai aplikasi pencari kerja terpercaya serta alasan Anda tidak di panggil oleh perusahaan. Semoga semuai informasi tersebut membantu.</p>
<p>Jika Anda ada kebutuhan mendesak dan butuh dana pinjaman darurat silahkan ajukan melalui aplikasi Danafina (download di google playstore) atau hubungi Customer Service Kami dengan mengklik tombol whatsapp di bawah artikel. Mudah bukan?</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/aplikasi-pencari-kerja-terpercaya/">Aplikasi Pencari Kerja Terpercaya yang Wajib Anda Download!</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/aplikasi-pencari-kerja-terpercaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manajemen Risiko : Definisi, Manfaat, Tujuan, Prinsip &#038; Prosedur</title>
		<link>https://www.danafina.com/manajemen-risiko/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/manajemen-risiko/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2022 14:28:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen risiko]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6489</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manajemen Risiko. Dalam membangun suatu bisnis tidak hanya butuh rencana matang, kemampuan, modal usaha, strategi dan niat yang kuat saja. Anda juga harus dapat meminimalisir segala risiko yang akan terjadi di kemudian hari sebab tidak ada yang dapat menjamin bahwa bisnis yang Anda jalankan akan berjalan mulus. Risiko sendiri merupakan suatu akibat kurang menyenangkan dari &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/manajemen-risiko/">Manajemen Risiko : Definisi, Manfaat, Tujuan, Prinsip &#038; Prosedur</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6491 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/11/manajemen-risiko.png" alt="manajemen risiko" width="600" height="400" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Manajemen Risiko</strong></span><strong>. </strong>Dalam membangun suatu bisnis tidak hanya butuh rencana matang, kemampuan, <a href="https://www.autogadai.com/pinjaman-untuk-modal-usaha-awal/" target="_blank" rel="noopener">modal usaha</a>, strategi dan niat yang kuat saja. Anda juga harus dapat meminimalisir segala risiko yang akan terjadi di kemudian hari sebab tidak ada yang dapat menjamin bahwa bisnis yang Anda jalankan akan berjalan mulus.</p>
<p>Risiko sendiri merupakan suatu akibat kurang menyenangkan dari suatu tindakan, contoh : Karyawan yang tidak jujur dan suka mencuri barang toko menyebabkan kerugian besar untuk perusahaan atau bisnis Anda.</p>
<p>Maka dari itulah pentingnya memiliki manajemen risiko guna menjaga nama baik perusahaan atau bisnis.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Definisi Manajemen Risiko </strong></span></h2>
<p>Mengutip dari situs kadata.co.id yang dimaksud dengan <strong>manajemen risiko adalah </strong>proses mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, mengendalikan, meminimalkan, berusaha untuk menghindari bahkan menghilangkan risiko yang diterima dari suatu masalah.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/pinjam-uang-cepat-dan-mudah/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Pinjam Uang Cepat dan Mudah Hanya Dalam 10 Menit</span></a></strong></span></p>
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) risiko sendiri merupakan hasil dari tindakan yang tidak menyenangkan (merugikan, membahayakan).</p>
<p>Sedangkan menurut Milton C. Regan dalam bukunya yang berjudul Risky Business mengatakan bahwa manajemen risiko penerapan beragam kebijakan dan prosedur untuk meminimalisasi peristiwa yang menurunkan kapasitas dan kualitas kerja perusahaan.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Manfaat</strong></span></h2>
<ol>
<li>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Membantu Perusahaan Mencapai Visi dan Misi</span> </strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Manfaat pertama membantu perusahaan mencapai visi dan misi. Tanpa proses <strong>identifikasi masalah serta jalan keluar yang tepat</strong> perusahaan akan kesulitan bahkan gagal mewujudkan visi dan misi bisnisnya.</p>
<ol start="2">
<li>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Memberikan Keamanan</span> </strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Selanjutnya adalah memberikan keamanan. Keamanan yang bagaimana maksudnya? Seperti <strong>meminimalisir atau menghilangkan risiko PHK</strong> besar-besaran yang terjadi sejak pandemi hingga sekarang ini.</p>
<p>Perusahaan terpaksa melakukan PHK terhadap beberapa karyawan guna untuk efisiensi apalagi seperti kita ketahui daya beli masyarakat mengalami penurunan.</p>
<ol start="3">
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Meminimalisir Kebangkrutan</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Masih ada hubungannya dengan poin nomor dua, untuk mencegah kebangkrutan PHK bukanlah satu-satunya cara. Cara lain yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan melakukan pemotongan gaji demi agar bisnis tetap berjalan.</p>
<p>Mempertahankan bisnis di era pandemi memang bukan perkara mudah, cukup butuh waktu lama untuk kembali normal seperti sedia kala. PHK besar-besaran pun menjadi penyumbang besar tingginya angka pengangguran di Indonesia.</p>
<p><strong>Pengelolaan dan analisa yang tepat</strong> terhadap risiko membuat perusahaan tetap eksis. Maka dari itu orang-orang yang memengang posisi ini harus memiliki kemampuan <em>problem solving </em>(memecahkan masalah), analisis, memahami dunia bisnis, kemampuan berkomunikasi, tahan terhadap tekanan pekerjaan dan mampu mengelola stres serta mengelola emosi dengan baik.</p>
<ol start="4">
<li>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Meningkatkan Profit</span> </strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Meminimalisir kerugian dan meningkatkan profit, hal tersebut dilihat dari keberhasilan suatu perusahaan melakukan manajemen risiko, seperti <strong>menganalisis pengelolaan SDM yang kurang produktif </strong>dan memberikan sedikit kontribusi terhadap perusahaan.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Tujuan</span> </strong></h2>
<p>Untuk menjamin suatu perusahaan atau organisasi dapat memahami, mengukur, memonitor berbagai macam dampak negatif yang terjadi selain itu juga untuk memastikan kebijakan-kebijakan yang telah di buat apakah benar-benar dapat mengendalikan berbagai macam risiko atau tidak.</p>
<p>Maka dari itu agar semua <strong>berjalan sesuai rencana tanpa kendala</strong> perlunya dukungan dalam penyusunan kebijakan sesuai dengan kondisi perusahaan.</p>
<p>Secara umum tujuan dari manajemen ini adalah untuk <strong>memperkirakan bahaya atau situasi kurang menyenangkan </strong>dengan perhitungan cermat serta pertimbangan matang (berdasarkan informasi awal).</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Prinsip </strong></span></h2>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.    </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Perumusan Tujuan</span> </strong></h3>
<p>Visi dan Misi perusahaan yang jelas dapat dijadikan panduan atau pedoman untuk <strong>menentukan langkah-langkah rasional</strong> dan <strong>strategi</strong> yang harus ditempuh, salah satunya yaitu tujuan dari pengelolaan risiko perusahaan melalui langkah-langkah antisipasi risiko guna <strong>menghindari keborosan. </strong></p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.    </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Kesatuan Arah</span> </strong></h3>
<p>Tanpa adanya <strong>kesamaan tujuan</strong> dengan yang <strong>diarahkan pimpinan</strong> membuat seluruh kegiatan perusahaan tidak akan berjalan lancar.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">3.    Pembagian Kerja dan Pendelegasian Wewenang</span> </strong></h3>
<p>Anda tidak mungkin menjalankan jobdesk di luar kemampuan, jika di paksakan biasanya hasilnya kurang optimal. Nah untuk meminimalisir pekerjaan yang menumpuk setiap divisi memberikan pembagian kerja secara jelas agar memberikan hasil maksimal sesuai yang diharapkan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.    Koordinasi dan Pengawasan</strong></span></h3>
<p>Salah satu fungsi manajemen atau proses pengintegrasian, sinkronisasi, serta penyederhanaan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah secara terus-menerus untuk mencapai suatu tujuan efektif dan efesien disebut juga dengan koordinasi. Dengan adanya koordinasi diharapkan <strong>tidak ada lagi ketumpang tindihan pekerjaan</strong>.</p>
<p>Untuk mengukur seberapa jauh hasil yang telah di capai serta apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan merupakan prinsip dari pengawasan. Adanya pengawasan guna menghindari penyelewengan wewenang.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Prosedur Manajemen Risiko</span> </strong></h2>
<p>Berikut adalah beberapa prosedur yang harus di tempuh oleh perusahaan demi menghindari risiko yang merugikan.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Identifikasi Risiko Perusahaan</span> </strong></h3>
<p><strong><span style="color: #000000;">·       </span><span style="color: #000000;">Kuisioner Analisis Risiko</span> </strong></p>
<p>Seorang manajer risiko mempunyai tugas untuk memastikan bahwa informasi yang dibutuhkan berkenaan dengan harta dan operasi tidak ada yang terlupakan.</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">·       </span><span style="color: #000000;">Metode Laporan Keuangan</span> </strong></p>
<p>Berikutnya adalah dengan menganalisis laporan keuangan (neraca, laporan laba rugi dan keuangan lainnya). Manajer risiko bertugas untuk mengidentifikasi semua risiko mengenai harta, utang dan personalia perusahaan). Segala kemungkinan yang berkaitan dengan kerugian dianalisis secara mendalam.</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">·       </span><span style="color: #000000;">Metode Peta Aliran</span> </strong></p>
<p>Penggambaran seluruh rangkaian operasi usaha (mulai dari input – output) merupakan metode dari peta aliran.</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">·       </span><span style="color: #000000;">Metode Inspeksi Langsung di Tempat</span> </strong></p>
<p>Perlunya melakukan pengecekkan secara langsung untuk melihat kenyataan di lapangan, pengamatan yang manajer dapatkan saat melakukan inspeksi bisa sangat bermanfaat untuk menanggulangi berbagai macam risiko.</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">·       </span><span style="color: #000000;">Mengadakan Interaksi dengan Pihak Luar</span> </strong></p>
<p>Pihak luar yang dimaksud adalah penasihat hukum, akuntan, konsultan manajemen dan lain-lain. Pihak-pihak tersebut dapat membantu dalam mengembangkan identifikasi terhadap segala kerugian potensial.</p>
<p><span style="color: #000000;">·       <strong>Catatan Statistik dari Kerugian Masa Lalu </strong></span></p>
<p>Sebagai bahan evaluasi kinerja dibutuhkan catatan statistik kerugian masa lalu. Kinerja yang memiliki potensi menimbulkan kerugian untuk perusahaan perlu di pantau dan di sempurnakan.</p>
<p><strong><span style="color: #000000;">·       </span><span style="color: #000000;">Analisis Lingkungan</span> </strong></p>
<p>Terakhir adalah analisis lingkungan, pada tahap ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui situasi yang mempengaruhi timbulnya risiko seperti konsumen, kompetitor, supplier dan lain-lain.</p>
<p>Dalam proses analisis masing-masing komponen tersebut, hal-hal penting yang menjadi bahan pertimbangan antara lain : sifat hubungannya, keanekaannya serta kestabilannya.</p>
<h3><strong>Mengukur Risiko </strong></h3>
<p>Bertujuan mengukur relatif tingkat kepentingan dan mendapatkan informasi untuk menetapkan kombinasi peralatan <em>risk management </em>yang tepat. Metode-metode yang digunakan untuk mengukur risiko tersebut antara lain :</p>
<p>·       <strong>Metode Sensitivitas </strong></p>
<p>Pengukuran dengan metode sensitivitas (pengukuran pada dampak eksposur dari akibat pergerakan variabel suatu risiko) banyak digunakan karena dianggap paling mudah dari segi perhitungannya dan hampir semua analis dan manajer perusahaan melakukan metode sensitivitas.</p>
<p>·       <strong>Metode Volatilitas </strong></p>
<p>Metode volatilitas sering digunakan (jangkauan dan standar deviasi). Perhitungan standar deviasi menggunakan 2 jenis data (data historis dan data peramalan).</p>
<ul>
<li><strong>Risiko Batas Bawah</strong></li>
</ul>
<p>Risiko memang merupakan konotasi negatif, tapi ternyata tidak selamanya risiko itu berdampak negatif loh! Ada juga risiko positif, namun disini Kami akan menjelaskan mengenai pengukuran potensi buruk bila risiko negatif menjadi kenyataan.</p>
<p>Sekian informasi mengenai <em>risk management</em> mulai dari definisi hingga langkah-langkah yang dapat Anda terapkan ke dalam perusahaan atau bisnis Anda. Semoga membantu, jika Anda butuh modal usaha tambahan sewaktu-waktu silahkan menghubungi CS Danafina atau Anda juga dapat mengajukan pinjaman melalui aplikasi Danafina (unduh di google playstore).</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/manajemen-risiko/">Manajemen Risiko : Definisi, Manfaat, Tujuan, Prinsip &#038; Prosedur</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/manajemen-risiko/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih</title>
		<link>https://www.danafina.com/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2022 00:35:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6295</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih. Dunia kerja sangat berbanding terbaik dengan bangku kuliah, setelah memasuki dunia kerja Kamu dituntut mampu mengerjakan segala pekerjaan sesuai kemampuan yang sudah dicantumkan di CV. Bahkan terkadang Kamu harus mampu mengerjakan pekerjaan di luar jobdesk itupun belum tentu membuat atasanmu puas. Yah sad but true, itulah kenyataannya. Beruntung kalau &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih/">Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6297 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/08/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih.png" alt="cara menghadapi atasan yang pilih kasih" width="600" height="400" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menghadapi Atasan </strong><strong>y</strong><strong>ang Pilih Kasih</strong></span><strong>. </strong>Dunia kerja sangat berbanding terbaik dengan bangku kuliah, setelah memasuki dunia kerja Kamu dituntut mampu mengerjakan segala pekerjaan sesuai kemampuan yang sudah dicantumkan di CV. Bahkan terkadang Kamu harus mampu mengerjakan pekerjaan di luar <em>jobdesk </em>itupun belum tentu membuat atasanmu puas<em>. </em>Yah sad but true, itulah kenyataannya.</p>
<p>Beruntung kalau Kamu mendapatkan lingkungan kerja yang positif karena tidak semua orang seberuntungmu, misalnya saja : rekan kerja baik, <a href="https://www.kitalulus.com/seputar-kerja/pengertian-reimburse-dan-cara-pengajuan-reimbursement" target="_blank" rel="noopener"><em>reimbursement</em></a> mudah, fasilitas mendukung, uang lembur lancar, namun memiliki atasan yang sangat pilih kasih.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : </strong><a href="https://www.danafina.com/aplikasi-gadai-bpkb-motor/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;"><strong>Aplikasi Gadai BPKB Motor Danafina (Pengajuan Termudah)</strong></span></a></span></p>
<p>Padahal seharusnya seorang atasan harus menjadi contoh baik di kantor. Mulai dari sikap, cara kerja hingga tingkat kedisiplinan. Selain itu harus bisa mengayomi karyawan agar tercipta lingkungan kerja yang sehat. Siapa sih yang tidak mau berada di lingkungan kerja suportif walaupun gaji terbilang pas-pasan mereka pasti merasa nyaman bekerja.</p>
<p>Pembahasan artikel kali ini adalah tentang bagaimana cara menghadapi atasan yang pilih kasih, mari kita simak penjelasannya sampai selesai.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih</span> </strong></h2>
<p>Sifat mengayomi yang hanya ditujukan kepada beberapa karyawan saja menjadikan pertanyaan tersendiri, mengapa beliau bersikap demikian? Mengomentari sikapnya memang kurang etis apalagi dihadapan karyawan lain. Namun kalau terus menerus didiamkan malah gondok sendiri karena merasa tidak dihargai. Daripada Kamu terus-terusan sakit hati yuk simak cara menghadapi atasan yang pilih kasih berikut ini.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Mengenali Sifat Atasan</strong></span></h3>
<p>Cara menghadapi atasan yang pilih kasih yang pertama adalah mengenali sifat atasan. Butuh usaha lebih ketika berhadapan dengan atasan yang memiliki sikap pilih kasih, sebelum Kamu menghakiminya secara berlebihan ada baiknya kenali dulu sifat atasanmu. Mungkin beliau bersikap demikian karena menyukai kinerja, sifat dan sikap karyawan tersebut bila dibandingkan dengan Kamu yang masih jauh dibawah.</p>
<p>Coba perlahan lakukan evaluasi diri apabila benar Kamu ternyata masih berada jauh dibawah karyawan tersebut misal dari segi kinerja, terimalah kenyataan kemudian segera lakukan perbaikan. Jika ternyata setelah Kamu melakukan perbaikan kinerja tetapi masih diperlakukan tidak adil. Kamu mempunyai hak untuk mempertanyakan sikap atasan bicaralah empat mata dan hindari sebisa mungkin keributan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Kendalikan Perasaan</strong></span></h3>
<p>Rasanya kesal buka main di saat Kamu sudah memberikan yang terbaik untuk perusahaan tetapi mendapatkan perlakukan tidak adil atau pilih kasih. Ketika Kamu berprestasi di kantor malah kurang apresiasi sedangkan ketika tanpa sengaja melakukan kesalahan, eh malah dibesar-besarkan sampai semua divisi tahu (kan malu pak/bu).</p>
<p>Ingat Kamu tidak perlu berusaha terlalu keras yang terpenting rekan kerjamu mengetahui kenyataan sebenarnya. Khawatirnya juga Kamu malah susah fokus karena terlalu emosional demi diperlakukan adil oleh atasan dan itu justru mempengaruhi kinerjamu. Belajarlah mengendalikan perasaan setiap menghadapi permasalahan ditempat kerja supaya energi negatif hilang perlahan. Lebih baik lakukan yang terbaik, ambil gajimu dan pulanglah! Itu jauh lebih baik untuk kesehatan mental dan fisik.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Introspeksi Diri Sendiri</strong></span></h3>
<p>Siapapun orangnya kalau memang sejak awal tidak suka mau Kamu berbuat baik sekalipun tetap akan salah. Jika memang alasannya begitu mari lakukan evaluasi diri kira-kira adakah perbuatan yang membuat atasan atau rekan kerja terhadapmu? Mungkin benar ada hal yang kurang disukai oleh atasan sehingga beliau pilih kasih. Introspeksi disini tidak hanya dari segi kinerja saja melainkan sikap dan sifat.</p>
<p>Melakukan introspeksi diri membutuhkan waktu cukup lama sebab Kamu harus benar-benar mengingat apakah benar pernah melakukan kesalahan entah disengaja atau tidak, maka dari itu siapkan waktu khusus untuk evaluasi diri setelah semua pekerjaan selesai.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Menjalin Komunikasi dengan Baik</strong></span></h3>
