<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keuangan keluarga Archives | Danafina.com</title>
	<atom:link href="https://www.danafina.com/tag/keuangan-keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.danafina.com/tag/keuangan-keluarga/</link>
	<description>Tempatnya Pinjaman Dana</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Sep 2024 02:10:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2018/08/jb-150x150.png</url>
	<title>keuangan keluarga Archives | Danafina.com</title>
	<link>https://www.danafina.com/tag/keuangan-keluarga/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Mendapatkan Passive Income Secara Realistis</title>
		<link>https://www.danafina.com/cara-mendapatkan-passive-income/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/cara-mendapatkan-passive-income/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Apr 2023 14:07:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[passive income]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan tambahan]]></category>
		<category><![CDATA[tips keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6906</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Mendapatkan Passive Income. Sebagian besar orang sudah tidak asing lagi dengan istilah passive income, bahkan tak sedikit orang mungkin termasuk Anda ingin memilikinya. Sebab dengan biaya hidup yang semakin tinggi setiap tahun, maka rasanya sulit kalau hanya mengandalkan gaji di kantor. Baca Juga : Cara mengatur uang untuk anak kos biar gak boncos! Masih &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-mendapatkan-passive-income/">Cara Mendapatkan Passive Income Secara Realistis</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" fetchpriority="high" class="size-full wp-image-6908 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/04/Cara-Mendapatkan-Passive-Income.png" alt="Cara Mendapatkan Passive Income" width="600" height="400" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Cara Mendapatkan <em>Passive Income</em></strong><strong>. </strong></span>Sebagian besar orang sudah tidak asing lagi dengan istilah <em>passive income</em>, bahkan tak sedikit orang mungkin termasuk Anda ingin memilikinya.</p>
<p>Sebab dengan biaya hidup yang semakin tinggi setiap tahun, maka rasanya sulit kalau hanya mengandalkan gaji di kantor.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga :</span> <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://www.danafina.com/cara-mengatur-uang-untuk-anak-kos/" target="_blank" rel="noopener">Cara mengatur uang untuk anak kos biar gak boncos!</a></span></strong></span></p>
<p>Masih bingung? Jadi begini, gaji yang Anda terima setiap bulan namanya <em>active income </em>sedangkan uang yang Anda sisihkan untuk investasi (saham, obligasi, reksadana, properti) itulah yang dinamakan <em>passive income</em>.</p>
<p>Pernah dengan ungkapan “biarkan uang yang bekerja” seperti itulah <em>passive income</em>. Mau tahu lebih jelasnya? Yuk, simak artikel berikut.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Apa itu</strong> <strong><em>Passive Income</em></strong></span></h2>
<p><em>Passive income</em> merupakan salah satu sumber penghasilan tambahan yang dapat menambah kekayaan Anda tanpa harus bekerja keras di masa depan.</p>
<p>Dengan memiliki <em>passive income</em> maka Anda selangkah lebih dekat menuju kebebasan finansial, memang prosesnya bertahap jadi Anda harus sabar dalam menjalankannya.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Keuntungan Memiliki </strong><strong><em>Passive Income</em></strong></span></h2>
<p>Masih ragu membangun <em>passive income</em>? Supaya Anda tidak ragu lagi ketahuilah empat manfaat memiliki <em>passive income</em> di antaranya adalah :</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Mengurangi kecemasan</span> </strong></h3>
<p>Dengan memiliki <em>passive income</em> Anda tidak perlu merasa khawatir apalagi cemas mengenai keuangan di masa depan.</p>
<p>Pasalnya penghasilan atau pendapatan yang sudah Anda sisihkan dari jauh-jauh hari berfungsi untuk melindungi Anda dari masalah finansial.</p>
<p>Sudah sempat dijelaskan sebelumnya kalau untuk membangun <em>passive income</em> harus penuh kesabaran serta konsistensi tinggi karena memang prosesnya bertahap.</p>
<p>Maka dari itu untuk Anda para karyawan, pekerja lepas, atau pebisnis yang sekiranya masih aktif mulai sekarang sisihkan sedikit demi sedikit pendapatan Anda.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Membantu Anda mencapai kebebasan finansial</span> </strong></h3>
<p>Masihkah ada yang berpendapat bahwa dengan mengambil <em>double job</em> dapat mendekatkan Anda pada kebebasan finansial?</p>
<p>Sebenarnya hal tersebut tidak salah, namun pastinya tidak mudah untuk dilakukan. Pada prinsipnya <em>passive income </em>merupakan pendapatan tambahan tanpa harus bekerja terlalu keras hingga mengorbankan waktu dan tenaga.</p>
<p>Sehingga Anda harus mencari alternatif lain bagaimana cara mendapatkan <em>passive income</em> tanpa harus mengambil <em>double job</em>.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Fleksibilitas waktu</span> </strong></h3>
<p>Waktu merupakan keuntungan terbesar dari <em>passive income</em>. Oke coba bayangkan, Anda memiliki produk investasi saham kebetulan jumlah lot yang Anda miliki cukup banyak di salah satu perusahaan Bank swasta.</p>
<p>Biasanya setiap tahun perusahaan yang masuk ke dalam bursa saham akan membagikan dividen atau keuntungan untuk para investor. Nah, keuntungan itulah yang dinamakan <em>passive income</em>.</p>
<p>Sebagai pengingat, sebelum Anda mengambil produk investasi pelajari terlebih dahulu profil dan tujuan investasi guna meminimalisir risiko.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Terhindar dari tekanan pekerjaan</span> </strong></h3>
<p>Semua orang memiliki batasannya masing-masing, jika Anda bekerja terlalu keras sehingga mengorbankan kesehatan fisik dan mental nanti yang ada gaji bulanan Anda untuk biaya berobat jalan.</p>
<p>Maka dari itu dengan Anda menyisihkan tiap bulan untuk dana darurat, menabung, dan investasi sama saja menyelamatkan kesehatan fisik dan mental dari tekanan pekerjaan di kantor.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>5.   </strong><strong>Bebas mengejar <em>passion</em> </strong></span></h3>
<p>Uang mengalir deras di rekening Anda tanpa harus kerja lembur setiap hari, siapa yang tidak mau! Dengan Anda memiliki <em>passive income</em> tidak ada perasaan ragu lagi untuk mengejar <em>passion</em> atau hobi yang selama ini tertunda.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara Mendapatkan <em>Passive Income</em></strong></span></h2>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.   </strong></span><strong><em><span style="color: #000000;">Content Creator</span> </em></strong></h3>
<p>Berhubung sekarang jaman sudah berubah, Anda bisa loh mendapatkan cuan hanya dari rumah saja dengan menjadi <em>content creator</em>.</p>
<p>Namun tentu saja untuk menjadi <em>content creator</em> terkenal dan unik memang bukan hal mudah, Anda harus melakukannya secara perlahan, konsisten dan disiplin.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Investasi</span> </strong></h3>
<p>Investasi dipercaya dapat menggandakan kekayaan, ada beberapa instrumen investasi yang dapat Anda tentukan jangka waktunya sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan.</p>
<p>Investasi bukanlah alat untuk mempercepat kekayaan jadi jangan salah kaprah, banyak orang yang langsung tergiur dengan <em>return</em> tinggi yang tidak masuk akal, akibatnya mereka malah kehilangan banyak uang.</p>
<p>Sekarang sudah banyak kok produk investasi yang bisa Anda pilih mulai dari Rp. 10.000 saja contohnya Bibit.</p>
<p>Supaya Anda tidak tertipu sebaiknya pelajari dasar-dasar investasi, kenali produk, sesuaikan risiko, tetapkan tujuan, konsisten, dan teruslah belajar.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Program Afiliasi</span> </strong></h3>
<p>Program afiliasi yang sekarang booming adalah <em>shoppe affiliate</em> dan <em>tiktok affiliate</em>, cara kerjanya adalah Anda mempromosikan produk melalui berbagai platform media sosial dengan mencantumkan link referral yang Anda miliki.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Jual Stok Foto</span> </strong></h3>
<p>Hampir semua bisnis sekarang beralih ke media sosial sebagai media promosi, demi menghemat anggaran dan waktu tidak semua perusahaan menggunakan gambar yang di ambil dari kamera sendiri, sehingga mereka memilih untuk berlangganan foto di situs fotografi.</p>
<p>Untuk Anda yang mempunyai hobi fotografi silahkan manfaatkan kemampuan Anda untuk meraup pundi-pundi rupiah dengan menjadi kontributor.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>5.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Sewa Properti</span> </strong></h3>
<p>Untuk mendapatkan dari sewa properti tentu Anda harus memiliki properti seperti kontrakan, apartemen, hostel, vila, atau kos-kosan.</p>
<p>Bisnis properti keuntungannya cukup menggiurkan karena peminatnya cukup tinggi apalagi kalau lokasinya strategis.</p>
<p>Jangan hanya tergiur dengan keuntungannya saja tetapi perhatikan juga bahwa properti membutuhkan biaya perawatan yang tak sedikit.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>6.   </strong></span><strong><em><span style="color: #000000;">Dropshipper</span> </em></strong></h3>
<p>Mau menjalankan bisnis tapi terkendala modal usaha? Anda bisa menjalankan bisnis dropship, dimana Anda sebagai pihak ketiga secara tidak langsung memasarkan produk dari <em>supplier</em> tanpa harus stok barang.</p>
<p>Lalu bagaimana kalau ada yang tertarik ingin membeli produk tersebut? Mudah, sebelumnya pastikan terlebih dahulu bahwa produk yang konsumen inginkan tersedia.</p>
<p>Selanjutnya Anda infokan ke konsumen untuk melakukan transaksi ke nomor rekening sesuai dengan jumlah yang tertera.</p>
<p>Mengenai pengemasan dan pengiriman barang menjadi tugas <em>supplier</em>. Jangan khawatir, barang tersebut akan dikirimkan sesuai dengan nama toko Anda.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>7.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Penulis Buku</span> </strong></h3>
<p>Darimana penulis buku mendapatkan <em>passive income</em>? Jawabannya dari Royalti dari setiap buku yang terjual. Semakin banyak buku yang terjual maka semakin besar pula <em>passive income</em> yang Anda terima.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>8.   </strong><strong>Berbisnis <em>Franchise</em> </strong></span></h3>
<p>Anda memiliki jiwa pengusaha namun masih kurang percaya diri untuk menjalankan bisnis? Tenang saja karena sekarang sudah banyak bisnis <em>franchise</em> yang bisa Anda pilih.</p>
<p><em>Franchise</em> sendiri merupakan jenis lisensi yang memungkinkan seseorang menjual produk atau layanan di bawah nama sebuah bisnis yang sudah ada. Jadi Anda tidak perlu bersusah payah untuk merintis bisnis dari awal.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>9.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Membangun Blog Pribadi</span> </strong></h3>
<p>Cara mendapatkan <em>passive income</em> yang terakhir adalah dengan membangun blog pribadi, modal untuk membeli domain dan hostingnya pun banyak yang terjangkau.</p>
<p>Setelah blog pribadi Anda sudah jadi tugas Anda berikutnya yaitu mengisi blog dengan konten-konten menarik untuk di baca pengunjung.</p>
<p>Sedikit saran untuk Anda buatlah konten yang sesuai minat, misalnya saja Anda tertarik dengan dunia game maka seluruh konten yang Anda buat berkaitan dengan game.</p>
<p>Tak lupa juga untuk membagikan setiap konten yang Anda buat di berbagai media sosial agar banyak orang <em>aware</em>.</p>
<p>Semakin banyak pengunjung yang datang maka akan mempengaruhi rank website dari sinilah mulai terbangun <em>passive income</em>.</p>
<p>Nah, itulah tadi sembilan cara mendapatkan <em>passive income</em> secara realistis, jadi mau mulai kapan?</p>
<p>Bagi Anda yang butuh dana tunai cepat cair sekarang juga, silahkan hubungi CS Danafina di bawah.</p>
<p><a href="https://www.danafina.com/gadai-bpkb-motor/" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="color: #0000ff;">Pinjaman Dana </span></strong><span style="color: #0000ff;"><strong>Tunai </strong><strong>BPKB Motor</strong></span></a></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://www.danafina.com/gadai-bpkb-mobil/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Pinjaman Dana </strong><strong>Tunai </strong><strong>BPKB Mobil</strong></a></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://www.danafina.com/gadai-sertifikat-rumah/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Pinjaman Dana </strong><strong>Tunai </strong><strong>Sertifikat Rumah</strong></a></span></p>
<p>Danafina solusi kebutuhan keuangan Anda.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-mendapatkan-passive-income/">Cara Mendapatkan Passive Income Secara Realistis</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/cara-mendapatkan-passive-income/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dana Darurat Adalah Penyelamat Keuangan Anda</title>
		<link>https://www.danafina.com/dana-darurat-adalah/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/dana-darurat-adalah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2023 06:39:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[dana cadangan]]></category>
		<category><![CDATA[dana darurat]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tips keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6885</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dana darurat adalah uang yang disimpan secara khusus untuk kebutuhan yang tak terduga atau keadaan darurat. Baca Juga : Cara Menjadi Wanita Independen Secara Finansial Keadaan darurat ini bisa berupa hal yang sifatnya medis, kehilangan pekerjaan, bencana alam, atau masalah lainnya yang bisa terjadi kapan saja. Artikel kali ini Danafina akan membahas mengenai dana darurat &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/dana-darurat-adalah/">Dana Darurat Adalah Penyelamat Keuangan Anda</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-6886 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/03/Dana-darurat-adalah-.png" alt="Dana darurat adalah" width="600" height="400" /></p>
<p>Dana darurat adalah uang yang disimpan secara khusus untuk kebutuhan yang tak terduga atau keadaan darurat.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/cara-menjadi-wanita-independen-secara-finansial/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cara Menjadi Wanita Independen Secara Finansial</span></a></strong></span></p>
<p>Keadaan darurat ini bisa berupa hal yang sifatnya medis, kehilangan pekerjaan, bencana alam, atau masalah lainnya yang bisa terjadi kapan saja.</p>
<p>Artikel kali ini Danafina akan membahas mengenai dana darurat supaya Anda bisa mempersiapkannya sedini mungkin sebelum semuanya terlambat.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Dana Darurat Adalah</span> </strong></h2>
<p>Dana darurat adalah dana yang disimpan secara khusus untuk mengatasi keadaan darurat finansial yang tidak terduga biasanya berupa tabungan tunai atau investasi dengan likuiditas tinggi yang dapat dicairkan kapan saja.</p>
<p>Sesuai dengan namanya dana darurat tidak boleh digunakan untuk keperluan yang kurang penting seperti liburan atau membeli barang-barang mewah, tetapi hanya digunakan dalam keadaan darurat.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Alasan Mengapa Dana Darurat Itu Penting</strong></span></h2>
<p>Banyak orang mungkin menganggap bahwa memiliki dana darurat bukanlah suatu keharusan, karena mereka percaya bahwa mereka tidak akan pernah mengalami masalah atau bencana yang memerlukan uang secara mendesak.</p>
<p>Namun, keadaan yang tak terduga bisa terjadi kapan saja, dan jika Anda tidak memiliki dana darurat, maka  terpaksa Anda akan meminjam uang kepada orang terdekat atau bahkan menjual aset.</p>
<p>Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda perlu memiliki dana darurat:</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.   </strong><strong>Menghindari stres</strong></span></h3>
<p>Ketika Anda dihadapi pada situasi darurat keuangan yang tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya medis, atau situasi lainnya yang memerlukan pengeluaran besar, hal ini bisa menyebabkan stres berlebihan.</p>
<p>Stres berlebihan sangatlah memengaruhi kesehatan mental akibatnya Anda sulit untuk fokus pada hal-hal lain penting.</p>
<p>Maka dari itu milikilah dana darurat yang cukup guna mengurangi stres dan memberikan rasa tenang.</p>
<p>Apabila Anda sudah menyediakan dana darurat sedini mungkin untuk menghadapi situasi tidak terduga sebelumnya, Anda akan merasa lebih siap dan memiliki kontrol lebih terhadap finansial.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.   </strong><strong>Menjaga kestabilan keuangan</strong></span></h3>
<p>Mempertahankan kestabilan keuangan adalah kunci penting untuk mencapai keberhasilan finansial jangka panjang dan untuk mencapai tujuan tersebut Anda harus mampu mengelola keuangan secara hati-hati dan bijaksana.</p>
<p>Sayangnya, musibah dapat terjadi kapan saja sehingga mengganggu kestabilan keuangan Anda, terutama jika Anda tidak memiliki dana cadangan yang mencukupi.</p>
<p>Maka dari itu mulai sekarang sisihkan sebagian pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dana darurat.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.   </strong><strong>Menghindari utang yang </strong><strong>berlebihan</strong></span></h3>
<p>Utang yang terlalu besar dapat membuat Anda berada dalam kesulitan. Oleh karena itu, dengan memiliki dana darurat yang cukup, Anda akan terhindar dari utang yang berlebihan sehingga keuangan Anda selalu berada dalam kondisi stabil.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.   </strong><strong>Memberikan keamanan finansial</strong></span></h3>
<p>Dengan memiliki dana darurat, Anda akan lebih tenang dan aman secara finansial karena Anda sudah siap menghadapi keadaan tak terduga.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>5.   </strong><strong>Membuat Anda lebih mandiri</strong></span></h3>
<p>Dengan memiliki dana darurat, Anda tidak perlu bergantung pada orang lain. Selain itu, Anda tidak perlu merasa terburu-buru dalam mengambil keputusan keuangan, seperti menjual aset atau mengambil pinjaman dengan bunga tinggi.</p>
<p>Anda dapat mengambil waktu untuk mempertimbangkan pilihan secara hati-hati dan membuat keputusan yang lebih cerdas serta rasional.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>6.   </strong><strong>Membuat Anda fokus pada tujuan jangka panjang</strong></span></h3>
<p>Tanpa adanya dana darurat, Anda mungkin harus menggunakan uang yang sudah diinvestasikan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari atau keadaan darurat, sehingga memengaruhi tujuan jangka panjang.</p>
<p>Tujuan jangka panjang ini bisa berupa menabung untuk pensiun, investasi dalam aset jangka panjang seperti properti atau saham, atau merencanakan pendidikan anak-anak.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Besaran Dana Darurat yang Harus Disiapkan</span> </strong></h2>
<p>Berapa besaran dana darurat yang ideal itu? Jawabannya kembali pada diri Anda, karena tiap individu mempunyai besaran dana darurat yang berbeda-beda dilihat juga kebutuhan bulanan dan ada tidaknya tanggungan.</p>
<p>Adapun cara menentukan besaran nominal dana darurat berdasarkan status, antara lain:</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Lajang</span> </strong></h3>
<p>Bagi Anda yang belum menikah atau masih lajang, membutuhkan dana darurat sebesar 3 hingga 6 kali pengeluaran.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Sudah Menikah dan Belum Mempunyai Anak</span> </strong></h3>
<p>Bagi yang sudah menikah namun belum mempunyai anak, maka kebutuhan dana darurat yang harus Anda kumpulkan sekitar 6 hingga 9 kali pengeluaran perbulan.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Sudah Menikah dan Mempunyai Anak</span> </strong></h3>
<p>Sedangkan untuk Anda yang sudah menikah dan mempunyai anak sebaiknya persiapkan dana darurat sebesar 12 kali pengeluaran perbulan agar keluarga Anda bisa tetap hidup sejahtera.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Cara Mengelola Keuangan untuk Dana Darurat</span> </strong></h2>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.   </strong><strong>Tentukan jumlah dana darurat yang dibutuhkan</strong></span></h3>
<p>Jumlah dana darurat yang dibutuhkan harus mencakup biaya hidup Anda selama beberapa bulan, dalam situasi genting ketika Anda kehilangan pekerjaan atau tidak dapat bekerja.</p>
<p>Anda bisa memulainya dengan menghitung pengeluaran bulanan dan mengalikannya dengan jumlah bulan yang ingin Anda siapkan untuk dana darurat.</p>
<p>Sebagai contoh, jika pengeluaran bulanan Anda sebesar Rp 5 juta, dan Anda ingin memiliki dana darurat untuk 6 bulan ke depan, maka jumlah dana yang dibutuhkan sekitar Rp 30 juta.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.   </strong><strong>Buat rencana untuk mencapai jumlah dana darurat</strong></span></h3>
<p>Setelah menentukan jumlah dana darurat yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah membuat rencana untuk mencapai target tersebut.</p>
<p>Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda membuat rencana untuk mencapai jumlah dana darurat yang dibutuhkan:</p>
<ul>
<li>Tentukan jangka waktu</li>
<li>Hitung jumlah yang perlu ditabung setiap bulan</li>
<li>Evaluasi pengeluaran</li>
<li>Buat perencanaan keuangan jangka panjang</li>
<li>Cari cara untuk meningkatkan penghasilan</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.   </strong><strong>Simpan uang di rekening yang terpisah</strong></span></h3>
<p>Menyimpan uang di rekening terpisah, merupakan langkah penting dalam mengelola keuangan untuk dana darurat.</p>
<p>Berikut adalah beberapa alasan mengapa menyimpan uang di rekening terpisah penting:</p>
<ul>
<li>Memudahkan Anda mengontrol pengeluaran</li>
<li>Menghindari penggunaan dana darurat untuk keperluan yang tidak penting</li>
<li>Menjaga dana darurat tetap aman</li>
<li>Mempermudah akses dana darurat saat dibutuhkan</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.   </strong><strong>Hindari menggunakan dana darurat untuk keperluan lain</strong></span></h3>
<p>Menggunakan dana darurat untuk keperluan lain selain keadaan darurat dapat membahayakan kondisi keuangan Anda di masa depan.</p>
<p>Misalnya, jika Anda mengalami kecelakaan atau kehilangan pekerjaan, namun dana darurat yang seharusnya digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut sudah digunakan untuk keperluan lain, alhasil Anda harus memutar otak untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>5.   </strong><strong>Perbaharui dana darurat secara berkala</strong></span></h3>
<p>Anda harus mengevaluasi ulang jumlah dana yang disimpan dalam dana darurat secara berkala dan memperbarui jumlah dana yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan biaya hidup, pengeluaran bulanan, dan kondisi keuangan Anda.</p>
<p>Misalnya, jika Anda mengalami kenaikan biaya hidup atau pengeluaran bulanan, maka Anda harus menyesuaikan jumlah dana darurat yang disimpan agar cukup untuk menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi.</p>
<p>Begitu pula apabila Anda mengalami perubahan kondisi keuangan seperti perubahan penghasilan atau peningkatan hutang, maka perbaharui juga jumlah dana darurat yang dibutuhkan.</p>
<p>Semoga seluruh informasi di atas dapat membantu Anda dalam mempersiapkan dana darurat sehingga keuangan Anda selalu dalam kondisi aman terkendali.</p>
<p>Apabila Anda memang sangat butuh pinjaman untuk memenuhi kebutuhan dana darurat hari ini juga, silahkan hubungi Customer Service Danafina melalui tautan di bawah.</p>
<p><a href="https://www.danafina.com/gadai-bpkb-motor/" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="color: #0000ff;">Pinjaman </span></strong><span style="color: #0000ff;"><strong>Dana Darurat</strong><strong> BPKB Motor</strong></span></a></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://www.danafina.com/gadai-bpkb-mobil/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Pinjaman Dana Darurat BPKB Mobil</strong></a></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://www.danafina.com/gadai-sertifikat-rumah/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Pinjaman Dana Darurat Sertifikat Rumah</strong></a></span></p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/dana-darurat-adalah/">Dana Darurat Adalah Penyelamat Keuangan Anda</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/dana-darurat-adalah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mindset Keuangan: Kunci Sukses dalam Mengelola Finansial</title>
		<link>https://www.danafina.com/mindset-keuangan/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/mindset-keuangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2023 13:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6724</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mindset Keuangan yang tepat akan membawa Anda pada financial freedom, tentu untuk mencapainya membutuhkan usaha cukup keras apalagi kalau Anda adalah tipikal orang yang sulit sekali untuk menabung atau membangun kebiasaan mencatat pengeluaran dan pemasukan. Baca Juga : Deposito Berjangka : Solusi Investasi Minim Risiko Kebiasaan tersebut sepele tapi kalau Anda konsisten melakukannya, maka selamat &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/mindset-keuangan/">Mindset Keuangan: Kunci Sukses dalam Mengelola Finansial</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-6726 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/02/mindset-keuangan.png" alt="mindset keuangan" width="600" height="400" /></p>
<p>Mindset Keuangan yang tepat akan membawa Anda pada <em>financial freedom, </em>tentu untuk mencapainya membutuhkan usaha cukup keras apalagi kalau Anda adalah tipikal orang yang sulit sekali untuk menabung atau membangun kebiasaan mencatat pengeluaran dan pemasukan.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/deposito-berjangka/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Deposito Berjangka : Solusi Investasi Minim Risiko</span></a></strong></span></p>
<p>Kebiasaan tersebut sepele tapi kalau Anda konsisten melakukannya, maka selamat Anda sudah selangkah lebih maju dalam hal keuangan.</p>
<p>Penasaran mengenai apa itu mindset keuangan serta apa saja yang akan Anda rasakan jika tidak memiliki mindset tersebut? Yuk baca artikel ini sampai akhir!</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Apa itu <em>Mindset </em>Keuangan?</span> </strong></h2>
<p>Cara pandang dan sikap seseorang terhadap uang dan keuangan. Ini termasuk bagaimana seseorang memikirkan, mengelola, dan menggunakan uang.</p>
<p>Mindset yang positif dapat membantu Anda mencapai tujuannya, baik itu dalam hal keuangan atau hidup secara umum.</p>
<p>Sebaliknya, jika Anda memiliki mindset yang negatif tentang uang, ini dapat menjadi hambatan bagi keuangan Anda.</p>
<p>Mindset yang positif, secara tidak langsung membuat Anda memiliki sikap optimis untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan, sehingga timbul keinginan belajar, lebih memahami bagaimana cara mengelola keuangan dengan tepat, serta lebih fokus pada solusi dibandingkan masalah.</p>
<p>Sebaliknya, jika mindset Anda negatif, mungkin hanya sikap pesimis yang muncul, enggan untuk belajar dan memahami bagaimana mengelola uang, bahkan lebih cenderung berfokus pada masalah ketimbang solusi.</p>
<p>Dengan demikian, mindset keuangan sangat penting karena mempengaruhi bagaimana Anda berpikir dan bertindak terhadap uang.</p>
<p>Memiliki mindset yang positif dapat membantu seseorang mencapai tujuannya dan membuat keputusan keuangan yang bijaksana, sementara mindset yang negatif dapat membuat Anda ceroboh dalam menggunakan uang.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>10 Mindset Keuangan yang Harus Anda Miliki</strong></span></h2>
<ol>
<li><strong>Tanggung jawab</strong>: Anda harus bertanggung jawab atas keputusan keuangan yang diambil dan menyadari bahwa kekayaan yang Anda miliki suatu hari nanti sangat bergantung pada tindakan Anda hari ini.</li>
<li><strong>Pengendalian Diri</strong>: Anda harus memiliki sikap pengendalian diri ketika menggunakan sehingga mampu membuat keputusan secara tepat.</li>
<li><strong>Fokus pada solusi</strong>: Anda harus fokus pada solusi dibandingkan masalah serta memiliki sikap positif terhadap uang.</li>
<li><strong>Selalu belajar dan berkembang setiap harinya</strong>, apalagi dunia keuangan itu luas tidak hanya sekadar mencatat pengeluaran dan pemasukan.</li>
<li><strong>Fleksibel</strong>: Anda harus fleksibel dalam mengelola uang serta mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi dalam dan luar negeri.</li>
<li><strong>Berkomitmen</strong>: Anda harus memiliki komitmen untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan sehingga muncul tekad kuat untuk mencapainya.</li>
<li><strong>Hemat</strong>: Milikilah kebiasaan hemat bukan pelit. Hemat berarti Anda bisa paham mana kebutuhan mana keinginan. Bottom of Form</li>
</ol>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Pentingnya Membangun <em>Mindset</em> Keuangan</strong></span></h2>
<p>Membangun mindset keuangan sangatlah penting karena dapat membantu Anda dalam membuat keputusan keuangan yang tepat dan mencapai tujuan finansial.</p>
<p>Tanpa mindset yang baik, Anda bisa terjebak dalam pola pikir yang salah tentang uang dan keuangan, seperti berhutang terlalu banyak atau enggan menabung karena masih menerapkan prinsip YOLO (You Only Live Once).</p>
<p>Percayalah dengan mindset yang baik, Anda bisa mengelola keuangan sebijak mungkin, sehingga tujuan finansial jangka panjang bisa terwujud alhasil Anda bisa memiliki keuangan yang stabil tanpa rasa khawatir.</p>
<p>Lalu bagaimana cara membangun mindset tersebut?</p>
<ol>
<li>Pertama, Anda harus belajar tentang hal-hal yang berhubungan dengan uang, seperti bagaimana mengelola uang, menabung, berinvestasi, dan lain-lain. Hal ini akan membantu Anda dalam membuat keputusan mengenai penggunaan uang.</li>
<li>Kedua, Untuk membangun pola pikir keuangan yang baik, Anda juga harus menetapkan tujuan finansial. Tujuan finansial ini bisa berupa tujuan jangka pendek atau jangka panjang, seperti membeli rumah, membeli mobil, atau mempersiapkan dana pensiun.</li>
<li>Ketiga, realistis dan bijak dalam mengelola uang. Anda harus memahami bahwa uang tidak akan datang dengan sendirinya, dan kita harus bekerja keras untuk memperoleh uang. Selain itu, kita juga harus bijak dalam mengelola uang dan tidak membuang-buang uang untuk hal-hal yang tidak penting.</li>
<li>Keempat, belajar untuk menabung dan berinvestasi sebanyak mungkin. Pilihlah instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan finansial dan profil risiko Anda. Hal ini akan membantu Anda memperoleh keuntungan finansial jangka panjang secara optimal di masa depan. Setuju?</li>
<li>Terakhir, buatlah prioritas dengan cara mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan. Uang memang bukan segalanya tetapi segalanya butuh uang. Bila Anda sejak awal tidak mampu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan, maka Anda tidak akan pernah mencapai tujuan finansial.</li>
</ol>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Bagaimana agar Kebiasaan Menabung Menjadi Menyenangkan?</strong></span></h2>
<ol>
<li>Dengan memiliki tujuan yang jelas, misalnya untuk membeli barang yang diinginkan, akan membuat proses menabung lebih terfokus dan memotivasi.</li>
<li>Buatlah target jangka pendek seperti menabung sejumlah uang setiap bulan.</li>
<li>Jangan terlalu fokus pada hasil akhir, nikmatilah proses menabung dan rasakan kepuasan setiap kali menabung.</li>
<li>Ajak teman atau keluarga untuk menabung bersama.</li>
<li>Setelah tercapainya nominal yang diinginkan, belanjakan uang tersebut dengan bijak dan nikmati hasil</li>
</ol>
<p>Ingatlah bahwa kebiasaan menabung adalah hal yang penting untuk membangun keuangan yang stabil di masa depan. Dengan membuat proses menabung menjadi menyenangkan, akan lebih mudah untuk terus melakukannya dalam jangka panjang.Bottom of Form</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong><em>Financial Skill</em></strong><strong> yang Perlu Anda Pelajari</strong></span></h2>
<p><em>Financial skill</em> adalah kemampuan mengelola uang secara efektif dan efisien. Berikut adalah beberapa <em>financial skill</em> yang perlu dipelajari:</p>
<ol>
<li><strong><em>Budgeting</em></strong>: Membuat perencanaan keuangan uang setiap bulan dengan cara mencatat pemasukan dan pengeluaran.</li>
<li><strong><em>Saving</em></strong>: Menabung untuk keperluan di masa depan seperti dana darurat, liburan, atau membeli barang kebutuhan lainnya.</li>
<li><strong>Investasi</strong>: Menempatkan uang untuk mendapatkan keuntungan di masa depan seperti saham, reksadana, atau properti.</li>
<li><strong><em>Credit Management</em></strong>: Mengelola hutang dengan baik seperti membayar tagihan tepat waktu, memahami tingkat suku bunga, dan menghindari hutang yang berlebihan.</li>
<li><strong><em>Retirement Planning</em></strong>: Mempersiapkan dana untuk masa pensiun dengan mempertimbangkan gaya hidup yang diinginkan saat pensiun dan usia harapan hidup.</li>
<li><strong><em>Insurance</em></strong>: Memastikan bahwa keuangan Anda dan keluarga terlindungi dari risiko yang tidak terduga seperti kematian, sakit, atau kecelakaan.</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/keuangan-sehat/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Keuangan Sehat Bukan Lagi Sekadar Impian (Wajib Tahu)</span></a></strong></span></p>
<p>Kerugian yang akan anda rasakan ketika tidak memiliki mindset yang tepat dan bijak :</p>
<ol>
<li>Anda mungkin akan terjerat hutang dengan nominal besar dan mengalami kesulitan untuk membayarnya.</li>
<li>Anda akan selalu kekurangan uang dan merasa stres dan kesulitan finansial.</li>
<li>Anda mungkin akan kesulitan untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan, seperti membeli rumah atau melakukan liburan.</li>
<li>Anda mungkin akan kehilangan peluang untuk meningkatkan kekayaan dan mempersiapkan masa depan.</li>
<li>Anda mungkin akan stres dan merasakan kecemasan secara finansial yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik.</li>
</ol>
<p>Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memiliki <em>mindset</em> yang tepat dan bijak. Sampai sini setuju? Kira-kira apakah seluruh informasi di atas sudah menjawab kebingungan Anda selama ini?</p>
<p>Bila saat ini Anda sedang membutuhkan dana pinjaman untuk tambahan modal usaha atau kebutuhan mendesak lainnya dan ingin mengajukan pinjaman dengan tenor minimal 6 bulan silahkan hubungi kami!</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/mindset-keuangan/">Mindset Keuangan: Kunci Sukses dalam Mengelola Finansial</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/mindset-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Melunasi Hutang agar Cepat Lunas</title>
		<link>https://www.danafina.com/cara-melunasi-hutang-agar-cepat-lunas/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/cara-melunasi-hutang-agar-cepat-lunas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2023 15:27:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Melunasi Hutang agar Cepat Lunas. Rasanya tidak ada seorang pun yang belum berhutang dan bagaimana perasaannya ketika hutang tersebut harus dibayar dengan tepat waktu, tapi terkendala oleh kondisi finansial yang tidak memungkinkan. Jika hal ini terjadi, lantas bagaimana cara melunasi hutang agar cepat lunas? Bagaimana Cara Melunasi Hutang agar Cepat Lunas? Bagi anda yang &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-melunasi-hutang-agar-cepat-lunas/">Cara Melunasi Hutang agar Cepat Lunas</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6719 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/02/Cara-Melunasi-Hutang-agar-Cepat-Lunas.png" alt="Cara Melunasi Hutang agar Cepat Lunas" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Cara Melunasi Hutang agar Cepat Lunas</span>.</strong> Rasanya tidak ada seorang pun yang belum berhutang dan bagaimana perasaannya ketika hutang tersebut harus dibayar dengan tepat waktu, tapi terkendala oleh kondisi finansial yang tidak memungkinkan. Jika hal ini terjadi, lantas bagaimana cara melunasi hutang agar cepat lunas?</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Bagaimana Cara Melunasi Hutang agar Cepat Lunas?</strong></span></h2>
<p>Bagi anda yang berencana ingin melunasi hutang namun kurang begitu paham mengenai manajemen pelunasan hutang yang benar, begini cara melunasi hutang agar cepat lunas yang perlu anda ketahui :</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1. Mengatur Pengeluaran Bulanan</strong></span></h3>
<p>Yang harus anda lakukan pertama kali adalah dengan melakukan pengaturan ulang pengeluaran bulanan agar anda dapat mengetahui pos-pos pengeluaran secara keseluruhan. Dengan melakukan pengaturan ulang, anda juga bisa menyisihkan uang untuk bayar hutang dari pendapatan bulanan.</p>
<p>Sedikit gambaran bagi anda yang akan mengatur ulang pengeluaran, maka pengeluaran di bagi ke dalam 3 bagian :</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Sandang</strong></span></li>
</ul>
<p>Sandang adalah kebutuhan pokok manusia dalam bentuk pakaian. Walaupun sandang merupakan barang yang penting, akan tetapi untuk membeli pakaian tidak perlu tiap bulan, cukup seperlunya saja.</p>
<p>Agar lebih terukur, anda bisa membeli pakaian untuk memnuhi Sandang setiap 3 sampai 6 bulan sekali belanja pakaian untuk kebutuhan hidup.</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Pangan</strong></span></li>
</ul>
<p>Pangan adalah kebutuhan pokok manusia yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Untuk pangan berbeda dengan sandang yang harus dipenuhi setiap harinya. Bahkan untuk makan pokok saja sehari sebanyak 3 kali makan.</p>
<p>Untuk meminimalisir pengeluaran kebutuhan pangan ini, lebih baik hitung anggarannya per bulan berdasarkan perhitungan kebutuhan per hari. Apabila sehari harus mengeluarkan dana sebesar Rp.100.000, maka kebutuhan pangan per bulan yang wajib anda keluarkan yaitu Rp.3.000.000 (asumsi 30 hari per bulan).</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/apa-itu-qris/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Apa itu Qris : Definisi Hingga Kekurangan dan Kelebihan</span></a></strong></span></p>
<p>Pertanyaannya, apakah mungkin budget Rp.3.000.000 untuk kebutuhan pangan bisa dikurangi? Jawabannya bisa, caranya sederhana, anda hanya perlu memasak sekali-kali di rumah dengan bahan-bahan yang tetap memenuhi kebutuhan gizi.</p>
<p>Seandainya memasak di rumah bisa mengurangi biaya per hari dari Rp.100.000 menjadi Rp.60.000, maka anda sudah punya selisih sebesar Rp.40.000. Katakan jika memasak di rumah dilakukan sebanyak 10 hari dalam satu bulan saja, maka anda sudah mendapatkan selisih sebesar Rp.400.000.</p>
<p>Kesimpulannya, dari semula budget pangan sebesar Rp.3.000.000, bisa dipangkas menjadi Rp.2.600.000 (hemat Rp.400.000).</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Papan</strong></span></li>
</ul>
<p>Papan adalah kebutuhan pokok manusia yang berhubungan dengan tempat tinggal. Untuk kebutuhan papan sepertinya pengeluaran yang harus dikeluarkan per bulannya bersifat konstan, terutama bagi yang melakukan kredit rumah atau bahkan masih mengontrak.</p>
<p>Lain halnya jika anda sudah memiliki tempat tinggal sendiri dan sudah tidak ada sangkut pautnya dengan cicilan. Maka untuk biaya Papan ini bisa dihilangkan 100 % dan dapat dialokasikan untuk menambah selisih per bulan yang bisa digunakan untuk membayar cicilan hutang agar cepat lunas.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2. Kurangi Kebutuhan Diluar Kebutuhan Pokok</strong></span></h3>
<p>Dari ketiga kebutuhan pokok yang telah dijelaskan di atas, sebenarnya ada kebutuhan lainnya yang bersifat kondisional, artinya dana yang ada akan dikeluarkan ketika sedang dibutuhkan. Ada 2 sifat kebutuhan lainnya dilihat dari urgensi nya, di antaranya :</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Kebutuhan darurat</strong></span></li>
</ul>
<p>Kebutuhan darurat adalah kebutuhan yang sifatnya sangat mendesak dan tidak bisa ditoleransi lagi untuk mengeluarkan uang berdasarkan dari kebutuhan darurat tersebut. Oleh karena itu, dana yang terkumpul sebaiknya anda sisihkan terlebih dahulu untuk kebutuhan yang sifatnya kondisional tergantung dari kebutuhan mendesak yang terjadi.</p>
<p>Dana untuk kebutuhan darurat jika dikumpulkan akan menjadi banyak, bahkan jika diperlukan untuk membayar hutang pun bisa mengambil sedikit dana dari dana darurat ini. Intinya adalah persentase maksimal dana darurat harus terpenuhi terlebih dahulu. Baru setelah itu dana kelebihannya bisa digunakan untuk membayar hutang.</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Kebutuhan Tersier</strong></span></li>
</ul>
<p>Sifat dari kebutuhan tersier adalah tidak wajib, artinya kebutuhan ini dikembalikan kepada anda apakah ingin memenuhi kebutuhan tersier atau ingin cepat melunasi hutang. Jika hutang yang anda miliki dirasa sangat membebani setiap bulannya, maka lebih baik urungkan niat untuk memenuhi kebutuhan tersier ini atau setidaknya sekali setiap 1 sampai 3 bulan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3. Rekapitulasi Hutang Yang Wajib Dibayar Setiap Bulan</strong></span></h3>
<p>Langkah ketiga ini berhubungan langsung dengan cara pertama dan kedua di atas. Ketika anda sudah menghitung dengan benar dan telah mendapatkan selisih dari pengeluaran bulanan untuk membayar hutang.</p>
<p>Maka pastikan terlebih dahulu apakah selisih yang didapatkan sudah terpenuhi untuk membayar hutang atau masih belum terpenuhi.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4. Menjual Aset Yang Masih Terpakai</strong></span></h3>
<p>Cara selanjutnya adalah dengan menjual aset yang anda miliki. Ini adalah alternatif lainnya yang cukup beresiko. Dikatakan beresiko karena aset yang masih anda gunakan terpaksa harus dijual untuk membayar hutang.</p>
<p>Akibat aset dijual, maka aktivitas yang berhubungan dengan aset tersebut terpaksa harus mengganti kebiasaan yang mungkin akan lebih menyulitkan. Mungkin anda akan mengorbankan lebih banyak waktu dan tenaga untuk melakukan aktivitas tersebut.</p>
<p>Walaupun begitu, mengingat tujuannya adalah ingin segera melunasi hutang, maka menjual aset merupakan jalan yang paling aman dilakukan untuk sementara waktu. Ketika waktunya tiba dan hutang sudah lunas, anda akan bisa mendapatkan aset kembali dan bahkan bisa lebih.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>5. Menjual Aset yang Sudah Tidak Terpakai</strong></span></h3>
<p>Lain halnya dengan penjelasan sebelumnya yaitu menjual barang yang masih bisa digunakan, untuk cara ini yaitu anda bisa menjual aset yang sudah tidak digunakan lagi.</p>
<p>Dari segi nilai mungkin nominalnya akan berkurang harga jika dijual untuk dimanfaatkan sesuai peruntukannya.</p>
<p>Namun jika dilihat dari segi daur ulang yang bisa dimanfaatkan untuk membuat barang lain dari aset yang tidak terpakai maka anda akan mendapatkan keuntungan yang bisa anda gunakan untuk membayar hutang agar cepat lunas.</p>
<p>Sebagai contoh, jika anda memiliki kardus yang tidak terpakai seperti kardus TV, kardus kompor gas, dan kardus lainnya maka bisa dijualnya kepada pengepul agar bisa dimanfaatkan kembali dan hasil dari penjualan tersebut bisa anda manfaatkan untuk membayar hutang.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>6. Prioritas Hutang</strong></span></h3>
<p>Apakah anda tahu sistem flat dan sistem anuitas pada setiap pinjaman yang dilakukan ke perbankan atau Lembaga pembiayaan lainnya? Jika anda memiliki hutang seperti ini maka setidaknya tahu sistem bunga yang dibebankan kepada anda.</p>
<p>Saran terbaik untuk lebih meringankan hutang anda adalah agar dibayarkan terlebih dahulu hutang yang memiliki bunga terbesar lebih dahulu (sistem anuitas), karena yang paling memberatkan di antara sistem hutang adalah menggunakan sistem anuitas.</p>
<p>Setelah itu, jika memiliki hutang di lain tempat lagi yang sifatnya tidak memberatkan dalam hal bunga, maka jadikan hutang tersebut bukan pilihan utama untuk dilunasi.</p>
<p>Dengan begitu, maka semakin dekat ke pelunasan maka semakin ringan karena tidak berurusan dengan hutang yang memiliki bunga besar atau bunga pinjaman dengan menggunakan sistem anuitas.</p>
<p>Nah, itulah 6 cara melunasi hutang agar cepat lunas yang bisa anda coba untuk meringankan beban akibat hutang.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-melunasi-hutang-agar-cepat-lunas/">Cara Melunasi Hutang agar Cepat Lunas</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/cara-melunasi-hutang-agar-cepat-lunas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keuangan Sehat Bukan Lagi Sekadar Impian (Wajib Tahu)</title>
		<link>https://www.danafina.com/keuangan-sehat/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/keuangan-sehat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 01:34:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6635</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keuangan Sehat. Memiliki keuangan yang sehat tentu menjadi keinginan banyak orang. Sifat konsumtif seringkali membuat banyak pengeluaran. Kondisi finansial yang sehat ini menjadi resolusi bagi banyak orang. Agar bisa memiliki kondisi keuangan yang sehat maka ada berbagai hal yang harus diperhatikan. Baca Juga : Pinjaman Pasti Cair Pengajuannya Online, Proses 2 Jam Saja! Kebiasaan menghamburkan &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/keuangan-sehat/">Keuangan Sehat Bukan Lagi Sekadar Impian (Wajib Tahu)</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6638 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/01/keuangan-sehat.png" alt="keuangan sehat" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Keuangan Sehat</span>.</strong> Memiliki keuangan yang sehat tentu menjadi keinginan banyak orang. Sifat konsumtif seringkali membuat banyak pengeluaran.</p>
<p>Kondisi finansial yang sehat ini menjadi resolusi bagi banyak orang. Agar bisa memiliki kondisi keuangan yang sehat maka ada berbagai hal yang harus diperhatikan.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/pinjaman-pasti-cair/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Pinjaman Pasti Cair Pengajuannya Online, Proses 2 Jam Saja!</span></a></strong></span></p>
<p>Kebiasaan menghamburkan uang untuk sesuatu hal yang tidak dibutuhkan akan sangat merugikan diri sendiri di kemudian hari. Anda tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? Oleh karena itu, Anda harus memulai untuk merencanakan keuangan yang lebih baik.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Tips Membuat Keuangan Yang Sehat</strong></span></h2>
<p>Menemukan cara pengelolaan finansial yang tepat bisa membantu anda untuk mewujudkan kondisi finansial yang sehat. Kondisi keuangan yang baik dan sehat bisa membantu anda dalam merencanakan masa depan.</p>
<p>Berikut ini merupakan beberapa tips yang dapat membantu anda untuk bisa mewujudkan kondisi keuangan yang sehat.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>#1 Menentukan Tujuan Keuangan</strong></span></h3>
<p>Tips pertama yang harus diperhatikan untuk mewujudkan keuangan yang sehat yaitu menentukan tujuan keuangan. Dalam menentukan tujuan keuangan ini ada beberapa hal yang harus anda perhatikan yaitu sebagai berikut.</p>
<ul>
<li>Pertama, menentukan apa yang diinginkan, apa yang ingin dicapai dan apa yang ingin didapatkan dengan uang tabungan yang telah dimiliki.</li>
<li>Kedua, menentukan jumlah uang yang akan anda tabung hingga mendapatkan apa yang diinginkan pada poin pertama.</li>
<li>Ketiga, mengidentifikasi langkah apa yang harus anda lakukan untuk bisa mencapai apa yang diinginkan sesuai yang tertulis pada poin pertama.</li>
<li>Keempat, pastikan bahwa anda memiliki tujuan yang bermanfaat bagi masa depan bukan hanya sebatas berfoya-foya.</li>
<li>Terakhir, tentukan juga berapa lama Anda harus mencapai angka yang diinginkan.</li>
</ul>
<p>Agar tujuan keuangan tersebut bisa berjalan dengan lancar dan Anda selalu ingat, maka maka tulislah di kertas dan tempelkan di tempat yang sering Anda lihat. Sehingga Anda tidak akan pernah lupa tentang resolusi keuangan yang telah dibuat.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>#2. Menentukan Metode untuk Budgeting</strong></span></h3>
<p>Tips kedua yang harus diperhatikan untuk bisa memiliki kondisi finansial yang sehat yaitu dengan menentukan metode budgeting yang akan dilakukan. Metode budgeting yang saat ini banyak digunakan dan disarankan oleh para ahli yaitu metode budgeting 50 30 20. Arti dari metode ini yaitu sebagai berikut</p>
<ul>
<li>Angka 50 berarti Anda harus menyisihkan sebanyak 50% dari total penghasilan untuk kebutuhan pokok</li>
<li>Angka 30 berarti anda bisa menyisihkan sebanyak 30% dari penghasilan untuk keinginan pribadi anda</li>
<li>Angka 20 berarti anda wajib menyisihkan sebanyak 20% dari total penghasilan untuk menabung atau melakukan investasi.</li>
</ul>
<p>Apabila dari total 50 dan 30% ini masih terdapat sisa uang maka anda bisa alokasikan untuk menabung. Selain itu bisa juga untuk kebutuhan pokok di bulan depan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>#3. Menyadari Jumlah Penghasilan dan Pengeluaran</strong></span></h3>
<p>Tips ketiga yang harus anda perhatikan apabila ingin mewujudkan keuangan sehat yaitu dengan menyadari jumlah dari pengeluaran dan juga penghasilan yang didapatkan. Seringkali kita tidak pernah menyadari berapa jumlah pengeluaran yang sudah dikeluarkan dan tidak sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan.</p>
<p>Tentu saja hal ini akan sangat merugikan kondisi keuangan kita. Oleh karena itu Anda harus memperhatikan dan menyadari berapa jumlah pendapatan dan pengeluaran.</p>
<p>Jumlah pengeluaran harus dicatat dan sebelumnya dilakukan rancangan anggaran untuk membantu menghemat.</p>
<p>Seperti contohnya dengan menggunakan metode 50 30 20 yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pastikan untuk mencatat apa saja yang diperlukan pada angka 50% 30% dan 20%.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>#4. Membedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan</strong></span></h3>
<p>Tips keempat yang harus diperhatikan untuk bisa mewujudkan keuangan yang sehat yaitu dengan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.</p>
<p>Seringkali seseorang boros dalam pengeluaran karena tidak dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan merupakan sesuatu yang benar-benar harus dibeli. Sedangkan untuk keinginan yaitu sesuatu yang sebenarnya tidak butuhkan hanya dinginkan</p>
<p>Hal inilah yang seringkali membuat banyak orang tidak bisa menabung karena biaya bulanan sudah habis untuk memenuhi keinginan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>#5. Membuat Daftar Belanja Sesuai Kebutuhan</strong></span></h3>
<p>Menindaklanjuti dari tips sebelumnya Anda bisa membuat daftar belanjaan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Hal ini akan sangat membantu untuk menekan pengeluaran. Langkah awal ini mungkin bisa saja mengganggu karena anda tidak bisa membeli apa yang diinginkan.</p>
<p>Tetapi dengan membuat daftar belanjaan yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari akan sangat membantu untuk menghilangkan sifat konsumtif seseorang. Meskipun awalnya sulit tetapi anda akan terbiasa untuk tidak membeli apa yang hanya diinginkan.</p>
<p>Sebenarnya tidak masalah apabila Anda ingin membeli sesuatu yang diinginkan demi kesenangan. Tetapi anda tidak boleh melakukan hal tersebut berkali-kali yang menyebabkan timbulnya sifat konsumtif.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>#6. Menyesuaikan Keinginan dengan Kemampuan</strong></span></h3>
<p>Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya bahwa Anda boleh memenuhi keinginan tetapi tidak untuk menimbulkan sifat konsumtif. Salah satu caranya yaitu menyesuaikan keinginan dengan kemampuan yang anda miliki.</p>
<p>Sebagai contoh apabila Anda ingin membeli sebuah pakaian dengan harga Rp150.000. Tetapi pada kondisi itu anda hanya memiliki uang sebesar Rp100.000.</p>
<p>Pada momen itu ada sebuah promo yang menawarkan untuk membayar menggunakan metode bayar kemudian. Tentu saja hal ini di luar dari kemampuan anda.</p>
<p>Bukannya menghemat tetapi anda malah menambahkan beban untuk pengeluaran pada bulan depan. Oleh karena itu menyesuaikan keinginan dengan kemampuan yang dimiliki sangatlah penting.</p>
<p>Jangan pernah tergiur dengan metode bayar kemudian karena sekali Anda mencoba maka Anda akan terus menggunakan metode ini untuk berbelanja keinginan. Sebaiknya hindari menggunakan metode ini agar keuangan tetap sehat.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>#7. Mulailah Menabung dan Berinvestasi</strong></span></h3>
<p>Tips ketujuh yang harus anda perhatikan untuk bisa mewujudkan keuangan yang sehat yaitu dengan mulai menabung dan berinvestasi.</p>
<p>Seperti yang sudah disinggung sebelumnya ada metode 50-30-20 yang akan membantu anda untuk mengelola keuangan lebih baik. Tetapi seringkali masih banyak yang mengabaikan 20% tersebut.</p>
<p>Oleh karena itu mulailah untuk menabung jadi ini mungkin agar di kemudian hari Anda tidak menyesal karena kondisi keuangan yang buruk. Menabung dan berinvestasi akan membantu anda dalam merencanakan masa depan yang cerah dalam hal finansial.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>#8. Fokuslah untuk Meningkatkan Penghasilan</strong></span></h3>
<p>Tips terakhir yang harus diperhatikan yaitu anda harus mulai berfokus untuk bisa meningkatkan penghasilan bulanan anda. Mengelola keuangan dengan bijak memang sangat penting tetapi apa boleh buat jika kebutuhan setiap bulannya terus meningkat.</p>
<p>Salah satu solusi yang bisa dilakukan yaitu dengan meningkatkan Jumlah penghasilan. Tingkatkan kemampuan dan kualitas diri untuk bisa mendapatkan bayaran yang lebih dari apa yang sedang anda kerjakan saat ini.</p>
<p>Itulah beberapa tips penting yang dapat Anda terapkan sekarang juga untuk bisa memiliki dan mewujudkan keuangan sehat. Keuangan yang sehat akan membantu anda untuk mendapatkan masa depan yang cerah dalam hal keuangan.</p>
<p>Pastikan anda menjalankan setiap tips di atas dengan konsisten sehingga keuangan sehat bisa segera terwujud seperti yang Anda inginkan.</p>
<p>Jika Anda membutuhkan dana darurat hari ini juga silahkan hubungi CS Danafina atau download aplikasinya <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.appsmakerstore.appDanafina" target="_blank" rel="noopener">disini</a>.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/keuangan-sehat/">Keuangan Sehat Bukan Lagi Sekadar Impian (Wajib Tahu)</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/keuangan-sehat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Latte Factor : Definisi, Dampak dan Cara Mengatasinya!</title>
		<link>https://www.danafina.com/latte-factor/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/latte-factor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2022 14:06:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[latte factor]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6365</guid>

					<description><![CDATA[<p>Latte Factor. Mungkin tidak sedikit orang yang belum familiar dengan istilah dari latte factor. Padahal kondisinya sudah sering dijumpai di masayrakat khususnya sering dijumpai pada kaum milenial. Lantas, apa pengertian dari istilah ini? Definisi Latte Factor Istilah ini muncul akibat kebiasaan sering mengonsumsi berbagai hal kecil, contohnya saja kopi. Namun maksudnya bukan hanya untuk kopi &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/latte-factor/">Latte Factor : Definisi, Dampak dan Cara Mengatasinya!</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6367 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/09/latte-factor.png" alt="latte factor" width="600" height="400" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Latte Factor.</strong></span> Mungkin tidak sedikit orang yang belum familiar dengan istilah dari <em>latte factor</em>. Padahal kondisinya sudah sering dijumpai di masayrakat khususnya sering dijumpai pada kaum milenial. Lantas, apa pengertian dari istilah ini?</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Definisi <em>Latte Factor</em></span></strong></h2>
<p>Istilah ini muncul akibat kebiasaan sering mengonsumsi berbagai hal kecil, contohnya saja kopi. Namun maksudnya bukan hanya untuk kopi saja, bisa juga untuk konteks yang berkaitan dengan pengeluaran sehari-hari. Walaupun nominalnya cenderung kecil, apabila dikalkulasikan selama seminggu, bahkan sebulan, atau setahun membuat anda bisa-bisa terkejut karena jumlahnya cukup fantastis.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : </strong><a href="https://www.danafina.com/pinjaman-dana-online/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;"><strong>Pinjaman Dana Online Pencairan 3 Jam</strong></span></a></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Latte factor</em> </strong></span>adalah istilah yang diluncurkan oleh David Bach, sebagai pakar finansial. Ia memakai istilah ini untuk mendefinisikan beberapa hal kecil tapi rutin dibelanjakan dengan tingkat kepentingan yang tidak terlalu penting.</p>
<p>Contohnya saja, anda membeli minuman kopi Rp. 20 ribu per hari, apabila ditotalkan maka kebiasaan tersebut bisa merogoh kocek Rp. 600 ribu per bulan. Selain kopi, istilah ini juga dapat berbentuk hal lainnya seperti belanja fashion, transportasi, hingga biaya admin bank. Karena tanpa disadari justru hal tersebut membuat pengeluaran lebih besar dibandingkan pengeluaran wajib.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Dampak dari Latte Factor</span></strong></h2>
<p>Lantas, apa saja dampak yang muncul akibat <em>latte factor</em>? Simak ulasan berikut :</p>
<ul>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Tidak Dapat Mengontrol Pengeluaran</strong></span></h3>
</li>
</ul>
<p>Mengingat biasanya dianggap hanya pengeluaran kecil tanpa berpengaruh signifikan terhadap keuangan, banyak orang jusru santai terkait kebiasaan membeli barang atau sesuatu yang bisa dibatasi sebenarnya karena tidak begitu penting. Namun, anda bisa hitung lagi berapa jumlah dana yang anda keluarkan untuk hal-hal yang bersifat tidak terlalu penting ini.</p>
<ul>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Susah Berinvestasi</strong></span></h3>
</li>
</ul>
<p>Sebenarnya berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kadence International Indonesia melalui Share of Wallet, terlihat jika masyarakat hanya dapa mengumpulkan 8% saja dari total penghasilan untuk simpanan atau tabungan. Melalui jumlah tersebut, sebenarnya akan sulit untuk mempersiapkan rencana masa depan maupun sekedar menyisihkannya untuk melakukan investasi sekaligus melengkapi diri anda dengan asuransi.</p>
<ul>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Memicu Perilaku Konsumtif</strong></span></h3>
</li>
</ul>
<p>Pengeluaran yang awalnya dianggap kecil tapi tanpa disadari, apabila anda melakukannya terus menerus bahkan jika diakumulasikan biayanya bisa begitu besar. Nominalnya bahkan bisa sampai double digit. Jika sudah begini, tentu anda akan sangat menyayangkan uang yang dimiliki harus terbuang dengan sia-sia.</p>
<ul>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Kebiasan Kurang Penting</strong></span></h3>
</li>
</ul>
<p>Aktivitas berbelanja dan jajan merupakan aktivitas menyenangkan, sebab bisa menjadi sarana sosialisasi, hingga aktualisasi diri. Jika ternyata sudah membentuk habit atau kebiasaan, maka anda akan sulit untuk mengubahnya. Apabila dilihat secara psikologis, maka kebahagiaan anda akan berkurang apabila harus menghentikan atau mengurangi aktivitas yang disukai.</p>
<ul>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Sulit Untuk Memenuhi Kebutuhan</strong></span></h3>
</li>
</ul>
<p>Jika anda tidak mempunyai rencana membuat list kebutuhan apa saja yang mesti dicukupi, tentu saja anda akan terus membelanjakan uang tersebut tanpa disadari. Sebab anda tidak mempunyai urgensi melakukan penghematan uang, sehingga akan lebih mudah memelanjakan dana untuk kenyamanan lain.</p>
<ul>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Terlalu Ikut Trend</strong></span></h3>
</li>
</ul>
<p>Mengingat zaman sekarang memang telah dimanjakan oleh perkembangan teknologi. Seperti perkembangan teknologi sejak dini. Mulai dari pemakaian remote control, hingga perkembangan gadget. Inilah yang membuat banyak orang seringkali mengeluarkan uang hanya demi mengikuti tren atau memuaskan nafsu semata (<a href="https://katadata.co.id/safrezi/berita/622170ee0988c/pengertian-ciri-ciri-dan-dampak-negatif-konsumerisme" target="_blank" rel="noopener">konsumerisme</a>).</p>
<p>Setiap orang mempunyai <em>latte factor</em> yang jenisnya berbeda, dan biasanya tidak begitu dipikirkan hanya karena dianggap receh. Terlebih, jika mempunyai penghasilan cukup besar bahkan belum memiliki tanggungan apapun. Akan tetapi apabila dampak tersebut dibiarkan, maka tanpa disadari jumlah pengeluaran akan membengkak.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Cara Mengatasi Latte Factor</span></strong></h2>
<p>Jika anda kesulitan untuk menghentikan kebiasaan yang memicu <em>latte factor</em><strong>, </strong>ada beberapa tips yang dapat dilakukan berikut ini :</p>
<ul>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Buat Daftar Rencana Belanja</strong></span></h3>
</li>
</ul>
<p>Tips pertama, anda harus membuat daftar rencana belanja. Usahakan merencanakan pengeluaran yang akan anda lakukan setiap bulan dari penghasilan. Contohnya, anda memperoleh penghasilan Rp. 5 juta, maka anda wajib menentukan gaji tersebut akan dipakai untuk keperluan apa saja.</p>
<p>Akan tetapi, anda harus menganggarkannya untuk tabungan dan investasi dengan menyisihkan 20% dari total penghasilan ke rekening lainnya. Sedangkan sisa sebanyak 80%, dapat dipakai untuk keperluan sehari-hari, semisal asuransi.</p>
<ul>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Mencatat Keuangan Sehari-hari</strong></span></h3>
</li>
</ul>
<p>Anda juga harus mencatat keuangan apa saja yang telah dikeluarkan untuk setiap hari. Dengan begitu, bisa mempermudah anda memonitor gaji anda, apakah telah digunakan sesuai rencana awal ataukah tidak. Jika ternyata belum sesuai, silahkan lakukan evaluasi pada akhir bulan, agar anda mengetahui apa saja alokasi anggaran yang sudah dikeluarkan setiap bulannya dengan jelas.</p>
<ul>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Identifikasi Latte Factor</strong></span></h3>
</li>
</ul>
<p>Anda juga harus menemukan <em>latte factor</em> dan mencatatnya sendiri. Kira-kira apa saja pengeluaran kecil yang sering dilakukan dengan cara rutin. Walaupun nominalnya kecil, sebaiknya tetap mencatatnya.</p>
<p>Contohnya, sering menggunakan transportasi online, sering merokok, membeli air mineral, atau menggonta-ganti produk skincare.</p>
<p>Jika anda mengetahui apa saja <em>latte factor</em> sebagai penyebab habisnya penghasilan setiap bulan, maka anda dapat membuat rencana dalam mengurangi bahkan dapat menghilangkan penyebab tersebut.</p>
<ul>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Tulis Pengeluaran Apa Saja yang Benar-Benar Diperlukan</strong></span></h3>
</li>
</ul>
<p>Dalam hal ini anda harus mencatat secara detail terkait bagaimana pengeluaran anda anggarkan Contohnya, jika anda harus minum kopi setiap bulan, maka anggarkan kebutuhan untuk minum kopi setiap bulannya. Hal ini juga berlaku bagi anda sering berbelanja membeli skin care da make up. Dengan begitu, anda akan memahami apa saja pengeluaran yang dilakukan setiap bulannya.</p>
<ul>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Kontrol Diri dan Cari Alternatif Lain</strong></span></h3>
</li>
</ul>
<p>Anda juga harus mampu mengontrol diri atau mungkin mencari alternatif lain. Jika faktornya adalah transportasi online, sebaiknya coba untuk beralih menggunakan transportasi umum dengan harga lebih ramah.</p>
<p>Biaya untuk transfer ke antar bank jika diingat-ingat mungkin hanya Rp. 6.500 saja, namun jika diakumulasi dalam setahun bisa jutaan. Sebagai solusinya, anda bisa memakai aplikasi lain yang memungkinkan biaya transfer gratis.</p>
<p>Namun jika terbiasa meminum kopi saat pagi hari dengan memesannya diluar, sebaiknya coba buat kopi sendiri agar lebih hemat. Begitupun dengan air mineral, alangkah baiknya untuk membawa air minum sendiri dari rumah.  Akan tetapi bagi perokok, sebaiknya kurangi kebiasaan ini secara perlahan.</p>
<p>Mungkin memang tidak masalah jika sesekali anda mengeluarkan uang untuk sesuatu yang harganya murah, asalkan anda harus bisa mengendalikannya setiap bulan. Boleh saja membeli kopi, memesan makanan atau menggunakan transportasi online.</p>
<p>Namun sebaiknya kendalikan, agar anda tidak sampai terlena sekaligus bisa mengganggu kesehatan keuangan anda. Saat ini anda sudah mampu untuk mewanti-wanti saat gaji habis begitu saja. Karena penyebabnya bisa jadi karena <em>latte factor. </em></p>
<p>Biasanya pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya kecil tidak seberapa, namun jika dilakukan rutin bahkan apabila diakumulasikan maka nominalnya bisa fantastis. Maka dari itu, penting sekali untuk mengidentifikasi apa saja yang memicu <em>latte factor</em> kemudian cari solusi atau alternatifnya agar anda bisa mengontrol pengeluaran setiap bulannya.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/latte-factor/">Latte Factor : Definisi, Dampak dan Cara Mengatasinya!</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/latte-factor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Mengatur Gaji yang Pas-pasan agar Tidak Numpang Lewat</title>
		<link>https://www.danafina.com/tips-mengatur-gaji-yang-pas-pasan/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/tips-mengatur-gaji-yang-pas-pasan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2022 09:32:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6342</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tips mengatur gaji yang pas-pasan sangat dibutuhkan mengingat sekarang ini semua bahan pangan naik. Apalagi tiap individu memang memiliki kebutuhan rumah tangga serta keinginan berbeda-beda rasanya wajar sekali kalau ada yang menganggap gajinya cukup menutupi kebutuhan bulanan atau justru sebaliknya. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan seseorang merasa cukup atau tidak dengan gajinya saat ini, selain &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/tips-mengatur-gaji-yang-pas-pasan/">Tips Mengatur Gaji yang Pas-pasan agar Tidak Numpang Lewat</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6344 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/09/TIPS-MENGATUR-GAJI-YANG-PAS-PASAN.png" alt="TIPS MENGATUR GAJI YANG PAS-PASAN" width="600" height="400" /></p>
<p>Tips mengatur gaji yang pas-pasan sangat dibutuhkan mengingat sekarang ini semua bahan pangan naik. Apalagi tiap individu memang memiliki kebutuhan rumah tangga serta keinginan berbeda-beda rasanya wajar sekali kalau ada yang menganggap gajinya cukup menutupi kebutuhan bulanan atau justru sebaliknya.</p>
<p>Terdapat banyak faktor yang menyebabkan seseorang merasa cukup atau tidak dengan gajinya saat ini, selain karena wilayah tempat tinggal, jabatan di kantor, kemampuan, status pernikahan, jumlah anggota keluarga, kondisi ekonomi negara, kebiasaan atau habit seseorang pun turut berpengaruh.</p>
<p>Kali ini kami akan membahas mengenai tips mengatur gaji yang pas-pasan agar tidak hanya numpang lewat. Mari simak sampai akhir penjelasan dibawah ini.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Tips Mengatur Gaji yang Pas-pasan agar Tidak Numpang Lewat</span> </strong></h2>
<p>Kira-kira ada yang sudah gajian hari ini? Sudah disisihkan untuk apa saja? Apakah setiap mendapat gaji Kamu langsung auto checkout barang yang sudah masuk keranjang belanjaanmu atau pesan makanan kesukaan? Kalau dilakukan sesekali masih terbilang wajar yah hitung-hitung <em>self reward</em> namun jika sudah menurutmu berlebihan sebaiknya rem kebiasaan tersebut sekarang juga.</p>
<p>Siapa disini yang baru paginya gajian tapi menjelang malam sudah mau habis saja, sedih rasanya kalau gajian hanya numpang lewat setiap bulan. Sebenarnya berapa sih gaji yang Kamu inginkan saat ini? Sudah termasuk besar atau pas-pasan? Menurutmu lebih besar pendapatan atau pengeluaran? Oh ya apakah Kamu termasuk <em>generasi sandwich</em>? Pertanyaan-pertanyaan tersebut termasuk lumrah karena kalau sudah membahas mengenai uang tidak akan ada habisnya.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : </strong><a href="https://www.danafina.com/solusi-hutang-lunas-1-hari/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;"><strong>Solusi Hutang Lunas 1 Hari Dengan Cepat</strong></span></a></span></p>
<p>Maka dari itu dibawah ini ada 10 tips mengatur gaji yang pas-pasan agar tidak numpang lewat saja, antara lain:</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Utamakan Kebutuhan daripada Keinginan</strong></span></h3>
<p>Kebutuhan adalah sesuatu yang sifatnya wajib dan harus terpenuhi. Kebutuhan itu sendiri terbagi menjadi 3 yaitu pangan, sandang dan papan. Kekurangan pangan/makanan bisa membuat tubuh sakit-sakitan sehingga mempengaruhi segala aspek seperti kerja menjadi kurang fokus kalau hal itu terjadi terus menerus jangka panjangnya adalah Kamu terkena SP dari perusahaan. Untuk itulah alangkah bijak kalau Kamu mengutamakan kebutuhan. Tunda dulu keinginanmu sejenak sambil mengumpulkan uang jangan terlalu memaksakan kehendak kalau keuanganmu saja kurang mendukung.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Mencatat Uang Masuk dan Keluar</span> </strong></h3>
<p>Setiap bulan catat setiap ada uang masuk baik dari gaji tetap atau penghasilan tambahan begitu pula dengan uang keluar. Jangan malas mencatat setiap detailnya guna untuk memantau pengeluaran mana yang lebih besar (konsumsi, transportasi, internet, pakaian atau lainnya). Kamu tahu teknik kakeibo? Teknik mengelola keuangan yang sangat terkenal di Jepang dan diyakini oleh masyarakat sana sangat jitu. Pertama kali dikenalkan oleh Makoto Hani tahun 1904 dan ditahun 2017 teknik ini kembali dipopulerkan oleh seorang penulis bernama Fumiko Chiba dalam bukunya yang berjudul <em>Kakeibo : The Japanese Art of Saving Money. </em></p>
<p>Kamu hanya perlu mempersiapkan buku dan bolpoin untuk menggunakan teknik kakeibo imi tapi yang lebih penting adalah komitmen, kesabaran dan ketelatenan mencatat pengeluaran setiap harinya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Membuat <em>Budgeting</em></strong></span></h3>
<p>Selanjutnya setelah Kamu tahu kemana saja uang tersebut digunakan, sekarang Kamu sudah bisa membuat <em>budgeting</em>. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga supaya Kamu tidak mengeluarkan uang lebih dari yang sudah ditentukan sebelumnya.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Jangan Lupa Membayar Kewajiban atau Cicilan</span> </strong></h3>
<p>Tips mengatur gaji yang pas-pasan berikutnya adalah membayar kewajiban atau cicilan jika ada, pembayaran tepat waktu dapat menjauhkan Kamu dari denda. Jangan sampai menyepelekan denda keterlambatan walaupun nominalnya kecil karena jika didiamkan terus-menerus malah semakin besar.</p>
<p>Setiap Kamu mengambil <a href="https://www.autogadai.com/ajukan-pinjaman-online/" target="_blank" rel="noopener">pinjaman online</a> dan menentukan jangka waktu pembayaran itu berarti sudah kewajibanmu membayar tepat waktu.</p>
<p>Lain halnya kalau Kamu memang sedang ada kendala pembayaran mungkin karena gaji turun melewati tanggal biasa sehingga ada sedikit keterlambatan pembayaran cicilan. Buatlah pengingat di ponsel setiap jatuh tempo pembayaran cicilan untuk menghindari lupa.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Buat Pos-Pos Pengeluaran</strong></span></h3>
<p>Setelah memisahkan dana untuk membayar cicilan, Kamu dapat memisahkan sisa uangmu ke dalam pos-pos pengeluaran lainnya sesuai <em>budgeting</em>. Jika Kamu malas untuk mencatat di buku ada cara lain yang lebih modern yaitu melalui aplikasi <em>moneysaver</em>.</p>
<p>Siapkan rekening khusus untuk belanja bulanan dan uang darurat agar tidak tercampur, jika Kamu memiliki usaha sampingan buat rekening khusus untuk memantau arus kas bisnis. Rekapan transaksi juga bisa Kamu buat di excel supaya terlihat lebih rapi dan terperinci.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Membawa Daftar Belanjaan</span> </strong></h3>
<p>Hal sederhana seperti membuat daftar belanja harian, mingguan atau bulanan agar Kamu tidak membeli barang diluar kebutuhan utama dan secara langsung dapat menyelamatkan keuanganmu. Kalau Kamu mau menginginkan barang di luar daftar belanja pastikan barang tersebut masih masuk ke dalam daftar budgetingmu.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Memanfaatkan Promo Secara Tepat</span> </strong></h3>
<p>Bila pintar memanfaatkan promo banyak sekali keuntungan yang didapatkan apalagi kalau kebetulan barang tersebut Kamu butuhkan. Biasanya pada tanggal-tanggal cantik seringkali banyak toko online atau offline menawarkan banyak potongan atau cashback. Jangan jadikan tanggal-tanggal cantik tersebut sebagai ajang <em>self reward</em> berlebihan supaya dompetmu aman sentosa. Oke kita lanjut ke tips mengatur gaji yang pas-pasan berikutnya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Lebih Memilih Masak Sendiri dibandingkan Harus Makan diluar</strong></span></h3>
<p>Maksud hati mau menghemat pengeluaran dan waktu dengan memilih makan di luar tetapi justru malah sebaliknya lebih boros. Sayangnya tak semua orang menyadari kalau memasak sendiri jauh lebih menyehatkan karena lebih terjamin kebersihannya. Hitung-hitung mengasah kemampuan masak siapa tahu bisa jadi ladang usaha kan? Misalnya, Kamu suka mengkonsumsi makanan korea daripada harus beli terus lebih baik coba memasaknya sendiri.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Bijak Menggunakan Kartu Kredit  </strong></span></h3>
<p>Kartu kredit tidak sama dengan uang tambahan, harap di catat! Fungsi kartu kredit adalah sebagai alat pembayaran. Jadi, kalau Kamu memutuskan untuk menggunakan kartu kredit bukan berarti Kamu punya uang ekstra untuk belanja sebab Kamu wajib membayar dana yang telah dipakai. Gunakan kartu kreditmu dengan bijak dan jangan lupa setiap gajian sisihkan uang untuk membayar tagihan agar bunga tak semakin membengkak.</p>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Tentukan Tujuan Keuangan dan Berkomitmenlah</span> </strong></h3>
<p>Tips mengatur gaji yang pas-pasan yang terakhir adalah tentukan tujuan keuangan dan berkomitmenlah. Seseorang yang mempunyai impian dan tujuan spesifik akan membuat ia konsisten untuk mencapainya salah satunya dengan berdisiplin. Sama hal nya dengan keuangan, tentukan apa tujuan yang mau Kamu raih dalam jangka pendek, menengah atau panjang. Motivasi ini sangat membantumu menahan diri membeli barang kurang penting. Berapa besar gajimu suatu hari nanti tidak pernah bisa cukup bila Kamu belum mempunyai tujuan keuangan.</p>
<p>Sepakat?</p>
<p>Dengan mengikuti 10 tips mengatur gaji yang pas-pasan diatas, Kamu bisa melihat bahwa mungkin gaya hidupmu yang membuat harus bertahan hidup dari gaji ke gaji. Menyisihkan uang gaji sedikit demi sedikit untuk menabung demi menikmati hidup lebih baik sangat menenangkan. Kecuali memang kondisimu terdesak dan butuh pinjaman tunai cepat, silahkan saja ajukan pinjamanmu di Danafina.com.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/tips-mengatur-gaji-yang-pas-pasan/">Tips Mengatur Gaji yang Pas-pasan agar Tidak Numpang Lewat</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/tips-mengatur-gaji-yang-pas-pasan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mengatur Keuangan Keluarga jika Suami Istri Bekerja</title>
		<link>https://www.danafina.com/cara-mengatur-keuangan-keluarga-jika-suami-istri-bekerja/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/cara-mengatur-keuangan-keluarga-jika-suami-istri-bekerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Aug 2019 11:53:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=5158</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Mengatur Keuangan Keluarga jika Suami Istri Bekerja. Keuangan rumah tangga merupakan hal yang cukup sensitif, Anda dan pasangan sama-sama bekerja? wah seharusnya pendapatan perbulan bisa mencukupi segala kebutuhan sehari-hari bahkan masih tersisa banyak. Tapi kenapa ya masih ada keluarga yang kekurangan untuk mencukupi keperluan rumah tangga padahal keduanya bekerja? Sekarang kita akan membahas cara &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-mengatur-keuangan-keluarga-jika-suami-istri-bekerja/">Cara Mengatur Keuangan Keluarga jika Suami Istri Bekerja</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter wp-image-5160 size-full" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2019/08/Cara-Mengatur-Keuangan-Keluarga-jika-Suami-Istri-Bekerja.jpg" alt="Cara Mengatur Keuangan Keluarga jika Suami Istri Bekerja" width="1000" height="667" /></p>
<p><strong>Cara Mengatur Keuangan Keluarga jika Suami Istri Bekerja. </strong>Keuangan rumah tangga merupakan hal yang cukup sensitif, Anda dan pasangan sama-sama bekerja? wah seharusnya pendapatan perbulan bisa mencukupi segala kebutuhan sehari-hari bahkan masih tersisa banyak.</p>
<p>Tapi kenapa ya masih ada keluarga yang kekurangan untuk mencukupi keperluan rumah tangga padahal keduanya bekerja?</p>
<p>Sekarang kita akan membahas cara mengatur keuangan keluarga jika suami istri bekerja, bagusnya digabung atau dipisah?</p>
<p>Bagaimana solusi menyikapi pendapatan istri yang lebih besar daripada suami?</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Penjelasan Keuangan Keluarga</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter wp-image-5161 size-full" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2019/08/suami-istri-kerja-tapi-selalu-kurang.jpg" alt="Cara Mengatur Keuangan Keluarga jika Suami Istri Bekerja di kantor" width="1000" height="819" /></p>
<p>Ikatan pernikahan berarti menyatukan 2 kepribadian berbeda dalam berbagai hal, mulai dari hal biasa hingga hal terpenting sekalipun.</p>
<p>Kebutuhan pangan, sandang, dan papan adalah elemen penting yang wajib terpenuhi karena bila salah satunya tidak perpenuhi anda akan kesulitan.</p>
<p>Kita ambil contoh saja sandang (pakaian) sudah usang dan tidak terpakai mau membelinya tapi belum ada uang bahkan waktu gajian masih sangat lama.</p>
<p>Merasa malu pergi ke kantor dengan pakaian berwarna pudar membuat anda kurang percaya diri.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/kunci-sukses-mengatur-keuangan-keluarga/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #0000ff;">Kunci Sukses Mengatur Keuangan Keluarga</span></a></strong></span></p>
<p>Itu baru sebagian contoh kecil dari kehidupan sehari-hari anda, masih ada lagi permasalahan keuangan rumah tangga yang jauh lebih besar.</p>
<p>Anggaran atau budget keuangan keluarga, apakah itu? perencanaan penggunaan dalam kurun waktu tertentu.</p>
<p>masih merasa mampu mencari pendapatan karena masih produktif sehingga sering meremehkan fungsi keuangan keluarga.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Cara Mengatur Keuangan Keluarga jika Suami Istri Bekerja</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter wp-image-5162 size-full" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2019/08/cara-mengatur-uang-gaji-suami.jpg" alt="cara mengatur keuangan rumah tangga yang benar" width="1000" height="667" /></p>
<p>Mampu mengatasi ego masing-masing bisa meminimalisirkan pertikaian suami istri, perbedaan karakter (Istri aware masalah keuangan, suami terlalu cuek) atau justru sebaliknya.</p>
<p>Masalah perekonomian merupakan salah satu faktor perceraian terbesar, kurangnya komunikasi tentang pengajuan pinjaman dikala membutuhkan sehingga selalu gagal serta tidak telaten mencatat pengeluaran setiap bulan sehingga uang mengalir tidak jelas.</p>
<p>Menikah itu bukan tentang “Saya” atau “kamu” melainkan “kita”. Wajar kalau segala keputusan dibuat bersama.</p>
<p>Merasa malu meminjam uang kepada teman atau keluarga karena kedua pihak sama-sama bekerja? kondisi demikian sering terjadi sehingga mengajukan di <a href="https://www.danafina.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">https://www.danafina.com</a>, sebab tidak mau seorang pun mengetahui permasalahan rumah tangga pribadi.</p>
<p>Pengajuan dengan melibatkan pasangan dapat dipastikan memperlancar segala proses dari awal hingga akhir.</p>
<p>Nah, tak kalah penting setelah dana cair adalah membayar angsuran perbulannya. Agar pengeluaran lebih teratur dan berada dalam kondisi ”aman” serta jauh dari denda. Berikut adalah tipsnya :</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Pertama</strong></span></h4>
<p>Buat sebuah catatan pengeluaran dan pemasukan</p>
<p>Tinggal di wilayah perkotaan dan area bisnis membuat biaya hidup jauh lebih tinggi dibanding di pedesaan atau pinggir kota. Semakin strategis wilayah tempat tinggal cukup berpengaruh terhadap hidup anda karena dianggap akses kemana-mana telah dipermudah.</p>
<p>Cara mengatur keuangan keluarga jika suami istri bekerja dari segi biaya transportasi, biasakan menggunakan kendaraan umum.</p>
<p>Bila dirasa tidak sanggup karena kurang nyaman akibat macet + berdesak-desakan dengan penumpang lain silahkan pergunakan kendaraan pribadi, anda dan pasangan sudah memastikan dari segi biaya dan waktu menuju kantor.</p>
<p>Catatlah pengeluaran (bensin dan uang tol) selama 1 bulan dan perkirakan efisien menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi.</p>
<p>Untuk pencatatan ini bisa anda atur bersama pasangan, mau istri yang bantu hitungkan atau suami sendiri yang mencatat setelah satu bulan barulah evaluasi bersama.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Kedua</strong></span></h4>
<p>Buatlah rekening bersama</p>
<p>Fungsi rekening bersama adalah untuk memantau pengeluaran rumah tangga, bisa dilihat dari mutasi rekening. Jadi antara suami istri bisa sama-sama mengkroscek.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Ketiga</strong></span></h4>
<p>Komunikasi</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter wp-image-5164 size-full" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2019/08/cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-yang-benar.jpg" alt="suami istri kerja tapi selalu kurang" width="1000" height="667" /></p>
<p>Lancarnya komunikasi bisa mengurangi konflik dan mengurangi <a href="https://lifestyle.kompas.com/read/2013/12/19/1225333/Komunikasi.Masih.Menjadi.Pencetus.Utama.Perceraian" target="_blank" rel="noopener noreferrer">angka perceraian karena komunikasi</a>, di poin sebelumnya sempat disinggung kalau hal keuangan merupakan sesuatu yang sensitif selain itu bila ingin mengajukan pinjaman status telah menikah tentu pasangan harus mengetahui.</p>
<p>Untuk itu kordinasi yang baik antara pasangan dan tim lapangan bisa mempercepat pencairan dana tunai sesuai waktu yang diinginkan.</p>
<p>Mulai dari jalan-jalan cantik, pengeluaran harian, menjalani hobi harus diutarakan itu termasuk transparansi penggunaan uang.</p>
<p>Jika masih berdua pengeluaran bisa lebih terkontrol dibandingkan jika sudah mempunyai anak.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Keempat</strong></span></h4>
<p>Sepakati siapa “manajer keuangan” untuk mengatur keuangan rumah tangga</p>
<p>Istri atau suami yang ingin handle keuangan? paling sering biasanya istri tapi tak ada salahnya kalau suami ingin menghandle sesuai kesepakatan kedua belah pihak.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Kelima</strong></span></h4>
<p>Disiplin</p>
<p>Selalu konsisten menggunakan uang sesuai pencatatan awal dan menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan untuk membayar angsuran agar selalu tepat waktu perlulah rasa disiplin.</p>
<p>Karena terlalu sering menggunakan uang yang telah disiapkan untuk membayar cicilan bisa membuat keuangan atau arus kas tersendat, alhasil membayar angsuran selalu lewat tenggat waktu.</p>
<p>Biasakan untuk selalu disiplin ya!</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Keenam</strong></span></h4>
<p>Kurangi pengeluaran tidak penting</p>
<p>Sedang mempunyai kewajiban/cicilan perbulan sebaiknya kurangi membeli barang kurang penting dan alihkan semua uang tersebut agar cicilan anda cepat lunas dan kalau mau meminjam di saat <em>urgent</em> lebih mudah.</p>
<p>Siapa tau pengeluaran nominal kecil kalau dikumpulkan bisa untuk membayar cicilan 2 bulan lumayan kan memperingan pengeluaran rumah tangga.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Ketujuh</strong></span></h4>
<p>Evaluasi</p>
<p>Tahapan akhir ini adalah review pemasukan dan pengeluaran dana, setelah hitung menghitung selesai lihat perbandingan keduannya apakah <em>surplus</em> atau <em>defisit</em>.</p>
<p>Itulah beberapa tips atau cara mengatur keuangan keluarga jika suami istri bekerja dan ingin mengajukan pinjaman dana.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Manfaat Anggaran Keuangan Keluarga</strong></span></h3>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter wp-image-5163 size-full" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2019/08/peran-istri-dalam-mengatur-keuangan.jpg" alt="Manfaat Anggaran Keuangan Keluarga" width="1000" height="667" /></p>
<p>Dibawah adalah manfaat anggaran keuangan keluarga :</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Anggaran Keluarga Sebagai Langkah Perencanaan</strong></span></h4>
<p>Berapa nominal yang boleh dibelanjakan anak untuk membeli pakaian, mainan peralatan rumah tangga, renovasi rumah dan yang berapa yang harus disiapkan untuk pendidikan anak.</p>
<h4><strong><span style="color: #000000;">Pengawasan</span> </strong></h4>
<p>Seluruh aturan yang telah dibuat harus ditaati dan jangan pernah dilanggar agar tidak menyebabkan <em>over budget</em>.</p>
<h4><span style="color: #000000;"><strong>Sarana Komunikasi</strong></span></h4>
<p>Poin ini menjelaskan tentang sebuah peringatan istri kepada suami atau sebaliknya agar tidak terlalu berlebihan menggunakan uang untuk melakukan hobi atau membeli barang pribadi lainnya.</p>
<p>Sebagai info tambahan ini beberapa ciri istri yang cerdas mengatur keuangan keluarga, antara lain :</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Bikin anggaran jangka menengah dan panjang</strong></span></li>
</ul>
<p>Satu hal pertama yang istri lakukan adalah membuat keuangan belanja mingguan, hal ini sangat berguna bagi mereka pekerja kantor atau wanita karir. Ini dianggap cara praktis dan efektif tetap bisa mengatur belanja mingguan (sabtu – minggu).</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Pisahkan uang sesuai kebutuhan</strong></span></li>
</ul>
<p>pos 1 keperluan primer, pos 2 cicilan, pos 3 biaya kesehatan, pos 4 persalinan dan masih banyak lagi pos-pos yang perlu dipersiapkan agar tidak mengganggu ke tabungan.</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Menabung lebih banyak</strong></span></li>
</ul>
<p>Hematlah tapi jangan lupa untuk bersenang-senang, ada kalanya anda perlu refreshing bersama orangtua dan keluarga kecil. Pasti kalian berdua cukup penat bukan dari senin sampai jumat dipadati pekerjaan kantor?</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Mengajukan pinjaman bila terdesak</strong></span></li>
</ul>
<p>Istri biasanya lebih paham kapan waktu terdesak mengajukan pinjaman dana dan agunan apa yang tepat sesuai nominal kebutuhan. Daripada bingung kesana kemari mencari tempat pinjaman offline lebih baik ajukan saja secara online di Danafina.</p>
<p>Waktu fleksibel mau survey pagi, siang, malam akan tetap dilayani oleh leasing rekanan kami. Mau pencairan via <em>transfer</em> atau <em>cash</em> bisa!</p>
<p>Semoga artikel mengenai cara mengatur keuangan keluarga jika suami istri bekerja berguna untuk anda, sampai bertemu lagi dipembahasan berikutnya yang tak kalah menarik. Kapan pun dan dimana pun, butuh dana? Danafina aja. Download aplikasinya di <em>Play store.</em></p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-mengatur-keuangan-keluarga-jika-suami-istri-bekerja/">Cara Mengatur Keuangan Keluarga jika Suami Istri Bekerja</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/cara-mengatur-keuangan-keluarga-jika-suami-istri-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
