Butuh Asuransi Penjaminan? Segera Ajukan Disini

Surety Bond, Kontra Bank Garansi, Custom Bond. Kami membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan perlindungan proyek pembangunan, tender, dll.

Danafina Saat Ini Telah Bekerjasama dengan Perusahaan Asuransi Terbaik di Indonesia

Prioritas Pada Kualitas

Pengajuan Asuransi Mobil melalui Danafina akan lebih mudah dan cepat karena langsung diproses oleh tim marketing.

surety bond asuransi
asuransi jaminan pelaksanaan proyek

Pelayanan Terbaik

Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan agar semua dapat berjalan lancar.

Proses Cepat & Mudah

Kemudahan serta kecepatan dalam proses data menjadi keunggulan kami dan tidak menerapkan prosedur yang rumit.

jaminan pembayaran (payment bond)

Segera Ajukan Disini & Rasakan Manfaatnya

Setiap pengajuan akan langsung diproses tanpa prosedur yang berbelit-belit karena tim marketing akan langsung menghubungi Anda.

Asuransi Penjaminan / Bonding

Adalah suatu perjanjian tertulis yang merupakan perjanjian tambahan antara Surety Company (Surety) dengan Principal (Kontraktor) untuk menjamin kepentingan Pihak Ketiga dalam hal ini Obligee (Pemilik Proyek) bahwa Principal akan memenuhi kewajibannya sesuai dengan  perjanjian pokok (kontrak) yang dibuat dan disepakati antara Principal dan Obligee.

Apabila Principal tidak memenuhi kewajibannya kepada Obligee (Wanprestasi), maka Surety akan membayarkan kepada Obligee sebesar kerugian yang diderita (Indemnity System) atau maximal sebesar Nilai Jaminan (Penalty System)

Principal bersedia melakukan pembayaran kembali kepada Surety sebesar kerugian yang sudah dibayarkan oleh Surety kepada pihak Obligee berikut bunganya sesuai Surat Perjanjian Ganti Rugi kepada Surety yang telah ditandatangani secara Notariil

Jenis-jenis Surety Bond:

  1. Jaminan Penawaran (Bid Bond).
  2. Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond).
  3. Jaminan Uang Muka (Advance Payment Bonds).
  4. Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond).
  5. Jaminan Pembayaran (Payment Bond).

Merupakan salah satu jasa layanan keuangan yang diberikan kepada pihak Kontraktor (Principal) untuk mendapatkan fasilitas Bank Garansi yang disyaratkan oleh pihak Pemilik Proyek (Obligee) dalam rangka pelaksanaan proyeknya.

Dalam hal ini Asuransi (Surety Company) sebagai penjamin Bank Garansi tersebut yang akan melakukan kerjasama dengan Bank Umum/Bank Devisa (bukan Bank Perkreditan Rakyat) selaku penerbit Bank Garansi untuk mendapatkan fasilitas Bank Garansi (fasilitas non cash loan) dan Asuransi Company sebagai Debitur Bank

Apabila Principal tidak memenuhi kewajibannya terhadap Obligee (Wanprestasi) maka Bank  yang akan melakukan pembayaran kepada Obligee dengan mencairkan setoran jaminan Surety sebesar nilai Bank Garansi (Penalty System).

Adalah Jaminan untuk penangguhan / pembebasan sebesar Nilai Pungutan Negara yang terutang Pajak Pertambahan, Pendapatan Nilai (PPN) dari barang-barang yang memperoleh fasilitas, seperti: Pajak Penghasilan Pasal 22, Pajak Nilai atas Barang Mewah (PPnBM), Bea Masuk (BM), dan Sanksi Administrasi.

Manfaat Asuransi Penjaminan (Surety Bonding) yang Perlu Anda Ketahui

surety bond indonesia

Asuransi penjaminan adalah asuransi yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi yang memberikan jaminan atas resiko kerugian yang mungkin terjadi bagi pemilik proyek.

Dalam asuransi penjaminan, terdapat 3 pihak yang terlibat. Yaitu pihak asuransi sebagai Surety, pihak kontraktor sebagai Principal, dan pemilik proyek sebagai oblige. Asuransi ini memberikan jaminan kepada Obligee jika suatu waktu Principal mengalami gagal bayar, maka tanggung jawab tersebut akan menjadi tanggung jawab Surety atau pihak asuransi sebagai penjamin.

Asuransi penjaminan atau surety bond ini memiliki dua kondisi, yaitu:

#1 Jaminan bersyarat (Conditional Bond)

Pada kondisi jaminan bersyarat, dana jaminan akan cair jika sebab – sebab pencairan telah diketahui oleh pihak asuransi. Selanjutnya pihak asuransi akan memberikan ganti rugi hanya sebesar kerugian yang diderita oleh Obligee saja.

#2 Jaminan tanpa syarat (Unconditional Bond)

Sementara pada kondisi jaminan tanpa syarat, jaminan akan dicairkan jika ada ketentuan dalam kontrak yang tidak dipenuhi. Akan tetapi, pembuktian kegagalan atau loss situation tidak harus dibuktikan dalam kondisi ini.

Manfaat Jaminan Peminjaman atau Surety Bond

Ada beberapa macam jaminan peminjaman yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan Anda. Setiap macam jaminan peminjaman ini memiliki manfaat yang berbeda – beda.

Secara umum, jaminan peminjaman terbagi menjadi jaminan penawaran (Bid / Tender), jaminan pelaksanaan (Performance), jaminan pembayaran uang muka (Advance Payment), jaminan pemeliharaan (Maintenance), garansi bank, dan custom bond.

Berikut ini adalah manfaat dari masing – masing jaminan peminjaman tersebut:

#1 Jaminan Penawaran (Bid / Tender)

Jaminan Penawaran juga sering disebut sebagai Bid Bond. Jaminan ini diterbitkan oleh perusahaan asuransi untuk memberikan jaminan pada Obligee bahwa Principal yang memegang Bid Bond telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti pelelangan yang diadakan oleh Obligee.

Dalam Bid Bond, pihak asuransi sebagai Surety akan membayar kerugian kepada Obligee senilai selisih antara penawaran Principal terendah dengan penawaran Principal terendah berikutnya dengan nilai maksimum sebesar nilai jaminan.

Manfaat jaminan penawaran ini adalah sebagai syarat dalam pelelangan suatu proyek. Sehingga, seluruh peserta tender yang terlibat dalam pelelangan memiliki kesungguhan dalam mengerjakan proyek yang didapat apabila mereka memenangkan tender. Jika tidak, maka pihak asuransi berhak memberikan sanksi jika pihak pemenang tender mengundurkan diri dari proyek.

#2 Jaminan Pelaksanaan (Performance)

Jaminan pelaksanaan digunakan untuk memastikan atau memberikan jaminan bahwa Principal mampu dan akan menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang mereka dapatkan dari pihak Obligee.

Apabila dalam pelaksanaannya pihak Principal tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sebagaiman syarat dan ketentuan yang disepakati dalam kontrak kerja, maka pihak asuransi akan memberikan ganti rugi kepada pihak Obligee maksimal sebesar nilai jaminan. Nilai jaminan biasanya berkisar antara 5% hingga 10% dari nilai kontrak.

Jaminan pelaksanaan juga dapat diperpanjang sesuai kesepakatan apabila saat masa kontrak berakhir, pihak Principal masih belum memenuhi beberapa kewajiban.

Jaminan Pelaksanaan biasanya digunakan sebagai syarat dalam penanda tanganan kontrak kerja. Melalui jaminan ini, pihak asuransi menjamin apabila pihak Principal tidak dapat melaksanakan kewajibannya sesuai kontrak, maka pihak asuransi akan memberikan ganti rugi dengan mencairkan Jaminan Pelaksanaan.

#3 Jaminan Pembayaran Uang Muka (Advance Payment)

Jaminan pembayaran uang muka digunakan sebagai bentuk jaminan bahwa Principal akan sanggup mengembalikan uang muka kepada Obligee sesuai ketentuan dalam kontrak. Jika kemudian Principal tidak mampu mengembalikan uang muka tersebut, maka pihak asuransi sebagai penjamin akan mengembalikan uang muka tersebut sebesar uang muka yang tidak dapat dikembalikan oleh Principal.

Besaran nilai jaminan dalam Jaminan Pembayaran Uang Muka memiliki persentase tertentu dari nilai kontrak proyek. Biasanya, persentase nilai jaminan yang digunakan adalah sekitar 20% dari nilai proyek. Jaminan Pembayaran Uang Muka juga dapat diperpanjang jika pada saat jatuh tempo Principal masih belum mengembalikan uang muka kepada Obligee.

Jaminan Pembayaran Uang muka merupakan syarat yang perlu dimiliki jika pihak Principal mengambil uang muka dari pihak Obligee dengan tujuan untuk memperlancar pelaksanaan proyek yang dikerjakan. Pembayaran jaminan dari pihak asuransi kepada pihak Obligee hanyalah sebesar uang muka yang belum dikembalikan oleh pihak Principal saja.

#4 Jaminan Pemeliharaan (Maintenance)

Jaminan Pemeliharaan juga sering disebut sebagai maintenance bond dan digunakan untuk memberikan jaminan bahwa Principal mampu memperbaiki kerusakan pekerjaan setelah pelaksanaan pekerjaan telah selesai.

Apabila kemudian pihak Principal tidak dapat atau gagal memperbaiki kerusakan yang terjadi setelah pelaksanaan pekerjaan, maka pihak asuransi akan mengganti biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Biaya penggantian maksimal adalah sebesar nilai jaminan yang biasanya ditetapkan sebesar 5% dari nilai kontrak proyek secar keseluruhan.

Biaya penggantian ini akan dicairkan apabila Principal telah menyelesaikan 100% proyek dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan sudah diterbitkan.

#5 Garansi Bank

Selain itu, Asuransi Peminjaman juga ada yang berupa garansi bank. Dalam asuransi ini, Kontra Garansi Bank merupakan unconditional bond secara tertulis antara bank dengan Obligee untuk jangka waktu, jumlah, dan keperluan tertentu.

Dalam perjanjian ini, pihak bank berjanji akan membayar kewajiban dari Principal apabila pihak Principal mengalami satu dan lain hal yang menyebabkannya tidak dapat memenuhi kewajiban.

Dalam penerbitan Kontra Garansi Bank ini, pihak Principal perlu menghubungi pihak asuransi sebagai syarat dokumen standar proyek dan data Principal. Selanjutnya, pihak asuransi akan melakukan verifikasi dan analisa data serta survey ke lokasi Principal atau lokasi proyek jika memang diperlukan.

Jika pihak asuransi telah setuju untuk menjamin Principal, maka pihak asuransi akan memberikan rekomendasi kepada Bank untuk menerbitkan garansi bank. Garansi Bank ini nantinya akan diserahkan kepada Obligee.

#6 Custom Bond

Asuransi Penjaminan berikutnya adalah asuransi custom bond. Asuransi semacam ini biasanya digunakan oleh pengusaha yang menjadi produsen eksportir.

Dengan menggunakan asuransi custom bond, pengusaha biasa mendapatkan pembebasan bea masuk, bea masuk tambahan, juga pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang yang diimpor untuk keperluan produksi.

Dalam custom bond, apabila pengusaha tidak dapat melakukan ekspor barang produksinya, maka pemerintah berhak untuk mencairkan custom bond ini. Jadi, custom bond merupakan jaminan bagi pemerintah jika pengusaha lalai atau tidak melakukan ekspor barang yang ia produksi.

Cara Membeli Asuransi Penjaminan

Sebelum membeli asuransi penjaminan, pastikan Anda sudah mempelajari proposal penawaran yang diberikan oleh pihak asuransi. Terutama mengenai hal – hal apa saja yang ditanggung dan tidak ditanggung oleh pihak asuransi sebagai penjamin.

Setelah memastikan segala hal terkait perjanjian dan poin – poin dalam premi asuransi, selanjutnya Anda perlu melengkapi berkas dan data yang dibutuhkan. Secara umum, Anda akan membutuhkan:

  1. Copy akta perusahaan beserta perubahannya jika ada
  2. Laporan keuangan 2 tahun terakhir yang telah diaudit
  3. Copy rekening Koran per tanggal neraca 2 bulan terakhir
  4. Daftar pekerjaan yang telah diselesaikan
  5. Company profile
  6. Daftar riwayat hidup direksi dan staff ahli
  7. Copy surat izin yang masih berlaku
  8. Copy surat pendukung lainnya

Itulah beberapa hal terkait asuransi penjaminan yang perlu Anda tahu. Anda bisa mendapatkan asuransi penjaminan ini melalui agen asuransi yang bersertifikat ataupun melalui broker asuransi.

Akan tetapi, jika Anda butuh asuransi yang melindungi resiko yang komplit, maka Anda bisa menghubungi langsung perusahaan asuransi tersebut. Baik melalui call center, internet, ataupun melalui Danafina.com