<p>Mungkin ada alasan lain mengapa atasan berbuat pilih kasih kepada karyawan, misalnya Kamu termasuk orang yang berkepribadian tertutup dan hanya berkomunikasi hanya rekan kerja sehingga merasa kurang diperhatikan oleh atasan? Maka dari itu cobalah bersikap terbuka dan tingkatkan kemampuan berkomunikasi, siapa tahu Kamu bisa lebih akrab dengan beliau? Agar tidak terlihat carmuk alias cari muka di depan atasan, lakukan komunikasi terkait dengan pekerjaan dan komunikasi sapaan ringan saat bertemu dikantor atau luar kantor.</p>
<p>Jangan menunggu bola datang tapi jemputlah bola, jangan menunggu untuk di sapa duluan tapi mulailah menyapa terlebih dahulu, semoga dengan begitu akan mengubah perspektif atasan terhadapmu. Memang butuh waktu tapi tidak ada salahnya kan di coba?</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Jangan Merasa Tersudutkan</strong></span></h3>
<p>Berhentilah untuk berpikir negatif apalagi sampai menilai diri sendiri buruk sikap tersebut malah akan membuat suasana hati buruk sepanjang hari. Fatalnya, malah kinerja menurun drastis, susah fokus dan saat penilaian kinerja hasilnya dibawah standar perusahaan ujung-ujungnya kena SP1.</p>
<p>Sekalipun atasan bersikap baik kepada karyawan lain dan bukan Kamu, buanglah jauhlah pikiran negatif jangan merasa tersudutkan abaikan saja guna mempertahankan kinerjamu agar tetap baik. Percayalah jika Kamu sudah semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk perusahaan cepat atau lambat, atasan pun perlahan sikapnya berubah.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Perbanyak<em> Speak Up</em></strong></span></h3>
<p>Cara menghadapi atasan yang pilih kasih selanjutnya adalah dengan perbanyak <em>speak up. </em>Terlalu sering memendam perasaan negatif perlahan membuat stres bahkan depresi berkepanjangan karena selalu menerka-nerka alasan atasan berbuat pilih kasih. Untuk itu sampaikan segala unek-unek yang dirasakan supaya Kamu lebih merasa lega.</p>
<p>Bila ada kesempatan berbicara, maka bicaralah. Sampaikan secara to the point tapi tetap sopan daripada harus bertele-tele membuang-buang waktu. Dengan begitu atasan akan menganggap Kamu ada di perusahaan. Kinerjamu akan lebih diperhatikan, ajaibnya lagi Kamu diperhitungkan juga sebagai kandidat karyawan yang akan naik jabatan hehe sehingga label “pilih kasih” perlahan hilang. Take it or leave it!</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Berikan Kontribusi Maksimal</strong></span></h3>
<p>Apakah Kamu sudah benar-benar bekerja semaksimal mungkin selama ini? Atau ternyata Kamu justru bersikap apatis terhadap pekerjaan? Jika memang benar, bersiaplah penilaian kinerjamu sudah dipastikan kurang bagus, jadi tak heran kalau atasan bersikap pilih kasih.</p>
<p>Daripada menunjukkan sikap kurang profesional ada baiknya tunjukkan kualitas terbaikmu di depan atasan. Caranya? Kerjaan pekerjaan sesuai <em>deadline, </em>mematuhi aturan yang berlaku diperusahaan, menyampaikan opini ketika rapat. Setelah Kamu sudah berusaha semaksimal mungkin biarlah atasan yang menilai. Sisi positifnya Kamu bisa mendapatkan gaji atau bonus dari perusahaan, lumayan kan?</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Sikapi Segalanya dengan Positif</strong></span></h3>
<p>Sikap pilih kasih atasan kembali lagi pada perspektif karyawan, cobalah untuk memandang atasan dari segi positif agar tidak merusak kinerjamu di perusahaan dan tetap bisa fokus menerapkan <em>work balance. </em>Kesehatan mental, fisik dan gaji pun aman sejahtera.</p>
<p>Jadi kapan nih Kamu mulai menerapkannya? Jangan ditunda-tunda loh karena efek negatifnya luar biasa kalau tidak segera diatasi dengan baik. Kalau kamu berhasil melakukan beberapa cara menghadapi atasan yang pilih kasih diatas siapa tahu rekan kerjamu yang merasa bisa menirunya. Bukankah enak jika semua karyawan diperlakukan adil tanpa ada rasa pilih kasih? Ayo ciptakan lingkungan kerja yang sehat!</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih/">Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
