Tips Keuangan untuk Generasi Millenial

tips keuangan generasi millenial

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Michael Dimock selama 10 tahun, telah ditetapkan bahwa siapapun Anda yang kelahiran 1981 – 1996 atau sekitar 22 – 37 tahun termasuk ke dalam Generasi Y.

Apakah kamu salah satu diantaranya?

Mengingat di era serba canggih ini, banyak kaum muda menganggap segalanya mudah untuk mendapatkan sesuatu baik itu informasi ataupun kebutuhan LUX (Mewah).

Sehingga menyebabkan gaya hidup semakin boros alias konsumtif, tanpa memikirkan kondisi mendatang, seperti finansial.

Seiring berjalannya waktu, pasti akan banyak pengeluaran. Jika lebih besar pasak daripada tiang, kamu sudah harus berhati-hati.

Kenapa?

Semakin bertambahnya usia kalian, maka needsnya juga berbeda. Contoh simplenya, saat Anda berumur 27 (Pria / Wanita). Pasti memikirkan biaya pernikahan, pendidikan atau modal bisnis.

Betul?

Terlalu mengandalkan Salary tidak salah, tapi apakah gaji yang dimiliki sekarang benar-benar menutupi perilaku hedon kamu?

Maka dari itu penting bagi anak muda mempelajari bagaimana mengatur finansial.

Yuk kita simak tips keuangan berikut agar kamu dapat lebih bijak lagi:

Bingung Cari Pinjaman untuk Biaya Pendidikan? Danafina Punya Solusinya!

Bisnis online

  1. Tetapkan Goals dan Rencana Secara Efisien

Memiliki rencana matang tentang pengelolaan dana akan membuat kamu lebih bijak  membelanjakan sesuatu. Paling utama dalam pengaturan keuangan adalah menentukan tujuan finansial yang ingin dicapai (jangka pendek, menengah dan panjang)

Kamu bisa menggunakan cara 50/20/30 dari penghasilan. 50% biaya kebutuhan sehari-hari, 20% tabungan & investasi, terakhir 30% pribadi sehingga pengeluaran lebih efisien.

  1. Persiapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Walaupun kamu masih berada di usia muda sekalipun, seharusnya penting sekali menyiapkan dana pensiun dari sekarang.

Yup betul sekali, saat ini mulailah melakukan investasi kecil-kecilan di reksadana atau instrumen lainya yang hanya membutuhkan uang beberapa ratus ribu perbulan saja.

Karena bisa saja sewaktu-waktu terkena PHK atau anda sudah mempunyai keinginan resign kemudian membangun usaha bersama keluarga.

  1. Terpaksa Berhutang? Sebaiknya Manfaatkan Uang Tersebut dengan Baik Ya sobat!

Melakukan pinjaman tidak selamanya buruk, jika kita sudah tahu akan digunakan apa nantinya. Kembali lagi kepada pribadi masing-masing, kredit menjadi buruk apabila untuk hal konsumtif dan foya-foya.

Begitupun sebaliknya bisa menjadi baik jika menggunakannya dengan bijak seperti membayar renovasi rumah, biaya pernikahan, modal bisnis dan lain sebagainya.

  1. Jangan Lupa Sisihkan 20% – 35% untuk Dana Pendidikan Anak

Sebelum mempunyai keinginan memiliki momongan, pastikan kamu & pasangan sudah mempersiapkan dana pendidikan anak.

Sisihkan 20% – 35% pendapatan suami atau pendapatan istri (keduanya bekerja), ini bukan patokan baku. Tetap berapapun proporsinya ditentukan kalian yang menentukan.

  1. Mempunyai Dua Rekening

Tujuan dimiliknya lebih dari 1 Kartu ATM adalah sebagai dana cadangan. Penting mempersiapkan dana cadangan (biaya kesehatan / tak terduga).

  1. Manfaatkan barang-barang mewahmu sebagai investasi

Suka koleksi tas branded?

Jam tangan?

Sepatu?

Mobil?

Motor?

Benefit mengoleksi barang mahal ialah kelak jika konsumen membutuhkan dana mendesak barang-barang tersebut (BPKB Mobil / Motor) dapat dijual atau digadai di situs finance terpercaya Danafina.com

So? Tidak selamanya membeli barang branded negatif asalkan kita bisa memanfaatkanya.

Mengelola Keuangan Menurut Menteri Sri Mulyani Prinsipnya hanya 1 yaitu, Anda harus tahu mana yang menjadi prioritas utama.

Jika sudah bisa membedakannya, pengeluaran dan pemasukanmu dapat lebih seimbang tidak akan defisit.

Menurut Prita Ghozie seorang Perencana & Edukator Keuangan. Hobi Millenials itu menonton pertunjukkan musik, hal tersebut tercermin dari kebiasaan selfie.

Jadi kekayaan kaum muda sekarang bukan mobil tapi di akun media sosial (hmm, lebih kepada pengakuan sosial).

Maksudnya?

Berbagai cara dilakukan agar tampil keren & famous, sehingga mereka rela berhutang demi sebuah keinginan bukan kebutuhan urgent.

Ternyata mahal ya biaya untuk “diakui” lingkungan.

Beginilah cara Kids Zaman Now bertahan di era Globalisasi

Tips keuangan terbaru

  1. Smartphone Menjadi Kebutuhan Primer

Phubbing Sindrome ialah memperlakukan gadget layaknya seperti keluarga, teman, kekasih dan sahabat.

Bisa dibayangkan semua pasang mata diam terpaku menatap ponselnya, sehingga menurunkan kemampuan berkomunikasi tatap muka.

Phubbing membuat seseorang tidak lagi bisa memishakan antara kehidupan pribadi & sosial, ciri-ciri nya rasa takut berlebihan jika gadgetnya tidak berada disamping mereka.

  1. Menganut Hedonisme

Terlalu mengutamakan materi  & haus akan perhatian membuat millenials ingin diakui lewat apa yang mereka miliki.

Tidak menampik adanya persaingan kurang sehat akibat dari hedonisme. Tantangan terbesar anak muda saat ini adalah mengubah gaya hidup tersebut dengan lebih sederhana.

  1. Pergesaran Nilai Sosial

Sekitar 90% remaja di Indonesia mengalami pergeseran norma & nilai sosial karena kecanggihan teknologi membuat informasi tersebar sangat cepat. Dampak terburuk dari internet mempengaruhi perilaku kaum muda.

  1. Mempunyai Role Model = GAUL

Well, memiliki panutan sebagai panutan tidak masalah asalkan idola mereka lebih banyak memberikan dampak positif, dapat memotivasi kamu untuk menjadi lebih sukses dan juga bukan berarti jika tidak mempunyai panutan dianggap kurang pergaulan.

Masalah finansial sebenarnya bukan hanya dialami oleh generasi millenials saja melainkan semua orang dari berbagai kelompok usia.

Ada beberapa keadaan psikologis yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan. Seperti berikut ini:

Tips keuangan keluarga

  1. Pemikiran Buruk Terhadap Diri Sendiri

Istilah Overthinking & Negative Thinking terhadap diri sendiri mempunyai kecendrungan mengalami kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan maupun sosialisasi, sehingga pada akhirnya tidak tertarik melakukan berbagai usaha untuk mengubah kehidupan ekonomi jadi lebih baik.

  1. Rendah Diri

Sama halnya seperti kondisi psikologis sebelumnya, rendah diri bisa memberikan impact buruk terhadap keuangan anak muda.

Tidak jarang pula, perasaan rendah diri membuat orang enggan berkonsultasi lebih lanjut dengan ahlinya karena beranggapan menginvestasikan uang hanya dilakukan oleh orang-orang cerdas.

  1. Depresi Berat

Pengelolaan dana yang buruk dapat memicu depresi berat sebab kurang memikirkan masa depan. Maka dari itu sedini mungkin sisihkan pendapatan perbulan. Kamu bisa terapkan tips keuangan generasi millenials pada pembahasan sebelumnya.

Akan sulit menjalani normal day  dengan perasaan tidak tenang & tidak fokus dalam karir dan finansial.

  1. Gangguan Tidur

Kehilangan waktu tidur berkualitas bisa membuat hilangnya fokus  sehingga impact nya adalah kinerja di kantor menurun. Otomatis karir anda dapat berantakan selain itu reputasimu juga akan buruk. Hingga pada akhirnya lebih besar pasak daripada tiang.

  1. Kecanduan Berbelanja

Bagi kaum muda yang gemar berbelanja seharusnya sudah mengatur soal berapa budget pengeluaran perbulan. Jika lebih besar dari pendapatan maka segera Rem kebiasaan shopaholic.

Oke.

Selain melihat konser musik, kemana saja sih sebenarnya uang millenials mengalir?

Dilansir dari sumber terpercaya, berikut daftar belanja generasi Y (dalam persen):

  1. Restoran 23,8%
  2. Bahan Makanan 21,8%
  3. Hobi / Baju 18,5%
  4. Bahan Bakar 10,8%
  5. Mebel / Rumah 4,5%
  6. Obat-Obatan 3%
  7. Kebutuhan Lainnya 17,7%

Pengeluaran yang cukup menguras dompet yaitu barang-barang elektronik apalagi kalau ada diskon besar-besaran.

Jika kita perhatikan rata-rata mereka mengeluarkan uang untuk kebutuhan sesaat atau jangka pendek.

Perasaan ingin diakui oleh lingkungan sebenarnya tidak salah, karena semua orang pun pasti menginginkan hal tersebut.

Menurut Pakar Keuangan Mike Rini Sutikno, sebaiknya kaum millenials lebih cerdas dalam memanfaatkan eksistensi diri agar menjadi sesuatu yang menghasilkan.

Tapi pastikan untuk mendapatkannya melalui hal positif!

Pendidikan tinggi saja ternyata masih belum cukup harus pula dibekali dengan berbagai pengalaman dan soft skill.

Agar millenials tidak terkena impact karena segelintiran anak muda konsumtif. Maka jadilah pribadi kreatif, aktif dan inovatif agar kelak kalian mampu bersaing menghadapi berbagai challenge dari dalam maupun luar negara.

Biasakanlah isi hari-harimu dengan kegiatan positif, seperti:

Tips keuangan pribadi

  1. Membaca Buku

Bagi kaum millenials membaca buku secara rutin merupakan saran yang sangat dianjurkan, apalagi minat baca anak muda di Indonesia masih rendah.

Dengan melakukan rutinitas tersebut, wawasan menjadi luas dan membuat kalian berpikir out of the box.

  1. Menggunakan Social Media Secara Bijak

Kita melakukan hal positif maka yang didapatkan adalah hal baik pula. Begitupun dengan media sosial, manfaatkan fasilitas internet untuk bertegur sapa, mencari artikel positif tentang capital atau bahkan menulis artikel (No Hoax).

  1. Berpikiran Open Minded Terhadap Perubahan

Terbukalah terhadap perubahan di era globalisasi ini dengan membiasakan berpikir kritis dan lebih tanggap terhadap kondisi sekitar.

  1. Merencanakan ide, gagasan dan visi ke depan

Punya ide membangun usaha?

Tapi eksekusinya hanya ada dalam pikiran saja?

Atau tidak punya modal?

Tunggu…

Ajak sahabat atau keluargamu yang satu ide denganmu sebelum membangun usaha agar bisnis berjalan lancar. Modal Bisnis sekarang mudah saja didapatkan anda bisa mencari finance dengan kredibilitas bagus salah satu contohnya DANAFINA.com

  1. Rajin berolahraga

Bangun setiap pagi dan berolahragalah walau hanya 30 menit karena efeknya sangat bagus baik secara fisik maupun mental.

Ayo Tunjukkan Bahwa Generasi Millenials Inovatif, Kreatif, Be Positive.

Butuh Modal Usaha? Hubungi Danafina!

Tips mengatur keuangan

Kylie Jenner merupakan Miliarder Muda Terkaya berusia 21 tahun, ia merintis karir dibidang kosmetik seperti Lipstik, Lipgloss, Eyeshadow, Glitter Eyeshadow & Highlighter.

Total kekayaan kylie mencapai USD 900 Juta atau sekitar Rp 12,9 Triliun.

WOW, LUAR BIASA KAN?

Ia berhasil memanfaatkan ketenaran keluarganya yang cukup kontroversial menjadi pundi-pundi uang.

Begitupun kalian, pergunakan media social seperti Instagram, Snapchat, Facebook & Twitter untuk Self-Branding.

Agar menjadi influencer positif selain dapat menambah pemasukan pasti relasimu juga akan luas loh.

Membeli barang mewah tidak selamanya negatif, berdasarkan penjelasan mengenai tips keuangan generasi millenials.

Karena dapat dijadikan alat investasi untuk kamu sang visioner (orang yang selalu mempunyai visi dimasa depan).

Tetapi apabila sebaliknya anda masih tidak peduli dengan kondisi finansial dan spent a lot of money.

Merasa memiliki gaji melebihi UMR atau mendapatkan subsidi dari orangtua.

Actually, pemikiran tersebut membuat hidup kaum muda menjadi miskin.

Why?

Akan lebih wise apabila anak muda bisa mengelola pendapatan dengan mempos-poskan gaji, disarankan  namun tidak wajib millenials memiliki rekening lebih dari satu.

Pergunakanlah salah satu rekening tersebut untuk dana darurat.

Masih bingung tentang bagaimana pengaturannya?

Safir Senduk menuturkan bahwa minimal dana darurat yang harus disiapkan adalah 3 bulan pengeluaran.

Jadi apabila, anda seorang freelancer & artist maka perlu menyiapkannya lebih besar.

Kita coba menggunakan prinsip semakin tinggi resiko pekerjaan maka perbesarlah dana cadangan.

Pekerja lepas, pengusaha atau penyanyi tidak memiliki gaji tetap layaknya karyawan diperusahaan yang digaji setiap bulannya.

Wirausaha / Pebisnis wajib mempunyai cadangan sekitar 9 – 12 bulan. Sedangkan freelancer dan pekerja seni  6 – 9 bulan pengeluaran

Danafina akan membahas tentang pemikiran Generasi Y dalam mengatur keuangan

Tips finansial

  1. Merasa Menyesal Karena Tidak Savings Uang Lebih
  2. Membayar Hutang dengan Tabungan Masa Depan
  3. Biaya Hidup di Kota Mahal
  4. Rekening yang dimiliki Hanya 1
  5. Daripada Berbelanja Lebih Baik Berhemat
  6. Tabungan Pensiun Belum Menjadi Prioritas

Nah itulah pemikiran kaum muda saat ini, ingat ya ambil sisi positifnya & dan perbaiki sisi negatifnya.

Dari tadi kita sudah menyimak penjelasan dan poin-poin mengenai efek (-) perilaku konsumtif, nah sekarang kita simak yuk efek positifnya.

Memang ada?

Tentu Saja

  1. Responsif Terhadap Hal Baru
  2. Dapat Menjadi Peluang Usaha
  3. Mengasah Kemampuan Menganalisa Pasar

Bagaimana?

Masih yakin mengahambur-hamburkan uang?

Next…

Tadi kita sempat sedikit membahas tentang hutang baik dan buruk. Ingat kan apa yang membedakannya?

BUTUH MODAL USAHA CEPAT!!

BIAYA PENDIDIKAN!!

RENOVASI RUMAH!!

Hampir 85% Masyarakat melakukan pengajuan Loan di Danafina Gadai BPKB Mobil dengan alasan tersebut. Calon konsumen dapat mengunjungi situs kami.

Saat inipun kami juga melayani Gadai Sertifikat Rumah dengan segala kemudahan dan keamanan proses data nasabah.

Danafina memberikan 13 fasilitas untuk mempermudah para debitur mengajukan pinjaman:

  1. Bebas BI Checking
  2. Free – Tanpa Ada Biaya Tambahan
  3. Bunga Rendah (mulai 0,9%)
  4. Tenor 12 – 48 Tahun
  5. Pencairan 1 Hari (Dokumen Lengkap)
  6. Dana FULL
  7. Melayani Konsumen Seluruh Indonesia
  8. Pajak Mati >2 Tahun Bisa diproses
  9. BPKB a.n Orang Lain Dapat diproses
  10. Pinjaman Mulai dari Rp 20 Juta
  11. Data Kurang Dapat dibantu
  12. Pendanaan Corporate / Perusahaan

KTA (Kredit Tanpa Agunan)

Peluang usaha

Mungkin bagi sebagian masyarakat menganggap pinjaman non jaminan sebagai jalan pintas permasalahan ekonomi mereka.

Jangan senang dulu, terdapat beberapa risiko jika anda tetap ingin melakukan pemohonan dana tunai dengan KTA:

  1. Tenor Sangat Singkat
  2. Suku Bunga Tinggi > 1,5% perbulan atau 18% Pertahun
  3. Proses Pencairan Sekitar 3 Minggu (Paling Cepat)

Bagaimana kalau Bank?

Saat ini masyarakat sudah mulai move one dari yang namanya lembaga perbankan untuk masalah kredit pinjaman uang, alasannya adalah sudah banyak sekali institusi-institusi keuangan yang jauh lebih mudah prosedurnya dibandingkan dengan persyaratan di Bank.

Salah satu contohnya adalah perusahaan leasing atau multifinance. Tidak menerapkan pengecekan riwayat buruk dari kesalahan penggunaan kartu kredit sebelumnya atau angsuran lainnya.

Oleh sebab itu Anda harus memilih lembaga yang tidak mempersulit pengajuan dana tunai cepat cair.

Agar pengetahuan Anda bertambah mengenai keuangan, berikut sedikit penjelasan mengenai unsur-unsur

BI Checking atau IDI (Informasi Debitur Individual) ialah riwayat pembayaran kredit yang dihasilkan oleh sistem.

Proses tersebut selalu diterapkan oleh Bank, hal itu membuat konsumen takut mengajukan permohonan pinjaman.

Gambaran kondisi pembayaran pokok Loan beserta Rate, sehingga terdapat kemungkinan diterima disebut juga dengan Kolektibilitas.

Sebagai tambahan informasi, terdapat 5 Jenis kolektibilitas, yakni:

  1. Kredit Lancar, Status cicilan utang pokok beserta suku bunga debitur baik.
  2. Kredit Tidak Lancar, pembayaran hutang kurun waktu 3 – 6 bulan tidak lancar status cicilan buruk.
  3. Kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK), Dalam jangka waktu 1 – 2 bulan mutasi kredit debitur mulai menunggak.
  4. Kredit diragukan, tidak ada tanda-tanda debitur akan melakukan pembayaran (Mulai Jatuh Tempo).
  5. Kredit Macet, Kredit tidak dapat diaktifkan kembali oleh pihak finance / bank karena kredit tersendat.

Tidak hanya disitu saja penetapan bunga tiap bank berbeda-beda, pencairannya pun lama untuk Gadai BPKB Motor Mobil sekitar 3 – 4 Hari, sertifikat rumah 3 minggu. Belum lagi denda yang dikenakan apabila terlambat membayar.

Semoga Tips Mengatur Keuangan Generasi Millenial Tadi Dapat Bermanfaat.

Tunjukannlah kalau kaum muda saat ini dapat memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ingin Tahu Mengenai Danafina Lebih Lanjut?

Silakan hubungi nomor yang tertera disitus ini, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *