Akuntansi Keperilakuan : Definisi, Tujuan dan Pengaplikasian

Akuntansi keperilakuan

Akuntansi keperilakuan? Mungkin untuk sebagian besar orang masih terdengar asing di telinga apalagi jika Anda memang tidak menggeluti bidang tersebut. Akuntansi keperilakuan itu sendiri merupakan gabungan dari ilmu akuntansi dan ilmu sosial.

Sejarah akuntansi keperilakuan dimulai pada tahun 1960-an dan 1970-an, ketika para ahli akuntansi mulai menyadai bahwa perilaku manusia sangat mempengaruhi proses dan hasil akuntansi.

Baca Juga : Mengapa Bisnis Startup Saat Ini Berkembang Pesat? (Wajib Tahu)

Sebelumnya, akuntansi dianggap sebagai ilmu yang bersifat objektif dan tidak dipengaruhi oleh faktor subjektif.

Namun seiring berjalannya waktu teori ini pun berkembang sehingga para ahli mulai menyadari bahwa faktor subjektif, organisasi dan lingkungan pun ternyata memiliki pengaruh satu sama lain. Untuk lebih jelasnya yuk simak penjelasan berikut ini.

Definisi

Berikut adalah beberapa definisi dari akuntansi keperilakuan, antara lain :

  1. Suatu cabang akuntansi yang berfokus pada bagaimana cara individu dan kelompok dalam organisasi membuat keputusan keuangan serta cara mereka mengelola aset perusahaan. Termasuk mengevaluasi dampak dari kebijakan akuntansi dan sistem informasi keuangan terhadap tingkah laku individu dan kelompok dalam organisasi. Selain itu cara pemberian insentif yang tepat demi meningkatkan kinerja keuangan perusahaan juga menjadi cakupan studi cabang akuntansi tersebut.
  1. Subdisiplin ilmu akuntansi yang melibatkan aspek-aspek keperilakuan manusia dalam kegiatan pengambilan keputusan ekonomi.” – Lubis
  2. Cabang dari ilmu akuntansi yang berfokus pada bagaimana perilaku manusia dalam organisasi mempengaruhi proses akuntansi dan pengambilan keputusan keuangan.” – Anthony G. Hopwood
  3. Cabang akuntansi yang mempelajari tentang bagaimana proses akuntansi mempengaruhi perilaku manusia dan bagaimana perilaku manusia mempengaruhi proses akuntansi.” – Robert Kaplan
  4. Cabang akuntansi yang mempelajari bagaimana faktor-faktor keperilakuan manusia, seperti motivasi, sikap, dan norma, mempengaruhi proses akuntansi dan bagaimana hasil akuntansi mempengaruhi perilaku manusia.” (Barry J. Epstein)

Mengapa Aspek Keperilakuan Dalam Akuntansi Perlu di Pertimbangkan?

Untuk lebih jelasnya berikut adalah beberapa alasan mengapa perlu mempertimbangkan aspek keperilakuan dalam akuntansi diantaranya:

  1. Mengurangi bias
  2. Meningkatkan kepercayaan investor
  3. Meningkatkan kualitas laporan keuangan
  4. Meningkatkan efisiensi pasar modal
  5. Meningkatkan kesesuaian regulasi
  6. Meningkatkan transparansi
  7. Meningkatkan akuntabilitas
  8. Membantu mengidentifikasi risiko
  9. Meningkatkan efektivitas manajemen
  10. Membantu meningkatkan kinerja perusahaan

Tujuan

Tujuan utamanya adalah menganalisis dan mengerti bagaimana individu, kelompok, dan organisasi membuat keputusan keuangan serta mengevaluasi konsekuensi dari keputusan tersebut. Sedangkan tujuan lainnya meliputi:

  1. Meningkatkan kualitas informasi akuntansi: Teori ini membantu untuk meningkatkan kualitas informasi akuntansi dengan mengidentifikasi faktor-faktor keperilakuan yang mempengaruhi pengambilan keputusan akuntansi dan cara untuk mengatasi masalah yang terkait dengan perbedaan interpretasi dan penggunaan informasi akuntansi oleh berbagai pihak.
  2. Meningkatkan efektivitas sistem akuntansi: Teori ini membantu dalam mengembangkan sistem akuntansi yang lebih efektif dan efisien dengan memperhitungkan kebutuhan dan preferensi individu dan kelompok dalam organisasi.
  3. Meningkatkan profesionalisme akuntansi: Teori ini dapat digunakan untuk mengembangkan pendekatan pengembangan profesi akuntansi yang lebih efektif, yang memperhatikan aspek keperilakuan dalam proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi.
  4. Meningkatkan pemahaman organisasi: Teori ini dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana individu dan kelompok dalam organisasi membuat keputusan, yang dapat digunakan untuk mengembangkan cara untuk meningkatkan kinerja organisasi.
  5. Meningkatkan pemahaman industri: Teori ini membantu untuk meningkatkan pemahaman tentang perbedaan dalam praktik akuntansi antar perusahaan dan industri, yang dapat digunakan untuk mengembangkan standar akuntansi yang lebih efektif.

Contoh Pengaplikasian

Berikut adalah beberapa contoh dari pengaplikasiannya, antara lain :

  1. Penggunaan teori akuntansi keperilakuan dalam pengambilan keputusan keuangan: Akuntan dapat menggunakan teori ini untuk memahami bagaimana individu dalam organisasi membuat keputusan keuangan dan bagaimana faktor-faktor seperti bias, optimisme, dan konformitas dapat mempengaruhi keputusan tersebut.
  2. Penggunaan teori dalam pengendalian intern: Akuntan dapat menggunakan teori ini untuk memahami bagaimana individu dalam organisasi menangani masalah pengendalian intern dan bagaimana faktor-faktor seperti motivasi, komitmen, dan persepsi risiko dapat mempengaruhi efektivitas pengendalian intern.
  3. Penggunaan teori dalam pemilihan metode akuntansi: Akuntan dapat menggunakan teori ini untuk memahami bagaimana individu dalam organisasi memilih metode akuntansi yang sesuai dan bagaimana faktor-faktor seperti preferensi, persepsi risiko, dan konformitas dapat mempengaruhi pemilihan metode tersebut.
  4. Penerapan etika dalam proses akuntansi: Sebuah perusahaan dapat menerapkan etika dalam proses akuntansi dengan cara membuat dan mengimplementasikan kebijakan etika secara jelas, serta melakukan pelatihan etika untuk semua karyawannya. Selain itu, perusahaan juga dapat mengadakan program pengawasan internal untuk mencegah praktik kecurangan dan konflik kepentingan.
  5. Penggunaan analisis rasio keuangan untuk mengukur kinerja perusahaan dari sudut pandang sosial dan lingkungan: Sebuah perusahaan dapat menggunakan analisis rasio keuangan, seperti rasio pengelolaan limbah dan rasio pemakaian energi, guna mengukur kinerja perusahaan dalam hal pengelolaan lingkungan serta
  6. Penelitian tentang pengaruh tanggung jawab sosial perusahaan terhadap reputasi perusahaan dan harga saham: Peneliti dapat melakukan analisis statistik untuk menguji hubungan antara tanggung jawab sosial perusahaan dengan reputasi perusahaan dan harga saham.
  7. Penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses akuntansi: Sebuah perusahaan dapat menggunakan teknologi informasi, seperti sistem pengelolaan akuntansi elektronik atau sistem pengelolaan data keuangan, untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Apakah Ilmu Keperilakuan Sama Dengan Akuntansi Keperilakuan?

Tidak sama, keduanya berbeda. Ilmu keperilakuan adalah cabang ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam lingkungan sosial, termasuk bagaimana individu, kelompok, dan organisasi berinteraksi serta membuat keputusan.

Sedangkan akuntansi keperilakuan merupakan cabang dari akuntansi yang mengeksplorasi bagaimana perilaku manusia dapat mempengaruhi proses akuntansi dan hasilnya.

Beberapa bidang lain yang berhubungan dengan keduanya, antara lain :

  1. Manajemen keperilakuan merupakan cabang dari manajemen yang mempelajari bagaimana manajer dapat menggunakan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
  2. Teori keperilakuan keuangan adalah cabang dari keuangan yang mempelajari bagaimana perilaku manusia mempengaruhi keputusan keuangan.
  3. Neuro-keperilakuan yang mempelajari interaksi antara sistem saraf dan perilaku manusia.
  4. Sosiologi keperilakuan mempelajari bagaimana perilaku individu dalam konteks sosial dan terakhir psikologi keperilakuan.

Jika teori akuntansi keperilakuan tidak pernah ada, maka pemahaman kita tentang bagaimana individu dan kelompok dalam organisasi membuat keputusan akuntansi akan terbatas.

Pemahaman kita tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan akuntansi juga akan terbatas.

Tanpa teori tersebut, Anda mungkin akan menganggap bahwa semua keputusan akuntansi diambil secara objektif dan rasional, tanpa memperhatikan pengaruh dari faktor-faktor psikologis, sosial, dan kultural.

Ini mungkin akan menyebabkan Anda melewatkan perbedaan dalam praktik akuntansi antar perusahaan dan industri yang sebenarnya disebabkan oleh perbedaan keperilakuan.

Selain itu, Anda mungkin tidak memiliki cara untuk menjelaskan perbedaan dalam interpretasi dan penggunaan informasi akuntansi oleh berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, dan masyarakat.

Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat untuk kita semua. Bila saat ini Anda terdesak butuh dana tunai karena ada keperluan darurat silahkan ajukan melalui aplikasi Danafina atau menghubungi CS Kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *