Dampak Perang Dagang AS dan China Terhadap Perekonomian Indonesia

dampak perang dagang as dan china

Apa dampak perang dagang As dan China terhadap perekonomian dan keuangan negara Indonesia? awal mula perang tersebut karena apa? adakah perkembangan ke arah positif dari perang itu? Maksudnya dari perang dagang seperti apa?

Langkah yang harus diambil oleh pemerintah apa? pasti banyak pertanyaan yang ingin anda lontarkan tapi tidak menemukan jawabannya?

Kali ini kami akan mengulik mengenai hal ini, sebelumnya mari kita bahas mengenai penjelasan perang dagang.

Pengertian Perang Dagang

Penjelasan tentang perang dagang

Setiap negara mempunyai kebijakannya masing-masing, tapi kebijakan yang dibuat tidak bisa sewenang-wenang sebab akan berdampak kepada negara lain.

Perang tidak selamanya menggunakan senjata tajam. Istilah perang dagang merupakan konflik ekonomi yang terjadi disuatu negara memberlakukan kenaikan tarif atau hambatan perdagangan lainnya seperti pembatasan ekspor impor.

Pembatasan impor dengan cara meningkatkan bea masuk barang, melarang barang impor tertentu, membuat standar lebih tinggi.

Berdasarkan info terbaru sekarang ini jepang dan korea sedang memanas dalam hal perdagangan, mungkin nanti kami bahas sedikit ya.

Dampak Perang Dagang AS dan China

dampak perang dagang amerika china terhadap dunia

Perlambatan perekonomian dunia disebabkan masih belum adanya titik terang dari persaingan Amerika Serikat dan China.

Potensi melambatnya ekonomi di tiap negara bisa direspons dengan kebijakan fiskal dan moneter yang lebih longgar (mencegah resesi).

Bagaimana cara mewujudkan kelonggaran moneter? jawabannya adalah dengan mewujudkan suku bunga lebih rendah.

Baca Juga : Jangan Sampai Salah Memilih Jasa Konsultan Keuangan

Dampaknya terhadap Indonesia adalah pelemahan ekonomi, karena Indonesia merupakan pengekspor komoditas dan ini menjadi tantangan.

Sedangkan versi Bank memaparkan bahwa aliran modal asing kian tertekan lantaran resiko berinvestasi meningkat tajam.

Dampak lainnya dari perang tersebut terhadap Indonesia antara lain :

Indonesia Berpeluang Ekspor

Indonesia mempunyai potensi untuk mengekspor barang ke kedua negara tersebut. Barang yang dapat di ekpsor antara lain baja, alumuniun, buah dan besi.

Menurunnya Ekspor Bahan Baku Indonesia Kedua Negara

Pada tahap awal belum terjadi memberikan dampak terlalu besar dari kedua negara yang sedang bersitegang itu. Masih diperlukan kajian secara luas dan mendalam.

Terjadi Trade Diversion

Hal itu terjadi karena adanya intensif penurunan tarif akibat persaingan kedua negara tersebut.

Kronologi Perang Dagang AS dan China

Kronologi Perang Dagang AS dan China

Tanggal 8 Maret 2018

Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan bahwa akan ada pengenaan tarif 25% pada impor baja dan 10% alumunium dari beberapa negara.

Tanggal 22 Maret 2018

Presiden Trump memberikan penangguhan kepada beberapa negara tetapi tidak dengan negara China.

China akhirnya meresponsnya dengan daftar produk amerika sejumlah 128 yang akan dikenakan bea cukai sebesar 15%-25% bila negoisasi gagal.

Tanggal 19 Mei 2018

Negara Amerika Serikat dan China membuat kesepakatan, dimana china setuju untuk mengurangi surplus perdagangannya secara signifikan.

Tanggal 6 Juli 2018

Pengenaan bea cukai 25% atas impor produk china seminal US$ 34 Miliar termasuk mobil, harddisk dan suku cadang pesawat.  

China akhirnya juga menerapkan tarif dengan ukuran dan cakupan yang sama termasuk produk pertanian, mobil dan produk kelautan.

Tanggal 23 Agustus 2018

Pengenaan para produk china lainnya senilai US$ 16 Miliar.

China menerapkan tarif 25% untuk barang-barang AS senilai US$ 16 Miliar untuk barang-barang AS termasuk motor Harley Davidson , bourbon, dan jus jeruk.

Tanggal 24 September 2018

Pajak 10% diberikan oleh Trump untuk produk import dari China senilai US$ 200 Miliar. Sehingga China pun menerapkan bea masuk atas produk AS senilai US$ 60 Miliar.

Tanggal 1 Desember 2018

Melakukan penundaan selama 3 bulan rencana kenaikan tarif menjadi 25% dari 10% yang akan dimulai 1 januari dengan produk-produk nega china senilai US$ 200 Miliar.

China setuju untuk membeli produk Amerika yang substansial dan menanguhkan tarif tambahan yang ditambahkan ke mobil dan suku cadang buatan AS selama 3 bulan mulai 1 januari.

Tidak sampai disitu, inilah kelanjutan dan dampak perang dagang AS dan China di tahun 2019 :

Tanggal 10 Mei 2019

Washington mengakhiri gencatan senjata dengan meningkatkan bea masuk produk impor China senilai US$ 200 Miliar.

Tanggal 15 Mei 2019

Pembukaan front baru dilakukan oleh Trump dan membuat aturan pelarangan penggunaan produk-produk dari China termasuk telekomunikasi Huawei.

Tanggal 20 Mei 2019

Penangguhan hukuman 90 hari atas sebuah larangan akhirnya dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan AS.

Tanggal 1 Agustus 2019

Pengumuman tarif baru 10% untuk seluruh produk china senilai US$ 300 Miliar mulai 1 september.

Tanggal 5 Agustus 2019

China memungkinkan yuan jatuh dibawah 7,0 terhadap dolar AS sebesar 5% – 10% muali berlaku pada 1 september dan 15 desember bersamaan dengan berlakunya tarif baru AS yang baru.

Tidak mau kalah Trump akhirnya menaikkan tarif yang awalnya 25% menjadi 30% mulai 1 oktober.

Tahukah kalian ternyata perang ini berdampak pada 10 orang terkaya di dunia dengan total kerugian Rp. 200 Triliun.

Saling balas tarif impor antara Trum dan China membaut Dow Jones Industrial Average turun 623 poin pada penutupan market berdasarkan data Bloomberg Billionaires, ini merupakan dampak perang dagang AS dan China.

Penurunan tajam di pasar saham terjadi setelah Trump menulis ciutan di Twitter untuk mengumumkan janji balasan tarif impor terhadap China.

Perang dagang antara AS dan China telah meningkat sejak tahun 2018 hal ini dilakukan oleh negara AS dikarenakan praktik dagang China tidak adil sehingga Trump ingin mengalami defisit perdagangan.

Tercatat 600 perusahaan telah mengirim Trump “Surat Cinta” menuliskan untuk segera mengakhiri bea cukai.

Jepang Vs Korea Selatan

jepang vs korea selatan

Belum usai dampak dari perang dagang AS dan China, malah ada lagi perang baru antara jepang dan korea, apa ya kira-kira yang menyebabkan kedua negara asia timur itu bersitegang?

Jepang menghapus korsel sebagai mitra dagang favorit, tindakan yang dilakukan pemerintah jepang mendapat kecaman dari pemerintah korea selatan. Korsel menuduh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memperlakukan negri gingseng sebagai musuh.

Mereka menganggap jepang menjadi pemicu masalah awal dengan memberikan pembatasan ekspor korsel.

Alhasil Kementerian Luar Negeri Korea Selatan memanggil duta besar jepang untuk membahas hal terkait dengan penolakan terhadap langkah jepang.

Akibat ketengangan itu korsel berencana menginvestasikan US$ 5,7 Miliar dana di tahun 2020 – 2022 guna menstabilkan rantai pasokan sejumlah sektor ekonomi.

Amerika ikut merasa kekecewaan karena korsel dan jepang adalah 2 negara sekutu AS di Asia, pasalnya korsel mempunyai niat untuk mengakhiri pakta yang memungkinkan berbagai informasi militer dengan jepang.

Menteri pertahanan Amerika Serikat mendatangi Korea Selatan dikarenakan meningkatnya perselisihan kedua sekutu AS yaitu jepang dan korea selatan.

Dampak perang dagang As dan China bisa ambil sisi positifnya kita harus pintar-pintar mengambil peluang.

Entah kapan perang dingin tersebut akan berakhir baik itu dari sisi AS, China, Jepang dan Korea Selatan. Kita doakan yang terbaik saja! Jika anda terkendala mendapatkan dana silahkan kunjungi website kami https://www.danafina.com .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *