<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lingkungan kerja Archives | Danafina.com</title>
	<atom:link href="https://www.danafina.com/tag/lingkungan-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.danafina.com/tag/lingkungan-kerja/</link>
	<description>Tempatnya Pinjaman Dana</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Mar 2023 02:46:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2018/08/jb-150x150.png</url>
	<title>lingkungan kerja Archives | Danafina.com</title>
	<link>https://www.danafina.com/tag/lingkungan-kerja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Memberi Kesan Baik di Hari Pertama Kerja</title>
		<link>https://www.danafina.com/cara-memberi-kesan-baik-di-hari-pertama-kerja/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/cara-memberi-kesan-baik-di-hari-pertama-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Mar 2023 02:46:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[kesan pertama]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6800</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara memberi kesan baik di hari pertama kerja teruntuk Anda lulusan baru atau seseorang yang sudah sangat lama menganggur, salah satunya adalah dengan datang tepat waktu. Baca Juga : Tips Melamar Kerja Setelah Career Break Selain itu? yuk simak penjelasan lebih lengkapnya berikut. Benda yang Wajib di Bawa Saat Hari Pertama Kerja Jangan khawatir namanya &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-memberi-kesan-baik-di-hari-pertama-kerja/">Cara Memberi Kesan Baik di Hari Pertama Kerja</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" fetchpriority="high" class="size-full wp-image-6804 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2023/03/Cara-memberi-kesan-baik-di-hari-pertama-kerja-.png" alt="Cara memberi kesan baik di hari pertama kerja" width="600" height="400" /></p>
<p>Cara memberi kesan baik di hari pertama kerja teruntuk Anda lulusan baru atau seseorang yang sudah sangat lama menganggur, salah satunya adalah dengan datang tepat waktu.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #000000;">Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/tips-melamar-kerja-setelah-career-break/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Tips Melamar Kerja Setelah Career Break</span></a></span></strong></p>
<p>Selain itu? yuk simak penjelasan lebih lengkapnya berikut.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Benda yang Wajib di Bawa Saat Hari Pertama Kerja</strong></span></h2>
<p>Jangan khawatir namanya baru hari pertama kerja jika Anda merasa canggung dan gugup itu wajar kok. Agar Anda terlihat lebih profesional di hari pertama kerja, di bawah ini terdapat beberapa daftar benda yang wajib Anda bawa.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.     </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Pakaian Formal</span> </strong></h3>
<p>Membawa pakaian formal tujuannya untuk berjaga-jaga apalagi jika Anda masih belum terlalu memahami culture atau budaya di perusahaan tersebut. Lain halnya jika Anda bekerja di bidang kreatif, biasanya perusahaan atau <em>agency</em> dalam hal pakaian jauh lebih santai namun tetap sopan.</p>
<h3><strong>2.     </strong><span style="color: #000000;"><strong>Sepatu </strong></span></h3>
<p>Tidak hanya pakaian saja, sepatu pun juga mempengaruhi penampilan Anda loh. Pakailah sepatu yang sesuai dengan outfit Anda di kantor.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.     </strong><strong>Blazer</strong></span></h3>
<p>Masih tidak pede dengan pakaian yang Anda gunakan karena takut salah outfit? Tenang Anda bisa mengakalinya dengan blazer. Bawalah blazer untuk berjaga-jaga, lipat dengan rapi agar tidak terlihat kusut ketika ingin digunakan nanti. Dengan begitu penampilan Anda terlihat lebih casual</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.     </strong><strong>Kosmetik atau <em>Bodymist</em></strong></span></h3>
<p>Tentu di hari pertama kerja Anda ingin terlihat sempurna bukan dari segi penampilan? Untuk Anda para wanita gunakan makeup sesuai kebutuhan jangan memberikan kesan berlebihan dan untuk para pria bawalah parfum untuk menyamarkan aroma kurang sedap.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>5.     </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Dokumen Penting</span> </strong></h3>
<p>Untuk poin ini Anda bisa menanyakan terlebih dahulu kepada HRD melalui pesan <em>whatsapp</em> dan tanyakan apakah ada dokumen penting yang harus dibawa atau tidak. Sebab jika Anda membawa dokumen penting seperti ijazah, kartu keluarga atau dokumen penting lainnya secara sembarangan takutnya hilang dan Anda akan kesulitan untuk mengurusnya. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>6.     </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Alat Tulis</span> </strong></h3>
<p>Barang penting yang jangan sampai ketinggalan adalah alat tulis, memang sekarang jaman sudah sangat canggih dan memudahkan Anda dalam mencatat apapun. Namun tidak ada salahnya jika Anda jaga-jaga membawa alat tulis seperti pulpen dan buku catatan.</p>
<p>Biasanya ketika hari pertama kerja Anda akan diberikan instruksi mengenai tugas yang akan dikerjakan, sistem kerja, dan hal berkaitan lainnya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>7.     </strong><strong>Laptop atau Tablet</strong></span></h3>
<p>Tanyakan kepada HRD kira-kira perlengkapan seperti laptop apakah di sediakan perusahaan atau tidak. Jika ternyata tidak, bawalah laptop pribadi untuk mempercepat proses kerja Anda menunjukkan bahwa Anda memiliki inisiatif tinggi.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>8.     </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Obat-obatan</span> </strong></h3>
<p>Bila Anda sedang sakit sebaiknya bawa obat-obatan pribadi, hal ini penting dilakukan agar  tidak menganggu konsentrasi kerja. Tidak mungkin kan di hari pertama Anda kerja sudah absen?</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>9.     </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Botol Minuman </span></strong></h3>
<p>Karena Anda masih belum mengetahui situasi di tempat kerja, daripada Anda membeli minuman di luar dan menghabiskan uang akan lebih baik jika Anda membawa botol minum sendiri. Siapa tahu juga Anda ternyata nanti di suruh oleh atasan untuk bekerja di lapangan sesekali.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara Memberi Kesan Baik </strong><strong>di</strong><strong> Hari Pertama Kerja</strong></span></h2>
<p>Berilah kesan baik di hari pertama Anda bekerja, karena hal ini sangat penting untuk dilakukan agar rekan kerja dan atasan melihat Anda sebagai seseorang yang profesional.</p>
<p>Karena apabila Anda di hari pertama kerja sudah memberikan kesan negatif khawatirnya akan dilihat sebagai karyawan yang tidak tahu aturan alhasil image negatif tersebut terbawa sampai ke depannya.</p>
<p>Nah, agar hal tersebut tidak terjadi yuk mari Anda simak beberapa cara memberi kesan baik di hari pertama kerja berikut ini.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Persiapkan Diri dengan Baik</span> </strong></h3>
<p>Pastikan Anda telah menyiapkan pakaian yang cocok dan nyaman untuk bekerja, terutama jika ada aturan berpakaian tertentu yang harus dipatuhi. Selain itu, cek kembali benda-benda yang harus Anda bawa seperti alat tulis, dokumen yang diperlukan, dan alat komunikasi, seperti ponsel atau laptop guna memudahkan Anda bekerja.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Datang Lebih Awal</span> </strong></h3>
<p>Datang lebih awal pada hari pertama kerja menunjukkan bahwa Anda memiliki antusiasme dan semangat tinggi untuk memulai pekerjaan. Hal ini juga memberikan waktu untuk membiasakan diri dengan lingkungan kerja dan memperkenalkan diri kepada rekan kerja yang datang lebih awal.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Bersikap Ramah dan Bersahabat</span> </strong></h3>
<p>Cara efektif untuk membangun hubungan dengan rekan kerja dan atasan. Cobalah untuk menyapa rekan kerja dan atasan Anda, perkenalkan diri, dan jangan takut untuk bertanya atau mencari bantuan ketika membutuhkannya.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.   </strong><strong>Mendengar</strong></span></h3>
<p>Keterampilan penting untuk membangun hubungan baik dengan rekan kerja dan atasan. Saat berbicara dengan rekan kerja atau atasan, pastikan Anda benar-benar mendengarkan dan memahami apa yang mereka katakan. Jangan takut untuk bertanya jika Anda tidak memahami atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>5.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Berpikir Positif dan Terbuka</span> </strong></h3>
<p>Dengan berpikiran positif dan terbuka secara langsung dapat membantu Anda dalam mengatasi segala tantangan dan mempercepat proses pembelajaran. Cobalah untuk menghilangkan pikiran negatif dan bersikap terbuka terhadap ide-ide baru. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengatasi situasi sulit dan menunjukkan kepada rekan kerja dan atasan bahwa Anda adalah pribadi positif serta fleksibel.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>6.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Jangan Takut Bertanya</span> </strong></h3>
<p>Jika Anda tidak memahami atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut tentang tugas yang diberikan sebaiknya ajukan pertanyaan dan jangan lupa Anda catat, jangan khawatir terlihat bodoh, karena sebenarnya hal ini menunjukkan bahwa Anda memperhatikan pekerjaan dengan serius dan ingin menyelesaikannya dengan baik.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>7.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Tetap Profesional</span> </strong></h3>
<p>Tetaplah profesional dalam segala hal yang Anda lakukan di tempat kerja, baik dalam cara berbicara, berpakaian, dan bersikap. Jangan Terlalu akrab atau santai dengan rekan kerja demi menjaga profesionalisme kerja.</p>
<p>Selalu ingat untuk mengikuti kebijakan perusahaan dan aturan etika bisnis yang berlaku. Selain itu, hindari berbicara tentang topik sensitif seperti politik, agama, atau hal-hal yang bisa memicu konflik di tempat kerja.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>8.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Tunjukkan Motivasi dan Antusiasme</span> </strong></h3>
<p>Cobalah untuk menunjukkan sikap bahwa Anda siap untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. Jangan takut untuk berbagi ide dan saran yang bisa membantu meningkatkan efisiensi serta kinerja perusahaan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>9.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Ingat Nama Rekan Kerja</span> </strong></h3>
<p>Mengingat nama rekan kerja baru bisa membantu Anda dalam membangun hubungan lebih baik. Usahakan untuk mengingat nama rekan kerja yang Anda temui pada hari pertama untuk menghindari situasi canggung.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>10.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Tetap Tenang dan Percaya Diri</span> </strong></h3>
<p>Hari pertama kerja mungkin membuat Anda merasa gugup atau tidak nyaman, tetapi cobalah untuk tetap tenang dan percaya diri.</p>
<p>Ingatlah bahwa Anda dipilih untuk pekerjaan tersebut karena kemampuan dan kualifikasi Anda. Cobalah untuk bersikap tenang dan percaya diri dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan.</p>
<p>Membuat kesan yang baik pada hari pertama kerja sangat penting untuk memulai karir yang sukses di perusahaan tersebut. Sekali lagi persiapkan diri Anda dengan baik dan selamat bekerja!</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-memberi-kesan-baik-di-hari-pertama-kerja/">Cara Memberi Kesan Baik di Hari Pertama Kerja</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/cara-memberi-kesan-baik-di-hari-pertama-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</title>
		<link>https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2022 05:57:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi pencari kerja]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6592</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Menolak Tawaran Kerja. Jika Anda sudah masuk ke dalam dunia kerja, Anda harus mampu menerima segala konsekuensi yang ada entah mendapatkan gaji yang underpaid, mampu bekerja di bawah tekanan dan masih banyak lagi. Maka dari itu bijaklah dalam membuat sebuah keputusan agar Anda tidak berhenti di tengah jalan sehingga terlihat tidak profesional. Mungkin terdengarnya &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/">Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-6594 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/12/Cara-Menolak-Tawaran-Kerja.png" alt="Cara Menolak Tawaran Kerja" width="600" height="400" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menolak Tawaran Kerja</strong></span><strong>. </strong>Jika Anda sudah masuk ke dalam dunia kerja, Anda harus mampu menerima segala konsekuensi yang ada entah mendapatkan gaji yang <em>underpaid</em>, mampu bekerja di bawah tekanan dan masih banyak lagi.</p>
<p>Maka dari itu bijaklah dalam membuat sebuah keputusan agar Anda tidak berhenti di tengah jalan sehingga terlihat tidak profesional.</p>
<p>Mungkin terdengarnya sedikit naif apabila ada seseorang yang menolak tawaran kerja apalagi di jaman seperti sekarang banyak terjadi PHK dimana-mana. Bagaimanapun, Anda tentu memiliki alasan tersendiri biasanya sih tak jauh-jauh dari gaji.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/career-switch/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Career Switch : Definisi, Keuntungan – Kerugian dan Tips Penting!</span></a></strong></span></p>
<p>Mungkin gaji yang ditawarkan tidak sebesar di perusahaan Anda sebelumnya dikarenakan budget kebutuhan bulanan keluarga Anda cukup besar jadi lebih memilih mencari kembali pekerjaan dengan tawaran gaji yang hampir sama di perusahaan Anda terdahulu.</p>
<p>Anda ingin terlihat sopan dan profesional ketika menolak tawaran pekerjaan? Ini sangat penting untuk Anda lakukan agar nama baik Anda sebagai kandidat terjaga. Berikut ini akan Kami bahas mengenai bagaimana cara menolak tawaran kerja secara sopan dan tetap profesional serta alasan seseorang menolak tawaran kerja. Simak penjelasannya sampai akhir!</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Alasan Seseorang Menolak <em>Offering Letter</em></span></strong></h2>
<p>Untuk Anda yang belum tahu apa saja isi dari <em>offering letter</em> biasanya terdiri dari gaji serta kuntungan-keuntungan lain yang akan Anda dapatkan di perusahaan tersebut dan bila Anda merasa kecewa dengan <em>offering letter</em> yang tidak sesuai harapan itu wajar kok.</p>
<p>”Lalu alasan apa ya yang harus saya berikan ke rekruter untuk menolak <em>offering letter</em> tersebut?”</p>
<p>Berikut terdapat 7 alasan yang bisa Anda gunakan untuk menolak <em>offering letter </em>atau tawaran kerja, antara lain :</p>
<ol>
<li><strong><span style="color: #000000;">Anda Mendapatkan Penawaran yang Lebih Baik</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan pertama ini sangat umum dilakukan oleh kandidat ketika menolak <em>offering letter </em>atau tawaran kerja. Hal tersebut sangat mungkin terjadi mengingat Anda tentu tidak hanya melamar di satu perusahaan saja bukan?</p>
<p>Penawaran terbaik tersebut bisa datang dalam berbagai bentuk seperti gaji, jabatan hingga tunjangan atau fasilitas.</p>
<ol start="2">
<li><strong><span style="color: #000000;">Gaji yang Tidak Sesuai Standar</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan kedua adalah gaji yang ditawarkan, jika rentang gaji yang ditawarkan berada di bawah standar untuk posisi yang dilamar sebaiknya Anda tolak, lebih baik lagi kalau Anda sudah melakukan riset gaji sebelumnya untuk posisi yang dilamar.</p>
<ol start="3">
<li><strong><span style="color: #000000;">Tunjangan dan Fasilitas yang Tidak Sesuai</span> </strong></li>
</ol>
<p>Sebagai kompensasi dari pekerjaan Anda selain gaji tentu Anda akan mendapatkan tunjangan dan fasilitas lain. Beberapa tunjangan yang biasa perusahaan tawarkan antara lain asuransi jiwa, asuransi kesehatan, tunjangan pensiun, transportasi dan makan siang.</p>
<p>Kembali lagi kepada kebutuhan Anda sebab tidak semua tunjangan atau fasilitas yang diberikan sesuai dengan apa yang Anda butuhkan. Jika memang tidak sesuai, ini dapat dijadikan alasan untuk menolak <em>offering letter</em> atau tawaran kerja dari perusahaan.</p>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Minimnya Kesempatan untuk Mengembangkan Diri dan Karier</span> </strong></li>
</ol>
<p>Menurut Forbes, sebuah pekerjaan tidak hanya memberimu pendapatan tapi juga kesempatan untuk mengembangkan diri dan karir. Tanyakan kepada rekruter ketika sesi wawancara berlangsung jika jawaban yang diberikan terkesan abu-abu Anda bisa menolaknya.</p>
<ol start="5">
<li><strong><span style="color: #000000;">Budaya Perusahaan yang Tidak Cocok untuk Anda</span> </strong></li>
</ol>
<p>Apa yang dimaksud dengan budaya perusahaan? Budaya perusahaan adalah keyakinan, nilai, kepercayaan dan norma bersama yang menjadi ciri perusahaan.</p>
<p>Jika Anda seorang introvert dan lebih suka bekerja sendiri dibandingkan tim, namun ternyata perusahaan sangat mengutamakan kandidat yang mampu bekerja sama dalam tim.</p>
<p>Ketidakcocokan Anda dengan budaya perusahaan sangatlah berpengaruh terhadap kinerja oleh sebab itu Anda dapat menjadikan ketidakcocokan ini sebagai alasan.</p>
<ol start="6">
<li><strong><span style="color: #000000;">Minimnya Fleksibilitas</span> </strong></li>
</ol>
<p>Jika Anda adalah tipikal orang yang menyukai kebebasan dalam bekerja entah dari segi waktu dan tempat asal pekerjaan yang Anda tangani selesai tepat waktu maka Anda sangat tidak cocok bekerja di kantor yang penuh tekanan dan selalu lembur tiap malam. Anda lebih cocok bekerja remote atau jarak jauh, info lengkap untuk pekerjaan remote silahkan klik <a href="https://www.danafina.com/cara-mendapatkan-pekerjaan-remote/" target="_blank" rel="noopener">disini</a>.</p>
<ol start="7">
<li><strong><span style="color: #000000;">Perusahaan Menunjukkan Sikap yang Negatif</span> </strong></li>
</ol>
<p>Alasan terakhir yang bisa Anda gunakan untuk menolak tawaran kerja adalah dengan melihat sikap negatif yang diberikan perusahaan sebelum/sesudah proses wawancara berlangsung. Apakah sejak awal proses wawancara selalu mengalami kemunduran waktu atau rekruter memberikan kesan negatif seperti tidak menghargai Anda sebagai kandidat.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</strong></span></h2>
<ol>
<li><span style="color: #000000;"><strong>Yakinkan Diri Ketika Menolak Tawaran Kerja</strong></span></li>
</ol>
<p>Cara menolak tawaran kerja yang pertama adalah menyakinkan diri sendiri. Sebelum memutuskan untuk menolak tawaran kerja atau <em>offering letter </em>pertimbangkan secara matang. Setelah Anda benar-benar yakin langsung kirimkan email kepada rekruter jangan biarkan mereka menunggu jawaban Anda terlalu lama.</p>
<ol start="2">
<li><span style="color: #000000;"><strong>Mengubah Subjek Email</strong></span></li>
</ol>
<p>Balas email penolakan dengan mengubah Subjek email: Declining [Job Title] Offering Letter at [Company Name]. Tujuannya agar penolakan <em>offering letter</em> di proses cepat sehingga perusahaan bisa mencari kandidat lain.</p>
<ol start="3">
<li><strong><span style="color: #000000;">Ucapkan Terima Kasih</span> </strong></li>
</ol>
<p>Jangan lupa ucapkan rasa terima kasih tindakan kecil yang Anda lakukan tersebut sangatlah berharga di mata rekruter. Baik Anda maupun rekruter sama-sama menghabiskan waktu cukup banyak untuk sampai pada tahapan penawaran kerja atau <em>offering letter</em>.</p>
<p>Berikut adalah beberapa contoh ucapakan terima kasih yang bisa Anda coba ketika menolak tawaran pekerjaan:</p>
<ul>
<li>Terima kasih untuk kesempatan yang telah Anda diberikan</li>
<li>Saya ingin berterima kasih pada Anda telah menawarkan saya kesempatan berharga ini</li>
<li>Saya ingin berterima kasih kepada Anda karena telah menawarkan saya di posisi xxx</li>
</ul>
<ol start="4">
<li><strong><span style="color: #000000;">Berikan Alasan Penolakan</span> </strong></li>
</ol>
<p>Tadi sempat dibahas mengenai 7 alasan yang bisa Anda gunakan untuk menolak tawaran pekerjaan. Anda bisa menggunakannya dibandingkan harus membuat alasan yang terlalu terkesan dibuat-buat seperti jarak kantor yang terlalu jauh. Padahal bukankah sebelumnya Anda sudah tahu mengenai lokasi kantor saat datang untuk proses wawancara?</p>
<ol start="5">
<li><strong><span style="color: #000000;">Perhatikan Etika dan Sopan Santun</span> </strong></li>
</ol>
<p>Walaupun Anda memutuskan untuk menolak tawaran kerja bukan berarti Anda berbuat sesuka hati. Anda harus tetap mengedepankan etika dan sopan santun. Gunakan kata-kata sopan dan kirimkan pesan penolakan pada jam kerja.</p>
<ol start="6">
<li><strong><span style="color: #000000;">Sampaikan Keinginan untuk Tetap Berhubungan Baik</span> </strong></li>
</ol>
<p>Tidak perlu merasa malu ataupun takut untuk menyampaikan kepada rekruter agar tetap menjalin hubungan dengan baik karena dunia itu sempit apalagi kalau di bidang atau sektor tertentu. Bingung harus bagaimana? Daripada bingung lebih katakan :</p>
<ul>
<li>Senang berkenalan dengan Anda, saya harap kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan atau masa depan</li>
<li>Sekali lagi, terima kasih untuk waktu dan dukungan Anda, Saya berharap yang terbaik untuk Anda dan perusahaan</li>
</ul>
<p>Dengan menjaga hubungan baik dan profesional justru bisa menambah relasi atau koneksi. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah untuk perkembangan karir Anda.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.danafina.com/aplikasi-pinjaman-online-cepat-cair/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Aplikasi Pinjaman Online Cepat Cair Bunga Rendah</span></a></strong></span></p>
<p>Jalinlah hubungan secara profesional melalui linkedin yang merupakan platform untuk pekerja dan profesional lainnya.</p>
<p>Memang dibutuhkan pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk menolak tawaran kerja, semoga setelah Anda membaca pembahasan mengenai alasan dan cara menolak tawaran kerja diatas Anda tidak merasa bingung lagi harus berbuat apa agar tetap terlihat sopan dan profesional.</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/">Cara Menolak Tawaran Kerja Secara Sopan dan Tetap Profesional</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/cara-menolak-tawaran-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih</title>
		<link>https://www.danafina.com/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih/</link>
					<comments>https://www.danafina.com/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Danafina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2022 00:35:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis & Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.danafina.com/?p=6295</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih. Dunia kerja sangat berbanding terbaik dengan bangku kuliah, setelah memasuki dunia kerja Kamu dituntut mampu mengerjakan segala pekerjaan sesuai kemampuan yang sudah dicantumkan di CV. Bahkan terkadang Kamu harus mampu mengerjakan pekerjaan di luar jobdesk itupun belum tentu membuat atasanmu puas. Yah sad but true, itulah kenyataannya. Beruntung kalau &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih/">Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-6297 aligncenter" src="https://www.danafina.com/wp-content/uploads/2022/08/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih.png" alt="cara menghadapi atasan yang pilih kasih" width="600" height="400" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menghadapi Atasan </strong><strong>y</strong><strong>ang Pilih Kasih</strong></span><strong>. </strong>Dunia kerja sangat berbanding terbaik dengan bangku kuliah, setelah memasuki dunia kerja Kamu dituntut mampu mengerjakan segala pekerjaan sesuai kemampuan yang sudah dicantumkan di CV. Bahkan terkadang Kamu harus mampu mengerjakan pekerjaan di luar <em>jobdesk </em>itupun belum tentu membuat atasanmu puas<em>. </em>Yah sad but true, itulah kenyataannya.</p>
<p>Beruntung kalau Kamu mendapatkan lingkungan kerja yang positif karena tidak semua orang seberuntungmu, misalnya saja : rekan kerja baik, <a href="https://www.kitalulus.com/seputar-kerja/pengertian-reimburse-dan-cara-pengajuan-reimbursement" target="_blank" rel="noopener"><em>reimbursement</em></a> mudah, fasilitas mendukung, uang lembur lancar, namun memiliki atasan yang sangat pilih kasih.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : </strong><a href="https://www.danafina.com/aplikasi-gadai-bpkb-motor/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;"><strong>Aplikasi Gadai BPKB Motor Danafina (Pengajuan Termudah)</strong></span></a></span></p>
<p>Padahal seharusnya seorang atasan harus menjadi contoh baik di kantor. Mulai dari sikap, cara kerja hingga tingkat kedisiplinan. Selain itu harus bisa mengayomi karyawan agar tercipta lingkungan kerja yang sehat. Siapa sih yang tidak mau berada di lingkungan kerja suportif walaupun gaji terbilang pas-pasan mereka pasti merasa nyaman bekerja.</p>
<p>Pembahasan artikel kali ini adalah tentang bagaimana cara menghadapi atasan yang pilih kasih, mari kita simak penjelasannya sampai selesai.</p>
<h2><strong><span style="color: #000000;">Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih</span> </strong></h2>
<p>Sifat mengayomi yang hanya ditujukan kepada beberapa karyawan saja menjadikan pertanyaan tersendiri, mengapa beliau bersikap demikian? Mengomentari sikapnya memang kurang etis apalagi dihadapan karyawan lain. Namun kalau terus menerus didiamkan malah gondok sendiri karena merasa tidak dihargai. Daripada Kamu terus-terusan sakit hati yuk simak cara menghadapi atasan yang pilih kasih berikut ini.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Mengenali Sifat Atasan</strong></span></h3>
<p>Cara menghadapi atasan yang pilih kasih yang pertama adalah mengenali sifat atasan. Butuh usaha lebih ketika berhadapan dengan atasan yang memiliki sikap pilih kasih, sebelum Kamu menghakiminya secara berlebihan ada baiknya kenali dulu sifat atasanmu. Mungkin beliau bersikap demikian karena menyukai kinerja, sifat dan sikap karyawan tersebut bila dibandingkan dengan Kamu yang masih jauh dibawah.</p>
<p>Coba perlahan lakukan evaluasi diri apabila benar Kamu ternyata masih berada jauh dibawah karyawan tersebut misal dari segi kinerja, terimalah kenyataan kemudian segera lakukan perbaikan. Jika ternyata setelah Kamu melakukan perbaikan kinerja tetapi masih diperlakukan tidak adil. Kamu mempunyai hak untuk mempertanyakan sikap atasan bicaralah empat mata dan hindari sebisa mungkin keributan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Kendalikan Perasaan</strong></span></h3>
<p>Rasanya kesal buka main di saat Kamu sudah memberikan yang terbaik untuk perusahaan tetapi mendapatkan perlakukan tidak adil atau pilih kasih. Ketika Kamu berprestasi di kantor malah kurang apresiasi sedangkan ketika tanpa sengaja melakukan kesalahan, eh malah dibesar-besarkan sampai semua divisi tahu (kan malu pak/bu).</p>
<p>Ingat Kamu tidak perlu berusaha terlalu keras yang terpenting rekan kerjamu mengetahui kenyataan sebenarnya. Khawatirnya juga Kamu malah susah fokus karena terlalu emosional demi diperlakukan adil oleh atasan dan itu justru mempengaruhi kinerjamu. Belajarlah mengendalikan perasaan setiap menghadapi permasalahan ditempat kerja supaya energi negatif hilang perlahan. Lebih baik lakukan yang terbaik, ambil gajimu dan pulanglah! Itu jauh lebih baik untuk kesehatan mental dan fisik.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Introspeksi Diri Sendiri</strong></span></h3>
<p>Siapapun orangnya kalau memang sejak awal tidak suka mau Kamu berbuat baik sekalipun tetap akan salah. Jika memang alasannya begitu mari lakukan evaluasi diri kira-kira adakah perbuatan yang membuat atasan atau rekan kerja terhadapmu? Mungkin benar ada hal yang kurang disukai oleh atasan sehingga beliau pilih kasih. Introspeksi disini tidak hanya dari segi kinerja saja melainkan sikap dan sifat.</p>
<p>Melakukan introspeksi diri membutuhkan waktu cukup lama sebab Kamu harus benar-benar mengingat apakah benar pernah melakukan kesalahan entah disengaja atau tidak, maka dari itu siapkan waktu khusus untuk evaluasi diri setelah semua pekerjaan selesai.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Menjalin Komunikasi dengan Baik</strong></span></h3>
<p>Mungkin ada alasan lain mengapa atasan berbuat pilih kasih kepada karyawan, misalnya Kamu termasuk orang yang berkepribadian tertutup dan hanya berkomunikasi hanya rekan kerja sehingga merasa kurang diperhatikan oleh atasan? Maka dari itu cobalah bersikap terbuka dan tingkatkan kemampuan berkomunikasi, siapa tahu Kamu bisa lebih akrab dengan beliau? Agar tidak terlihat carmuk alias cari muka di depan atasan, lakukan komunikasi terkait dengan pekerjaan dan komunikasi sapaan ringan saat bertemu dikantor atau luar kantor.</p>
<p>Jangan menunggu bola datang tapi jemputlah bola, jangan menunggu untuk di sapa duluan tapi mulailah menyapa terlebih dahulu, semoga dengan begitu akan mengubah perspektif atasan terhadapmu. Memang butuh waktu tapi tidak ada salahnya kan di coba?</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Jangan Merasa Tersudutkan</strong></span></h3>
<p>Berhentilah untuk berpikir negatif apalagi sampai menilai diri sendiri buruk sikap tersebut malah akan membuat suasana hati buruk sepanjang hari. Fatalnya, malah kinerja menurun drastis, susah fokus dan saat penilaian kinerja hasilnya dibawah standar perusahaan ujung-ujungnya kena SP1.</p>
<p>Sekalipun atasan bersikap baik kepada karyawan lain dan bukan Kamu, buanglah jauhlah pikiran negatif jangan merasa tersudutkan abaikan saja guna mempertahankan kinerjamu agar tetap baik. Percayalah jika Kamu sudah semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk perusahaan cepat atau lambat, atasan pun perlahan sikapnya berubah.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Perbanyak<em> Speak Up</em></strong></span></h3>
<p>Cara menghadapi atasan yang pilih kasih selanjutnya adalah dengan perbanyak <em>speak up. </em>Terlalu sering memendam perasaan negatif perlahan membuat stres bahkan depresi berkepanjangan karena selalu menerka-nerka alasan atasan berbuat pilih kasih. Untuk itu sampaikan segala unek-unek yang dirasakan supaya Kamu lebih merasa lega.</p>
<p>Bila ada kesempatan berbicara, maka bicaralah. Sampaikan secara to the point tapi tetap sopan daripada harus bertele-tele membuang-buang waktu. Dengan begitu atasan akan menganggap Kamu ada di perusahaan. Kinerjamu akan lebih diperhatikan, ajaibnya lagi Kamu diperhitungkan juga sebagai kandidat karyawan yang akan naik jabatan hehe sehingga label “pilih kasih” perlahan hilang. Take it or leave it!</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Berikan Kontribusi Maksimal</strong></span></h3>
<p>Apakah Kamu sudah benar-benar bekerja semaksimal mungkin selama ini? Atau ternyata Kamu justru bersikap apatis terhadap pekerjaan? Jika memang benar, bersiaplah penilaian kinerjamu sudah dipastikan kurang bagus, jadi tak heran kalau atasan bersikap pilih kasih.</p>
<p>Daripada menunjukkan sikap kurang profesional ada baiknya tunjukkan kualitas terbaikmu di depan atasan. Caranya? Kerjaan pekerjaan sesuai <em>deadline, </em>mematuhi aturan yang berlaku diperusahaan, menyampaikan opini ketika rapat. Setelah Kamu sudah berusaha semaksimal mungkin biarlah atasan yang menilai. Sisi positifnya Kamu bisa mendapatkan gaji atau bonus dari perusahaan, lumayan kan?</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Sikapi Segalanya dengan Positif</strong></span></h3>
<p>Sikap pilih kasih atasan kembali lagi pada perspektif karyawan, cobalah untuk memandang atasan dari segi positif agar tidak merusak kinerjamu di perusahaan dan tetap bisa fokus menerapkan <em>work balance. </em>Kesehatan mental, fisik dan gaji pun aman sejahtera.</p>
<p>Jadi kapan nih Kamu mulai menerapkannya? Jangan ditunda-tunda loh karena efek negatifnya luar biasa kalau tidak segera diatasi dengan baik. Kalau kamu berhasil melakukan beberapa cara menghadapi atasan yang pilih kasih diatas siapa tahu rekan kerjamu yang merasa bisa menirunya. Bukankah enak jika semua karyawan diperlakukan adil tanpa ada rasa pilih kasih? Ayo ciptakan lingkungan kerja yang sehat!</p>
<p>The post <a href="https://www.danafina.com/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih/">Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih</a> appeared first on <a href="https://www.danafina.com">Danafina.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.danafina.com/cara-menghadapi-atasan-yang-pilih-kasih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
