<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>karir Archives | Danafina.com</title>
	<atom:link href="https://www.danafina.com/tag/karir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.danafina.com/tag/karir/</link>
	<description>Tempatnya Pinjaman Dana</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Mar 2023 04:12:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2018/08/jb-150x150.png</url>
	<title>karir Archives | Danafina.com</title>
	<link>https://www.danafina.com/tag/karir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Manfaat Career Coaching untuk Masa depan Anda</title>
		<link>https://www.danafina.com/manfaat-career-coaching/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/manfaat-career-coaching/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Mar 2023 04:12:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[career coaching]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[Tips menarik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6866</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manfaat Career Coaching. Apakah Anda saat ini sedang merasa jenuh dengan segala rutinitas di kantor? Bahkan sempat berpikir untuk berganti profesi yang lebih menantang. Sayangnya, Anda sendiri saat ini merasa bingung kira-kira harus berkonsultasi dengan siapa supaya tidak salah langkah ke depannya. Baca Juga : Apa saja tugas customer relation officer? Karena mengubah profesi sama &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/manfaat-career-coaching/">Manfaat Career Coaching untuk Masa depan Anda</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" fetchpriority="high" class="size-full wp-image-6868 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/03/manfaat-career-coaching.png" alt="manfaat career coaching" width="600" height="400" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Manfaat <em>Career Coaching</em></strong><strong>. </strong></span>Apakah Anda saat ini sedang merasa jenuh dengan segala rutinitas di kantor? Bahkan sempat berpikir untuk berganti profesi yang lebih menantang.</p>
<p>Sayangnya, Anda sendiri saat ini merasa bingung kira-kira harus berkonsultasi dengan siapa supaya tidak salah langkah ke depannya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="https://www.danafina.com/apa-saja-tugas-customer-relation-officer/" target="_blank" rel="noopener">Apa saja tugas customer relation officer?</a></span></span></strong></p>
<p>Karena mengubah profesi sama saja dengan memulai suatu hal dari nol. Sebelum Anda salah langkah, sekarang waktu yang tepat untuk Anda mempertimbangkan program <em>career coaching</em>.</p>
<p>Lantas, apa itu <em>career coaching</em>? Serta apa saja manfaat <em>career coaching</em>? Temukan semua jawabannya disini.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Apa itu <em>career coaching</em>?</span> </strong></h2>
<p><em>Career coaching </em>merupakan pendekatan yang dilakukan secara satu persatu antara <em>coach</em> dan <em>coachee</em> (Anda) terkait karir.</p>
<p>Pendekatannya dengan cara berkonsultasi dengan pekerja atau calon pekerja agar Anda siap mendapatkan pekerjaan yang diimpikan.</p>
<p>Meskipun profesi <em>career coach</em> masih terbilang baru di Indonesia, kehadirannya justru sangat dibutuhkan oleh banyak orang mulai dari manajemen perusahaan, karyawan, dan pencaker (pencari kerja).</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Apa saja yang dilakukan oleh <em>career coach</em>?</span> </strong></h2>
<p>Tugas seorang <em>career coach</em> tidaklah stagnan karena mereka akan dihadapkan dengan beragam klien yang memiliki perjalanan karir berbeda-beda.</p>
<p>Mungkin bayangan Anda mengenai <em>career coach</em> ini hanya sekadar membantu Anda dalam mendapatkan pekerjaan melalui bimbingan profesional <em>personal branding</em>.</p>
<p>Nampaknya, bayangan Anda tersebut kurang tepat karena pada faktanya melansir dari situs digitalskola <em>career coach </em>bisa membantu Anda dalam berbagai cara. Berikut adalah hal yang dilakukan oleh <em>career coach</em>:</p>
<ul>
<li>Mempercepat proses pencarian kerja</li>
<li>Memberikan saran dan masukan mengenai dunia karir</li>
<li>Melatih kemampuan wawancara Anda</li>
<li>Menyusun tujuan karir (<em>career plan</em>) untuk jangka panjang</li>
<li>Melakukan <em>career assessment</em> serta memberikan penilaian dari hasil <em>assessment</em></li>
<li>Menyuguhkan opsi dan peluang karir baru</li>
<li>Membangun <em>personal branding</em></li>
<li>Membantu menemukan <em>work life balance</em> dengan menetapkan batasan dan prioritas</li>
<li>Mengeksplorasi bagaimana cara untuk <em>upskill</em> dan <em>reskill </em></li>
<li>Mengidentifikasi strategi baru untuk mengembangkan karir Anda</li>
</ul>
<p>Seorang <em>career coach</em> berpengalaman adalah seorang ahli yang sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun membantu orang-orang meraih pekerjaan impian.</p>
<p>Sesi <em>career coaching</em> akan membantu mengarahkan Anda pada pekerjaan yang disukai begitupun sebaliknya.</p>
<p>Sebab untuk mendapatkan pekerjaan yang disukai maka Anda harus melepaskan pekerjaan yang sekarang. Semua keputusan berada di tangan Anda.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Apa saja tanda Anda butuh <em>career coaching</em>?</strong></span></h2>
<p>Untuk Anda yang masih merasa bingung melepaskan pekerjaan yang sedang dijalani sekarang atau sampai sekarang ini belum ada pekerjaan yang benar-benar pas, berikut adalah lima tanda kalau Anda memang butuh <em>career coaching. </em></p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Belum mendapatkan panggilan wawancara</span> </strong></h3>
<p>Sudah melamar pekerjaan hampir ratusan bahkan ribuan ke beberapa perusahaan, namun sampai sekarang belum ada panggilan wawancara satupun?</p>
<p>Untuk Anda yang sedang mengalami kondisi demikian, silahkan gunakan jasa <em>career coach</em> untuk membantu Anda mempersiapkan diri sebelum melamar pekerjaan (membuat portofolio kerja, penulisan CV, dan lain-lain).</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.   </strong><strong>Merasa <em>stuck</em> </strong></span></h3>
<p>Merasa terjebak, kehilangan motivasi, merasa stuck, serta ingin segera menyudahi pekerjaan merupakan tanda bahwa Anda membutuhkan <em>career coach</em>.</p>
<p>Sebelum memutuskan untuk pindah haluan karir, perlu diketahui bahwa tidak selamanya pindah haluan karir menjadi solusi tepat untuk Anda. Mengingat sekarang semakin sulitnya mendapatkan pekerjaan apalagi persaingan kerja begitu ketat.</p>
<p>Maka dari itu ambil program <em>career coaching</em> untuk mematangkan segala niat Anda sebelum berganti haluan karir.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.   </strong><strong>Menginginkan <em>work life balance</em> </strong></span></h3>
<p>Sepertiga hidup Anda dihabiskan untuk bekerja (9 to 5). Memiliki keinginan untuk menyeimbangkan waktu adalah keinginan banyak orang. Ketika Anda mengikuti <em>career coaching</em>, Anda akan dibantu untuk menangani hal tersebut.</p>
<p>Saat Anda berhasil menerapkan <em>work life balance </em>kesehatan fisik dan mental Anda lebih terjaga, serta minim stres.</p>
<p>Bayangkan ketika Anda memiliki waktu luang banyak ketika seluruh pekerjaan sudah terselesaikan, Anda bisa memanfaatkan untuk mengeksplor hal baru atau melakukan aktivitas bermanfaat lain seperti membaca buku.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.   </strong><strong>Merasa ragu dengan <em>career path</em> </strong></span></h3>
<p>Memulai karir terkadang menjadi awal yang sulit untuk sebagaian orang terutama <em>fresh graduate</em> yang minim sekali pengalaman. Oleh karena itu berkonsultasilah dengan seorang yang tepat, agar perjalanan karir Anda dapat terancang.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Apa saja manfaat melakukan <em>career coaching</em>?</span> </strong></h2>
<p>Berikut adalah manfaat Anda melakukan <em>career coaching</em>:</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.   </strong><strong>Membantu Mengeluarkan Potensi Diri  </strong></span></h3>
<p>Anda akan dibantu oleh <em>coach</em> untuk menggali potensi diri dengan cara mencari tahu kelebihan dan kekurangan diri Anda agar tercapainya tujuan dengan mudah dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Membantu Mengambil Keputusan Soal Karir</span> </strong></h3>
<p>Apabila Anda memiliki beberapa pilihan keputusan, <em>coach</em> akan membantu Anda untuk melihat dari berbagai perspektif secara luas hingga Anda bisa mengambil keputusan yang paling sesuai.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Persiapan Menghadapi Masa Menantang</span> </strong></h3>
<p><em>Coach </em>akan membantu Anda untuk menentukan prioritas dan <em>concern</em> dalam berkarir, guna mempersiapkan diri Anda di masa mendatang.</p>
<p>Semakin pesatnya perkembangan teknologi dari tahun ke tahun, membuat banyak perusahaan harus beradaptasi dengan perubahaan. Sehingga mempengaruhi kualifikasi perusahaan ketika mencari kandidat.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Perbaikan dan Peningkatan Performa</span> </strong></h3>
<p>Poin terakhir, <em>career coach</em> bertugas membantu karyawan di perusahaan untuk menentukan metode kerja, menentukan target kerja, rencana kerja, dan lain-lain.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Apa perbedaan <em>coaching</em> dan <em>mentoring</em>?</span> </strong></h2>
<p>Terdapat tiga perbedaan antara <em>coaching</em> dan <em>mentoring</em> dari segi arti, sistem, dan tujuannya. Berikut adalah penjelasannya:</p>
<h3><strong>1.   </strong><span style="color: #000000;"><strong>Arti</strong></span></h3>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Coaching</em></strong><strong>:</strong></span> Bimbingan atau pelatihan yang biasanya disediakan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja serta performa karyawan kantor. Sehingga Anda mampu menjadi SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul dan bisa memahami segala tuntutan pekerjaan demi tercapainya tujuan perusahaan.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Mentoring</em></strong><strong>:</strong></span> Metode untuk melakukan pendampingan. Pendampingan yang dilakukan dengan cara memberikan pelatihan dan pengembangan kemampuan untuk anggota tim Anda.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Sistem</span> </strong></h3>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Coaching</em></strong><strong>:</strong></span> Lebih menekankan pada hasil, sistemnya berfokus pada masalah tertentu. Misalnya anggota tim Anda kurang dalam hal manajer skill, maka anggota tersebut akan diberikan <em>coaching</em>.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Mentoring</em></strong><strong>:</strong> </span>Anda akan bertindak sebagai mentor, dimana Anda harus memberikan sebuah pendekatan yang baik untuk anggota tim dengan cara memberikan dukungan dan pendampingan sampai anggota tim mampu mengatasi kesulitannya dalam menyelesaikan pekerjaan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Tujuan</span> </strong></h3>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Coaching</em></strong><strong>: </strong></span>Membuka potensi dan memaksimalkan segala performa. Anda akan dibantu untuk mengetahui dan memaksimalkan potensi yang terdapat pada diri Anda dan tim.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Mentoring</em></strong></span><strong><span style="color: #000000;">:</span> </strong>Menjadikan Anda dan tim menjadi versi terbaik, sehingga Anda dan tim bisa meningkatkan performa dalam hal kinerja serta karir.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Seberapa efektifkah menggunakan jasa <em>career coach</em>?</strong></span></h2>
<p>Ketika Anda memutuskan untuk menggunakan jasa <em>career coach</em> berarti Anda berinvestasi terhadap pengembangkan karir di masa depan. Anda harus rela mengeluarkan dana dalam jumlah tak sedikit untuk membayar jasa mereka.</p>
<p>Apabila Anda merasa belum ada dana untuk menggunakan jasa <em>career coach</em>, jangan khawatir Anda dapat menyisihkan uang atau membaca artikel mengenai pengembangan karir secara gratis.</p>
<p>Setelah membaca artikel mengenai manfaat <em>career coaching</em>, apakah Anda tertarik untuk mencobanya?</p>
<p>Yuk, kembangkan segala potensi diri Anda untuk masa depan lebih baik lagi, jangan lupa juga untuk menjadikan Danafina sebagai solusi kebutuhan keuangan Anda.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/manfaat-career-coaching/">Manfaat Career Coaching untuk Masa depan Anda</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/manfaat-career-coaching/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Melamar Kerja Setelah Career Break</title>
		<link>https://www.danafina.com/tips-melamar-kerja-setelah-career-break/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/tips-melamar-kerja-setelah-career-break/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2023 08:38:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6737</guid>

					<description><![CDATA[<p>Butuh tips melamar kerja setelah career break? Tapi bingung harus mulai darimana? Tepat sekali Anda membaca artikel ini. Karena Anda akan menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Baca Juga : Brainstorming adalah : Definisi Hingga Kunci Sukses Brainstorming Sebelum masuk pada pembahasan mengenai tips melamar kerja setelah career break, Anda akan dijelaskan terlebih dahulu definisi serta &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/tips-melamar-kerja-setelah-career-break/">Tips Melamar Kerja Setelah Career Break</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-6738 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/02/tips-melamar-kerja-setelah-career-break.png" alt="tips melamar kerja setelah career break" width="600" height="400" /></p>
<p>Butuh tips melamar kerja setelah <em>career break</em>? Tapi bingung harus mulai darimana? Tepat sekali Anda membaca artikel ini. Karena Anda akan menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/brainstorming-adalah/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Brainstorming adalah : Definisi Hingga Kunci Sukses Brainstorming</span></a></strong></span></p>
<p>Sebelum masuk pada pembahasan mengenai tips melamar kerja setelah <em>career break</em>, Anda akan dijelaskan terlebih dahulu definisi serta alasan yang melatarbelakanginya. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Definisi <em>Career Break</em> </strong></span></h2>
<p><em>Career break</em> adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang ketika memutuskan berhenti bekerja <em>full-time</em> demi memenuhi tujuan tertentu. Menurut situs Myrobins.id <em>career break</em> biasanya dilakukan selama satu bulan hingga dua tahun. Atau umumnya, orang-orang mengambil jeda karir dalam rentang waktu enam bulan hingga dua tahun.</p>
<p>Banyak tokoh yang memberikan pandangan mengenai <em>career break</em>, seperti :</p>
<ol>
<li>Sheryl Sandberg, COO Facebook mengatakan bahwa <em>career break</em> adalah &#8220;waktu yang sangat berharga&#8221; bagi karier dan hidup seseorang.</li>
<li>Richard Branson, pendiri Virgin Group mengatakan bahwa <em>career break</em> adalah &#8220;kesempatan untuk memperkaya hidup&#8221; dan membantu seseorang menemukan tujuan dan fokus baru dalam hidup mereka.</li>
<li>Oprah Winfrey, produser dan presenter acara televisi mengatakan bahwa <em>career break</em> adalah &#8220;kesempatan untuk membangun fondasi yang kuat&#8221; bagi karier dan hidup seseorang.</li>
<li>Tim Ferriss, penulis dan pembicara motivasi mengatakan bahwa <em>career break</em> adalah &#8220;kesempatan untuk memperbaiki hidup&#8221; dan membantu seseorang menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.</li>
<li>Marc Randolph, co-founder Netflix mengatakan bahwa <em>career break</em> adalah &#8220;kesempatan untuk mempelajari diri sendiri&#8221; dan membantu seseorang memahami apa yang mereka inginkan dalam hidup dan pekerjaan.</li>
<li>Brian Chesky, pendiri Airbnb mengatakan bahwa <em>career break</em> adalah &#8220;kesempatan untuk mengejar mimpi&#8221; dan membantu seseorang menemukan tujuan hidup dan passion.</li>
<li>Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX mengatakan bahwa <em>career break</em> adalah &#8220;kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru&#8221; dan membantu seseorang memahami apa yang mereka inginkan dalam hidup dan karier.</li>
</ol>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Alasan Seseorang Memilih <em>Career Break</em></strong></span></h2>
<p>Ada banyak alasan seseorang melakukan <em>career break</em>, beberapa di antaranya adalah:</p>
<ol>
<li>Menjaga anak atau merawat anggota keluarga yang sakit.</li>
<li>Ingin mencoba hal-hal baru seperti solo trip, belajar bahasa baru, atau memulai usaha baru.</li>
<li>Merasa terlalu lelah sehingga butuh waktu beristirahat untuk menyegarkan pikiran dan tubuh.</li>
<li>Ingin merencanakan masa depan lebih baik lagi dari segi karir dan kehidupan.</li>
<li>Memiliki permasalahan terkait kesehatan fisik atau mental.</li>
<li>Ingin melanjutkan pendidikan atau mengikuti kursus gratis maupun berbayar untuk meningkatkan keterampilan demi menunjang karir.</li>
<li>Ada keinginan untuk bergabung dengan industri baru atau memulai karier baru sehingga membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri.</li>
<li>Merasa tidak puas dengan karier saat ini.</li>
</ol>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Tips Melamar Kerja Setelah <em>Career Break</em></strong></span></h2>
<p>Melamar kerja setelah <em>career break</em> bisa menjadi pengalaman yang sulit, terutama bagi Anda yang telah lama absen dari dunia kerja.</p>
<p>Namun Anda jangan khawatir, berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda melamar kerja setelah <em>career break</em>.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.    </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Memperbarui Keterampilan</span> </strong></h3>
<p>Setelah <em>career break</em>, pastikan untuk memperbarui keterampilan Anda sehingga dapat bersaing dengan kandidat lain di dunia kerja. Anda bisa mengikuti kursus online, pelatihan atau workshop. Dengan keterampilan baru tersebut secara tidak langsung akan membuat CV anda lebih terlihat <em>eye catching</em> di mata HRD alhasil kepercayaan diri pun meningkat.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.    </strong><strong>Perbarui Profil LinkedIn Anda</strong></span></h3>
<p>LinkedIn adalah platform profesional yang sangat penting bagi para pencari kerja. Pastikan Anda sudah memperbarui profil Linkedin secara berkala. Tambahkan juga riwayat pekerjaan, keterampilan, dan pendidikan, selain itu bagikan konten yang relevan dan berkualitas untuk membangun jaringan profesional.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.    </strong><strong>Cari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keterampilan Anda</strong></span></h3>
<p>Jangan terburu-buru untuk menerima tawaran pekerjaan hanya karena Anda ingin sekali kembali bekerja apalagi kalau pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan minat dan keterampilan. Sebaiknya cari pekerjaan yang sesuai keterampilan dan minat Anda, guna meminimalisir <em>burnout</em> saat bekerja nanti.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.    </strong><strong>Jelaskan Alasan Anda Mengambil <em>Career Break</em></strong></span></h3>
<p>Jangan ragu untuk menjelaskan di dalam CV terbaru Anda mengenai alasan mengambil <em>career break</em>. Tuliskan alasannya secara jujur dan <em>real</em> tentang bagaimana Anda mengisi waktu luang. Siapa tahu ini menjadi bahan pertimbangan HRD untuk menerima Anda di perusahaan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>5.    </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Melakukan Latihan <em>Interview</em> di Depan Cermin</span> </strong></h3>
<p>Lakukan latihan untuk menjawab pertanyaan yang mungkin diajukan HRD, dan fokus pada bagaimana Anda dapat membantu perusahaan dengan keterampilan baru yang dimiliki. Berikan contoh spesifik dan tunjukkan minat serta antusiasme Anda terhadap pekerjaan tersebut.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>6.    </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Jangan Terlalu Fokus Pada Pengalaman Kerja Terdahulu</span> </strong></h3>
<p>Ingat sebagian besar perusahaan lebih tertarik pada bagaimana Anda dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya daripada pengalaman kerja Anda yang lama. Fokuslah pada bagaimana Anda dapat membantu perusahaan dengan keterampilan atau kemampuan yang baru.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>7.    </strong><strong>Jangan Takut Memulai Dari Awal</strong></span></h3>
<p>Banyak orang yang takut untuk memulai dari awal setelah <em>career break</em>, tetapi hal ini sangat biasa. Ingatlah bahwa setiap karier memiliki masa-masa naik dan turun, dan Anda dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memulai karier baru dan mengembangkan diri.</p>
<p>sIngatlah bahwa melamar pekerjaan setelah <em>career break</em> mungkin memerlukan waktu dan usaha ekstra, tetapi hal ini dapat menjadi kesempatan yang menyenangkan untuk memulai karier baru seseuai minat dan keterampilan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>8.    </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Bangun Relasi</span> </strong></h3>
<p>Membangun relasi adalah salah satu cara terbaik untuk menemukan pekerjaan baru setelah <em>career break</em>. Bergabunglah dengan komunitas yang sesuai dengan minat pekerjaan Anda dan gunakan media sosial secara bijak.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>9.    </strong><strong>Terus Belajar </strong><strong>dan</strong><strong> Berkembang</strong></span></h3>
<p>Terus belajar dan berkembang, ambil kursus atau pelatihan untuk memperkuat keterampilan dan memperluas wawasan Anda tentang bidang pekerjaan yang diinginkan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>10. </strong><strong>Bersiaplah </strong><strong>Untuk Mengatakan ‘Tidak’</strong></span></h3>
<p>Terkadang, setelah <em>career break</em>, Anda mungkin merasa terdesak untuk menerima pekerjaan apa pun yang tersedia. Namun, penting untuk tidak terlalu cepat menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keterampilan Anda. Bersiaplah untuk mengatakan ‘tidak’ pada pekerjaan yang tidak sesuai dan fokus pada menemukan pekerjaan yang sesuai.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>11. </strong><strong>Berkonsultasi </strong><strong>Dengan Profesional Karier</strong></span></h3>
<p>Berkonsultasi dengan profesional karier adalah langkah penting dalam mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan setelah <em>career break</em>.</p>
<p>Mereka dapat membantu Anda untuk memahami pasar kerja dan memberikan saran terbaik untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keterampilan Anda.</p>
<p>Tidak hanya itu saja Anda akan dibantu oleh profesional karir untuk membuat rencana karir, mempersiapkan resume dan lamaran Anda.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>12. </strong><strong>Jangan Merasa Malu Atau Rendah Diri</strong></span></h3>
<p>Banyak orang merasa malu atau rendah diri setelah <em>career break</em> karena merasa ketinggalan. Namun, penting untuk mengingat bahwa <em>career break</em> adalah hal wajar dan banyak orang mengalaminya.</p>
<p>Jangan merasa malu atau rendah diri, fokuslah memperdalam wawasan dan teruslah mengasah kemampuan atau keahlian baru Anda.</p>
<p>Itulah beberapa tips melamar kerja setelah <em>career break</em> yang bisa membantu Anda di dunia kerja. Jangan takut untuk memulai dari awal demi mencapai mencapai tujuan karier lebih baik.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/tips-melamar-kerja-setelah-career-break/">Tips Melamar Kerja Setelah Career Break</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/tips-melamar-kerja-setelah-career-break/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Meminta Kenaikan Gaji Sesuai Etika dan Anti Penolakan</title>
		<link>https://www.danafina.com/tips-meminta-kenaikan-gaji/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/tips-meminta-kenaikan-gaji/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2022 04:57:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[salary]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6596</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tips Meminta Kenaikan Gaji. Pernahkah Anda merasa tanggung jawab yang di emban tidak sepadan dengan gaji yang diterima setiap bulan? Oke wajar kalau posisinya Anda adalah seorang lulusan baru yang sama sekali belum ada pengalaman di dunia kerja. Loh kenapa begitu? Ketika Anda sudah mempunyai pengalaman, Anda bisa mengajukan kenaikan gaji apabila di perpanjang di &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/tips-meminta-kenaikan-gaji/">Tips Meminta Kenaikan Gaji Sesuai Etika dan Anti Penolakan</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-6600 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/12/Tips-Meminta-Kenaikan-Gaji.png" alt="Tips Meminta Kenaikan Gaji" width="600" height="400" /></p>
<p><strong><span style="color: #000000;">Tips Meminta Kenaikan Gaji</span>. </strong>Pernahkah Anda merasa tanggung jawab yang di emban tidak sepadan dengan gaji yang diterima setiap bulan? Oke wajar kalau posisinya Anda adalah seorang lulusan baru yang sama sekali belum ada pengalaman di dunia kerja.</p>
<p>Loh kenapa begitu? Ketika Anda sudah mempunyai pengalaman, Anda bisa mengajukan kenaikan gaji apabila di perpanjang di perusahaan tersebut dan memiliki performa kerja yang bagus.</p>
<p>Bagaimana setuju?</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/cara-mendapatkan-pekerjaan-remote/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cara Mendapatkan Pekerjaan Remote Secara Mudah</span></a></strong></span></p>
<p>Namun jika posisinya Anda sudah bekerja di perusahaan tersebut kurang lebih 3 tahun tapi gaji segitu-gitu saja? Bukannya gaji naik justru malah beban kerja yang bertambah alhasil munculah <em>burnout</em>.</p>
<p>Mungkin sebenarnya Anda ingin sekali meminta atasan untuk menaikkan gaji hanya bingung bagaimana harus mengatakannya. Jika iya, berikut ini akan Kami bocorkan tips meminta kenaikan gaji sesuai etika dan anti penolakan simak baik-baik ya.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Alasan Meminta Naik Gaji</strong></span></h2>
<p>Sebelum Anda menyimak tips meminta kenaikan gaji ke atasan, kira-kira apa alasan Anda meminta kenaikan gaji? Jika mendapatkan pertanyaan demikian, apa jawaban Anda?</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, yuk simak 10 alasan meminta kenaikan gaji yang tepat nan elegan :</p>
<ol>
<li>Anda telah bekerja dengan baik dan telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan.</li>
<li>Anda telah mengambil tanggung jawab tambahan di tempat kerja Anda.</li>
<li>Anda telah menunjukkan inisiatif dan kemampuan untuk belajar dan berkembang di tempat kerja.</li>
<li>Anda telah mencapai tujuan dan target yang ditetapkan.</li>
<li>Anda telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap perusahaan dan telah menjadi anggota yang aktif dalam tim kerja.</li>
<li>Anda telah mengambil inisiatif untuk mempelajari dan mengembangkan kemampuan baru yang berguna bagi perusahaan.</li>
<li>Anda telah memperoleh pengalaman tambahan di luar tempat kerja yang bermanfaat bagi perusahaan Anda.</li>
<li>Anda merasa bahwa gaji yang Anda terima saat ini tidak sesuai dengan tingkat pengalaman dan kemampuan.</li>
<li>Ada perubahan signifikan dalam keadaan pasar yang membuat gaji Anda tidak kompetitif lagi.</li>
<li>Anda merasa bahwa Anda telah bekerja keras dan memberikan kontribusi yang besar bagi perusahaan, dan merasa bahwa kenaikan gaji adalah tanda penghargaan yang layak untuk itu.</li>
</ol>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Tips Meminta Kenaikan Gaji Sesuai Etika dan Anti Penolakan</span> </strong></h2>
<p>Berikut 7 tips meminta kenaikan gaji yang dapat Anda terapkan langsung, ingat harus secara sopan ya..</p>
<ol>
<li><strong><span style="color: #000000;">Riset Standar Gaji di Perusahaan</span> </strong></li>
</ol>
<p>Pertama adalah lakukan riset gaji di perusahaan agar tehindar dari tindakan ceroboh seperti mengajukan nominal gaji yang tidak masuk akal.</p>
<p>Cara yang tepat untuk mencari tahunya yaitu dengan bertanya pada rekan kerja yang jabatannya setara dengan Anda atau kalau mau Anda tanyakan kepada teman (lain perusahaan).</p>
<p>Jika merasa malu dan sungkan manfaatkan beberapa situs seperti indeed, glassdor, linkedin, Qerja.com serta karir.com.</p>
<ol start="2">
<li><strong><span style="color: #000000;">Kuatkan Mental dan Tampil Percaya Diri</span> </strong></li>
</ol>
<p>Sebelum Anda memutuskan untuk meminta kenaikan gaji kuatkan mental dan tampil percaya diri. Mengapa? Sebab secara tidak langsung berpengaruh terhadap pandangan atasan atas performa kinerja Anda.</p>
<p>Coba bayangkan ketika Anda meminta waktu atasan dengan malu-malu bahkan minder tentu atasan akan menilai Anda negatif tapi kalau sebaliknya? Atasan pun akan menghargai waktu dan niat Anda.</p>
<ol start="3">
<li><strong><span style="color: #000000;">Pilih Waktu yang Tepat</span> </strong></li>
</ol>
<p>Pemilihan waktu juga sangat berpengaruh, satu-satunya waktu yang tepat yaitu ketika <em>workload</em> Anda terasa tinggi dan tidak sebanding dengan <em>salary. </em>Apabila Anda tidak meminta waktu untuk bernegosiasi soal <em>salary</em> ke atasan sesegera mungkin, atasan Anda akan berpikir bahwa Anda masih mampu menghandle pekerjaan dengan gaji yang telah ditetapkan sebelumnya.</p>
<p>Melansir dari situs skillacademy.com sebaiknya pertimbangkan faktor-faktor berikut sebelum Anda meminta kenaikan gaji :</p>
<ul>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Kondisi keuangan perusahaan </strong></span></li>
</ul>
<p>Penting untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan Anda saat ini cobalah amati bagian operasional perusahaan. Bila Anda melihat banyak karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan sedang menghemat pengeluaran. Sehingga kurang tepat kalau Anda tiba-tiba meminta kenaikan gaji.</p>
<ul>
<li><strong><span style="color: #000000;">Kondisi atasan Anda</span> </strong></li>
</ul>
<p>Coba lihat atasan atau manajer Anda apakah kondisi moodnya sedang bagus, <em>stress</em> atau sedang menangani banyak pekerjaan. Bisa menjadi mimpi buruk kalau Anda tiba-tiba menghampiri beliau untuk meminta kenaikan gaji jika kondisinya sangat kurang baik.</p>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Persiapkan Daftar Pencapaian Anda</span> </strong></li>
</ol>
<p>Saatnya menunjukkan kesombongan Anda di depan atasan. Tunggu dulu sombong disini maksudnya dalam artian positif, sebaiknya Anda siapkan daftar pencapaian selama Anda bekerja sehingga layak untuk naik gaji selain itu jika memang pekerjaan yang dikerjakan sangat <em>overload</em> sampaikan ke atasan.</p>
<p>Jangan mengada-ngada apalagi sampai mendongakkan kepala (seperti orang sombong atau angkuh), katakan juga hal-hal yang Anda suka dari perusahaan, oh iya ada lagi yang hampir saja terlupakan sampaikan keinginan Anda di masa depan (berkaitan dengan karir / pekerjaan) sekiranya dapat memberikan nilai lebih pada perusahaan.</p>
<ol start="5">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Sampaikan Alasan yang Masuk Akal </strong></span></li>
</ol>
<p>Paparkan alasan yang masuk akal, fokus pada alasan mengapa Anda pantas naik gaji bukan mengapa Anda membutuhkannya.</p>
<p>Menurut Beth Monaghan CEO dari inkhouse.com mengemukakan “sudah terlalu sering orang berpendapat bahwa kenaikan gaji itu karena mereka membutuhkannya. Tetapi seorang pemberi kerja (perusahaan) ingin memberikan kenaikan gaji kepada karyawannya karena berdasarkan kinerja yang Anda lakukan”</p>
<p>Sempat tadi kami bahas juga sebelumnya mengenai 10 alasan meminta kenaikan gaji yang tepat nan elegan. Silahkan Anda baca kembali dan terapkan langsung.</p>
<ol start="6">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Diskusikan Secara Langsung Jangan Melalui Email </strong></span></li>
</ol>
<p>Lebih baik sampaikan langsung ke atasan jangan melalui email karena dianggap sangat tidak sopan. Gunakan email itu hanya untuk membuat janji temu sedangkan untuk membahas kenaikan gaji sampaikanlah secara langsung.</p>
<p>Harus di akui memang untuk berbicara secara langsung tidaklah mudah apalagi membahas tentang uang. Namun, Anda harus tahu atasan akan sangat menghargai Anda.</p>
<p>Ini pun juga mempermudah atasan untuk menanyakan alasan serta mendapatkan jawaban langsung dari Anda.</p>
<p>Lebih beretika dan sopan bukan? Perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda ingin di perlakukan, oke setuju? Mari lanjut ke poin terakhir.</p>
<ol start="7">
<li><strong><span style="color: #000000;">Persiapkan Rencana Cadangan</span> </strong></li>
</ol>
<p>Mempersiapkan rencana cadangan jikalau permintaan kenaikan gaji Anda ditolak oleh atasan walaupun sebenarnya Anda sudah bekerja keras dan memenuhi syarat untuk naik gaji.</p>
<p>Anda bisa melakukan kompromi dengan atasan untuk memberikan kompensasi tambahan seperti tambahan cuti / bekerja <em>remote </em>atau memilih untuk berhenti dan mencari pekerjaan di perusahaan lain yang lebih menghargai kerja keras Anda.</p>
<p>Beberapa perusahaan biasanya memberikan <em>counter offer </em>bila Anda diketahui mendapatkan tawaran bekerja di tempat lain.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</span></a></strong></span></p>
<p>Namun, jika tidak Anda bisa melangkah keluar dengan senyum lebar karena sudah mempersiapkan rencana cadangan sebelumnya.</p>
<p>Seseorang yang mempunyai <em>value</em> atau nilai lebih tentu tidak takut untuk keluar dari perusahaan.</p>
<p>Itulah beberapa tips meminta kenaikan gaji sesuai etika dan anti penolakan, Anda pantas dibayar lebih jika sudah memberikan kinerja dan kontribusi terbaik untuk perusahaan.</p>
<p>Oh iya, jangan lupa pilih Danafina sebagai solusi keuangan ketika Anda butuh dana tunai cepat, silahkan download aplikasinya di google playstore atau <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.appsmakerstore.appDanafina" target="_blank" rel="noopener">klik</a>.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/tips-meminta-kenaikan-gaji/">Tips Meminta Kenaikan Gaji Sesuai Etika dan Anti Penolakan</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/tips-meminta-kenaikan-gaji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</title>
		<link>https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2022 05:57:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi pencari kerja]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6592</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Menolak Tawaran Kerja. Jika Anda sudah masuk ke dalam dunia kerja, Anda harus mampu menerima segala konsekuensi yang ada entah mendapatkan gaji yang underpaid, mampu bekerja di bawah tekanan dan masih banyak lagi. Maka dari itu bijaklah dalam membuat sebuah keputusan agar Anda tidak berhenti di tengah jalan sehingga terlihat tidak profesional. Mungkin terdengarnya &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/">Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-6594 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/12/Cara-Menolak-Tawaran-Kerja.png" alt="Cara Menolak Tawaran Kerja" width="600" height="400" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menolak Tawaran Kerja</strong></span><strong>. </strong>Jika Anda sudah masuk ke dalam dunia kerja, Anda harus mampu menerima segala konsekuensi yang ada entah mendapatkan gaji yang <em>underpaid</em>, mampu bekerja di bawah tekanan dan masih banyak lagi.</p>
<p>Maka dari itu bijaklah dalam membuat sebuah keputusan agar Anda tidak berhenti di tengah jalan sehingga terlihat tidak profesional.</p>
<p>Mungkin terdengarnya sedikit naif apabila ada seseorang yang menolak tawaran kerja apalagi di jaman seperti sekarang banyak terjadi PHK dimana-mana. Bagaimanapun, Anda tentu memiliki alasan tersendiri biasanya sih tak jauh-jauh dari gaji.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/career-switch/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Career Switch : Definisi, Keuntungan – Kerugian dan Tips Penting!</span></a></strong></span></p>
<p>Mungkin gaji yang ditawarkan tidak sebesar di perusahaan Anda sebelumnya dikarenakan budget kebutuhan bulanan keluarga Anda cukup besar jadi lebih memilih mencari kembali pekerjaan dengan tawaran gaji yang hampir sama di perusahaan Anda terdahulu.</p>
<p>Anda ingin terlihat sopan dan profesional ketika menolak tawaran pekerjaan? Ini sangat penting untuk Anda lakukan agar nama baik Anda sebagai kandidat terjaga. Berikut ini akan Kami bahas mengenai bagaimana cara menolak tawaran kerja secara sopan dan tetap profesional serta alasan seseorang menolak tawaran kerja. Simak penjelasannya sampai akhir!</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Alasan Seseorang Menolak <em>Offering Letter</em></span></strong></h2>
<p>Untuk Anda yang belum tahu apa saja isi dari <em>offering letter</em> biasanya terdiri dari gaji serta kuntungan-keuntungan lain yang akan Anda dapatkan di perusahaan tersebut dan bila Anda merasa kecewa dengan <em>offering letter</em> yang tidak sesuai harapan itu wajar kok.</p>
<p>”Lalu alasan apa ya yang harus saya berikan ke rekruter untuk menolak <em>offering letter</em> tersebut?”</p>
<p>Berikut terdapat 7 alasan yang bisa Anda gunakan untuk menolak <em>offering letter </em>atau tawaran kerja, antara lain :</p>
<ol>
<li><strong><span style="color: #000000;">Anda Mendapatkan Penawaran yang Lebih Baik</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan pertama ini sangat umum dilakukan oleh kandidat ketika menolak <em>offering letter </em>atau tawaran kerja. Hal tersebut sangat mungkin terjadi mengingat Anda tentu tidak hanya melamar di satu perusahaan saja bukan?</p>
<p>Penawaran terbaik tersebut bisa datang dalam berbagai bentuk seperti gaji, jabatan hingga tunjangan atau fasilitas.</p>
<ol start="2">
<li><strong><span style="color: #000000;">Gaji yang Tidak Sesuai Standar</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan kedua adalah gaji yang ditawarkan, jika rentang gaji yang ditawarkan berada di bawah standar untuk posisi yang dilamar sebaiknya Anda tolak, lebih baik lagi kalau Anda sudah melakukan riset gaji sebelumnya untuk posisi yang dilamar.</p>
<ol start="3">
<li><strong><span style="color: #000000;">Tunjangan dan Fasilitas yang Tidak Sesuai</span> </strong></li>
</ol>
<p>Sebagai kompensasi dari pekerjaan Anda selain gaji tentu Anda akan mendapatkan tunjangan dan fasilitas lain. Beberapa tunjangan yang biasa perusahaan tawarkan antara lain asuransi jiwa, asuransi kesehatan, tunjangan pensiun, transportasi dan makan siang.</p>
<p>Kembali lagi kepada kebutuhan Anda sebab tidak semua tunjangan atau fasilitas yang diberikan sesuai dengan apa yang Anda butuhkan. Jika memang tidak sesuai, ini dapat dijadikan alasan untuk menolak <em>offering letter</em> atau tawaran kerja dari perusahaan.</p>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Minimnya Kesempatan untuk Mengembangkan Diri dan Karier</span> </strong></li>
</ol>
<p>Menurut Forbes, sebuah pekerjaan tidak hanya memberimu pendapatan tapi juga kesempatan untuk mengembangkan diri dan karir. Tanyakan kepada rekruter ketika sesi wawancara berlangsung jika jawaban yang diberikan terkesan abu-abu Anda bisa menolaknya.</p>
<ol start="5">
<li><strong><span style="color: #000000;">Budaya Perusahaan yang Tidak Cocok untuk Anda</span> </strong></li>
</ol>
<p>Apa yang dimaksud dengan budaya perusahaan? Budaya perusahaan adalah keyakinan, nilai, kepercayaan dan norma bersama yang menjadi ciri perusahaan.</p>
<p>Jika Anda seorang introvert dan lebih suka bekerja sendiri dibandingkan tim, namun ternyata perusahaan sangat mengutamakan kandidat yang mampu bekerja sama dalam tim.</p>
<p>Ketidakcocokan Anda dengan budaya perusahaan sangatlah berpengaruh terhadap kinerja oleh sebab itu Anda dapat menjadikan ketidakcocokan ini sebagai alasan.</p>
<ol start="6">
<li><strong><span style="color: #000000;">Minimnya Fleksibilitas</span> </strong></li>
</ol>
<p>Jika Anda adalah tipikal orang yang menyukai kebebasan dalam bekerja entah dari segi waktu dan tempat asal pekerjaan yang Anda tangani selesai tepat waktu maka Anda sangat tidak cocok bekerja di kantor yang penuh tekanan dan selalu lembur tiap malam. Anda lebih cocok bekerja remote atau jarak jauh, info lengkap untuk pekerjaan remote silahkan klik <a href="https://www.danafina.com/cara-mendapatkan-pekerjaan-remote/" target="_blank" rel="noopener">disini</a>.</p>
<ol start="7">
<li><strong><span style="color: #000000;">Perusahaan Menunjukkan Sikap yang Negatif</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan terakhir yang bisa Anda gunakan untuk menolak tawaran kerja adalah dengan melihat sikap negatif yang diberikan perusahaan sebelum/sesudah proses wawancara berlangsung. Apakah sejak awal proses wawancara selalu mengalami kemunduran waktu atau rekruter memberikan kesan negatif seperti tidak menghargai Anda sebagai kandidat.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</strong></span></h2>
<ol>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Yakinkan Diri Ketika Menolak Tawaran Kerja</strong></span></li>
</ol>
<p>Cara menolak tawaran kerja yang pertama adalah menyakinkan diri sendiri. Sebelum memutuskan untuk menolak tawaran kerja atau <em>offering letter </em>pertimbangkan secara matang. Setelah Anda benar-benar yakin langsung kirimkan email kepada rekruter jangan biarkan mereka menunggu jawaban Anda terlalu lama.</p>
<ol start="2">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Mengubah Subjek Email</strong></span></li>
</ol>
<p>Balas email penolakan dengan mengubah Subjek email: Declining [Job Title] Offering Letter at [Company Name]. Tujuannya agar penolakan <em>offering letter</em> di proses cepat sehingga perusahaan bisa mencari kandidat lain.</p>
<ol start="3">
<li><strong><span style="color: #000000;">Ucapkan Terima Kasih</span> </strong></li>
</ol>
<p>Jangan lupa ucapkan rasa terima kasih tindakan kecil yang Anda lakukan tersebut sangatlah berharga di mata rekruter. Baik Anda maupun rekruter sama-sama menghabiskan waktu cukup banyak untuk sampai pada tahapan penawaran kerja atau <em>offering letter</em>.</p>
<p>Berikut adalah beberapa contoh ucapakan terima kasih yang bisa Anda coba ketika menolak tawaran pekerjaan:</p>
<ul>
<li>Terima kasih untuk kesempatan yang telah Anda diberikan</li>
<li>Saya ingin berterima kasih pada Anda telah menawarkan saya kesempatan berharga ini</li>
<li>Saya ingin berterima kasih kepada Anda karena telah menawarkan saya di posisi xxx</li>
</ul>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Berikan Alasan Penolakan</span> </strong></li>
</ol>
<p>Tadi sempat dibahas mengenai 7 alasan yang bisa Anda gunakan untuk menolak tawaran pekerjaan. Anda bisa menggunakannya dibandingkan harus membuat alasan yang terlalu terkesan dibuat-buat seperti jarak kantor yang terlalu jauh. Padahal bukankah sebelumnya Anda sudah tahu mengenai lokasi kantor saat datang untuk proses wawancara?</p>
<ol start="5">
<li><strong><span style="color: #000000;">Perhatikan Etika dan Sopan Santun</span> </strong></li>
</ol>
<p>Walaupun Anda memutuskan untuk menolak tawaran kerja bukan berarti Anda berbuat sesuka hati. Anda harus tetap mengedepankan etika dan sopan santun. Gunakan kata-kata sopan dan kirimkan pesan penolakan pada jam kerja.</p>
<ol start="6">
<li><strong><span style="color: #000000;">Sampaikan Keinginan untuk Tetap Berhubungan Baik</span> </strong></li>
</ol>
<p>Tidak perlu merasa malu ataupun takut untuk menyampaikan kepada rekruter agar tetap menjalin hubungan dengan baik karena dunia itu sempit apalagi kalau di bidang atau sektor tertentu. Bingung harus bagaimana? Daripada bingung lebih katakan :</p>
<ul>
<li>Senang berkenalan dengan Anda, saya harap kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan atau masa depan</li>
<li>Sekali lagi, terima kasih untuk waktu dan dukungan Anda, Saya berharap yang terbaik untuk Anda dan perusahaan</li>
</ul>
<p>Dengan menjaga hubungan baik dan profesional justru bisa menambah relasi atau koneksi. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah untuk perkembangan karir Anda.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/aplikasi-pinjaman-online-cepat-cair/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Aplikasi Pinjaman Online Cepat Cair Bunga Rendah</span></a></strong></span></p>
<p>Jalinlah hubungan secara profesional melalui linkedin yang merupakan platform untuk pekerja dan profesional lainnya.</p>
<p>Memang dibutuhkan pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk menolak tawaran kerja, semoga setelah Anda membaca pembahasan mengenai alasan dan cara menolak tawaran kerja diatas Anda tidak merasa bingung lagi harus berbuat apa agar tetap terlihat sopan dan profesional.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/">Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
